LINGKARPENA.ID | Di tengah arus globalisasi dan pesatnya perkembangan teknologi informasi, nilai-nilai kebangsaan dan ideologi Pancasila dihadapkan pada tantangan baru. Dan generasi muda, memiliki peran strategis dalam menjaga serta menyebarluaskan nilai-nilai luhur bangsa.
Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI sekaligus Anggota MPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Hj. Dewi Asmara, pada kegiatan penguatan relawan gerakan kebajikan Pancasila kepada masyarakat, di Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, Minggu (31/8/2025).
Selain dihadiri Dewi Asmara, acara tersebut dihadiri pula Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Budi Azhar Mutawali, S.Ip. M.Si, Dan Analis Kebijakan Ahli Madya BPIP Dr. Achdyat, S.Kom., M.MSI.
Dalam sambutannya Dewi Asmara mengajak peserta relawan gerakan kebajikan Pancasila untuk terus menanamkan dan mengimplementasikan nilai Pancasila sebagai dasar dalam menjalani kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
“Pancasila sebagai dasar negara, ideologi, sekaligus pandangan hidup bangsa Indonesia harus terus diperkuat di tengah arus globalisasi yang menghadirkan kemajuan teknologi dann informasi, serta identitas, hingga ancaman disintegrasi bangsa bahkan tantangan berupa pergeseran nilai, krisis identitas,” ujarnya.
Sambungnya lagi, sosialisasi kebajikan nilai Pancasila dan wawasan kebangsaan bukan hanya menjadi tanggung jawab negara, tetapi juga memerlukan partisipasi aktif masyarakat, terutama generasi muda yang berada di garda depan pemikiran dan perubahan sosial.
Ia pun memaparkan kondisi umum yang terjadi saat ini menunjukkan adanya degradasi karakter dan nasionalisme di kalangan pemuda, yang ditandai dengan kurangnya kepedulian terhadap nilai moral dan jati diri bangsa, sikap individualistik dengan prioritas pada popularitas media sosial, serta hilangnya identitas budaya akibat terjerumus pada tren tanpa filter.
Ia menekankan agar masyarakat waspada terhadap dampak digitalisasi yang dapat menyebabkan kurangnya kesadaran kewarganegaraan, etika dan moral yang sering terabaikan.
“Gaya hidup terpengaruh perubahan drastis dalam interaksi sosial, gotong royong memudar cenderung individualistis. Apatis sosial dimana fokus pada diri sendiri bahkan saat bersama orang lain,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Budi Azhar Muntawali, S.Ip. M.Si, menyampaikan soal kurangnya empati dan pembelaan kelompok yang salah pada Sila ke-2, kegaduhan di media sosial tanpa solusi konstruktif, pada Sila ke-3, sikap tidak menghargai pendapat saat berdiskusi pada Sila ke-4, serta pilih kasih, hilangnya gotong royong, dan perusakan fasilitas umum pada Sila ke-5.
“Saya mengucapkan terimakasih kepada Hj. Dewi Asmara, SH.MH., dan BPIP yang telah hadir di wilayah Kabupaten Sukabumi secara langsung memberikan pengetahuan ideologi Pancasila kepada masyarakat di tengah fenomena yang terjadi saat ini,” singkatnya.






