Detik-detik di Jalur Padat Cibadak: Satu Manuver Berujung Petaka

LINGKARPENA.ID | Sore itu, arus kendaraan di ruas jalan depan Samsat Cibadak mengalir seperti biasa. Deru mesin, klakson bersahutan, dan lalu-lalang kendaraan besar menjadi pemandangan sehari-hari di kawasan Karang Hilir, Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi. Namun Sabtu (28/3/2026) berubah menjadi hari yang tak akan dilupakan—sebuah kecelakaan merenggut satu nyawa dalam sekejap.

 

Seorang perempuan pengendara sepeda motor melaju dari arah Cibadak menuju Kota Sukabumi. Ia mengendarai Honda Beat bernomor polisi F 5075 UCB, menyusuri jalan yang dikenal padat, terutama oleh kendaraan bertonase besar. Di tengah kepadatan itu, sebuah keputusan diambil—menyalip dari sisi kanan.

Baca juga:  Pencucian Mobil Terkabar di Lembursitu Kota Sukabumi, 3 Unit Damkar Dikerahkan

 

Langkah singkat itu menjadi titik balik.

 

Di saat bersamaan, sebuah truk Hino bernomor polisi F 9118 FH melintas. Ruang gerak yang sempit dan waktu yang begitu singkat membuat tabrakan tak terhindarkan. Motor kehilangan kendali, tubuh korban terjatuh ke badan jalan, lalu seketika terlindas roda kendaraan besar tersebut.

 

“Semua terjadi sangat cepat. Korban seperti tidak punya ruang untuk menghindar,” ujar Endan (64), warga yang berada tak jauh dari lokasi kejadian.

Baca juga:  Kabar Tiga Anak Hilang di Ciracap Sempat Hebohkan Warga, Begini Kronologinya

 

Benturan keras itu menghentikan segalanya. Korban mengalami luka berat dan dinyatakan meninggal dunia di tempat sebelum sempat mendapatkan pertolongan.

 

Suasana mendadak berubah. Warga berkerumun, sebagian terdiam menyaksikan, sebagian lain mencoba membantu sebisanya. Kendaraan yang melintas memperlambat laju, menyebabkan antrean panjang di kedua arah.

 

Tak lama berselang, petugas kepolisian tiba di lokasi. Garis pembatas dipasang, olah tempat kejadian perkara dilakukan, sementara jasad korban dievakuasi. Sopir truk turut diamankan untuk kepentingan penyelidikan.

Baca juga:  Relawan KDM Sukabumi Dampingi Keluarga Korban Senapan Angin yang Meninggal di RS Betha Medika Ke Lembur Pakuan Subang

 

Peristiwa ini kembali menegaskan risiko besar di jalan raya—terutama di jalur yang dipadati kendaraan berat. Manuver menyalip yang tampak sederhana bisa berubah menjadi keputusan fatal dalam hitungan detik.

 

“Jalan ini memang ramai, apalagi banyak truk besar. Kalau tidak benar-benar aman, jangan memaksakan menyalip,” kata seorang pengendara yang melintas, mengingatkan.

 

Di balik hiruk-pikuk lalu lintas, tragedi ini meninggalkan pesan sunyi: kehati-hatian adalah satu-satunya pelindung yang tak boleh diabaikan di jalan raya.

Pos terkait