Simulasi Gempa di Kantor Kecamatan Surade, Kesiapsiagaan Diuji Sejak Dini

LINGKARPENA.ID | Suasana kerja di Kantor Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, mendadak berubah tegang pada Kamis (23/4/2026). Di tengah aktivitas rutin para pegawai, bunyi kentongan tiba-tiba menggema, menjadi tanda peringatan darurat. Dalam hitungan detik, simulasi gempa bumi pun dimulai.

 

Para karyawan yang semula berada di dalam ruangan langsung bereaksi. Kepanikan sempat terlihat, namun perlahan berubah menjadi gerak terarah. Di bawah koordinasi petugas, proses evakuasi dilakukan dengan cepat dan tertib. Tim Taruna Siaga Bencana (Tagana) bersama Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) sigap memberikan instruksi, memastikan seluruh pegawai meninggalkan ruangan menuju titik aman.

Baca juga:  Gempa Garut Berkekuatan 6.4 SR, Warga Sukabumi Berhamburan Keluar Rumah

 

Satu per satu karyawan keluar dari gedung, hingga akhirnya berkumpul di halaman kantor kecamatan yang telah ditetapkan sebagai titik kumpul. Dalam simulasi tersebut, seluruh peserta berhasil dievakuasi tanpa ada korban, mencerminkan kesiapan dan respons yang cukup baik dari aparatur kecamatan.

 

Kegiatan ini bukan sekadar latihan biasa. Simulasi tanggap bencana tersebut digelar sebagai bagian dari peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2026. Momentum ini dimanfaatkan untuk menanamkan pentingnya kesiapan menghadapi potensi bencana, khususnya gempa bumi yang bisa terjadi kapan saja tanpa peringatan.

Baca juga:  Usai Shalat Ghaib, Polres Sukabumi Kirimkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Gempa Cianjur

 

Camat Surade, Unang Suryana, menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki makna penting dalam membangun budaya sadar bencana di lingkungan kerja.

 

“Keselamatan adalah harga tertinggi yang harus kita jaga bersama. Karena itu, kesiapsiagaan harus menjadi budaya sehari-hari, bukan hanya saat terjadi bencana,” ujarnya.

 

Ia juga menambahkan bahwa latihan seperti ini diharapkan mampu meningkatkan refleks dan pemahaman seluruh pegawai dalam menghadapi situasi darurat. Dengan begitu, ketika bencana benar-benar terjadi, semua pihak sudah mengetahui apa yang harus dilakukan.

Baca juga:  Ini Dua Nama Paskibraka Wakil Sukabumi di Jabar, Berikut Arahan Sekda

 

Simulasi yang berlangsung singkat namun penuh makna ini menjadi pengingat bahwa kesiapan bukan hanya soal alat dan sistem, tetapi juga tentang kebiasaan dan kesadaran. Dari bunyi kentongan hingga langkah-langkah evakuasi, semuanya adalah bagian dari upaya melindungi satu hal yang paling berharga: keselamatan jiwa.

Pos terkait