LINGKARPENA.ID | Relawan KDM Kota/Kabupaten Sukabumi, Egi Sonia S.H., CPL, mendampingi keluarga tidak mampu untuk melaporkan peristiwa meninggalnya seorang anak berusia 6 tahun berinisial SH ke Pos Pengaduan Lembur Pakuan, Subang, Selasa (10/2/2026).
Korban SH dilaporkan meninggal dunia akibat insiden yang diduga bermula dari kelalaian ayah tirinya. Dalam keterangan keluarga, korban terkena senapan yang tengah diperbaiki oleh ayah tirinya hingga menyebabkan luka serius.
Selain melaporkan kejadian tersebut, keluarga juga mengadukan pelayanan Rumah Sakit Betha Medika yang dinilai tidak memuaskan. Menurut pengakuan keluarga, saat korban dalam kondisi darurat pihak rumah sakit meminta uang muka sebesar Rp4 juta terlebih dahulu sebelum dilakukan penanganan secara maksimal.
Tak hanya itu, keluarga juga mengeluhkan proses pemulangan jenazah yang disebut baru dapat dilakukan setelah seluruh biaya rumah sakit dilunasi. Kondisi tersebut membuat keluarga terpaksa meminjam uang ke berbagai pihak demi memenuhi biaya yang diminta.
Egi Sonia bersama ibu kandung korban serta kepala desa setempat kemudian mendatangi langsung Pos Pengaduan Lembur Pakuan Subang dan bertemu dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk menyampaikan keluhan dan laporan yang dialami keluarga korban.
Egi mengatakan, pertemuan tersebut mendapat respons baik dari Gubernur Jawa Barat.
“Hari ini saya mendampingi ibu kandung korban bersama pihak keluarga dan kepala desa setempat untuk menyampaikan laporan langsung ke Pos Pengaduan Lembur Pakuan Subang. Kami menyampaikan kejadian meninggalnya anak berinisial SH, termasuk keluhan terkait pelayanan rumah sakit yang diduga meminta uang muka Rp4 juta saat kondisi darurat,” ujar Egi Sonia.
Ia menyebut, keluhan keluarga tersebut langsung ditanggapi oleh Gubernur Dedi Mulyadi, bahkan pihaknya menerima informasi bahwa akan ada tindak lanjut cepat.
“Alhamdulillah Pak Gubernur merespons dengan baik. Informasinya besok akan langsung diturunkan tim untuk mendatangi rumah pihak korban dan menindaklanjuti laporan keluarga,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak keluarga berharap laporan tersebut dapat diproses secara hukum serta adanya evaluasi terhadap pelayanan rumah sakit swasta yang dikeluhkan.






