LINGKARPENA.ID | Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 5,0 mengguncang wilayah Kabupaten Sukabumi dan sekitarnya pada Minggu (19/7/2026) pukul 15.11 WIB. Hingga sekitar pukul 16.10 WIB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi memastikan belum menerima laporan adanya kerusakan maupun korban akibat peristiwa tersebut.
Berdasarkan data sementara Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kabupaten Sukabumi, pusat gempa berada di laut sekitar 79 kilometer barat daya Sukabumi dengan kedalaman 10 kilometer.
Getaran gempa dirasakan dengan intensitas III MMI di sejumlah wilayah, di antaranya Cikotok, Kalapanunggal, Cidolog, Cisaat, Simpenan, Kota Sukabumi, dan Nagrak. Sementara di Bayah, Panggarangan, Cimahi, Banjaran, hingga Lembang, guncangan dirasakan pada skala II–III MMI.
Koordinator Lapangan Pusdalops PB BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, mengatakan pihaknya langsung melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) di seluruh wilayah Kabupaten Sukabumi untuk memastikan kondisi di lapangan.
“Hingga pukul 16.10 WIB, hasil pemantauan dari seluruh P2BK belum ada laporan dampak maupun kerusakan akibat gempa. Kami masih terus melakukan asesmen dan monitoring. Jika ada perkembangan, akan segera kami sampaikan,” kata Daeng Sutisna.
BPBD Kabupaten Sukabumi mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Warga juga diminta tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.
“Yang terpenting, masyarakat tetap waspada namun tidak panik. Ikuti informasi resmi dari BMKG dan BPBD serta segera melaporkan apabila ditemukan adanya dampak atau kerusakan akibat gempa,” pungkas Daeng.






