Di Usia Senja, Pak Mohan: Hidup Numpang dan Berjualan di Pinggir Jalan Nagrak-Cibadak

Inilah sosok Pak Mohan (60) tahun, saat bertahan hidup dengan berjualan di pinggir Jalan alternatif Nagrak-Sukabumi.[foto: rudi]

LINGKARPENA.ID | Panas matahari yang menyengat tak menghentikan langkah seorang lansia bernama Mohan untuk terus mencari nafkah. Di tepi Jalan Alternatif Nagrak-Cibadak, pria berusia 60 tahun itu tampak duduk menjaga dagangannya yang digelar sederhana di atas karung putih, Rabu (27/5/2026).

 

Bagi pengguna jalan yang kerap melintas, sosok Pak Mohan sudah menjadi pemandangan sehari-hari. Di balik wajah ramah dan senyum sederhananya, tersimpan kisah perjuangan panjang menghadapi kerasnya kehidupan di usia yang tak lagi muda.

 

“Sekarang cari uang makin susah. Tapi saya harus tetap jalan demi bisa makan hari ini,” ujar Pak Mohan.

Baca juga:  Rayakan HUT ke-80 TNI, Posramil Purabaya dan Yayasan Serdadu Sadulur Gelar Khitanan Massal

 

Selama kurang lebih 25 tahun, Pak Mohan menggantungkan hidup dari berdagang. Berbagai barang pernah ia jual demi menyambung kebutuhan sehari-hari. Namun kondisi ekonomi yang terus berubah membuat penghasilannya semakin tidak menentu.

 

Di saat sebagian orang seusianya menikmati masa tua bersama keluarga, Pak Mohan justru masih harus berjuang dari pagi hingga malam di pinggir jalan. Dengan kondisi fisik yang mulai melemah, ia tetap bertahan karena tidak memiliki pilihan lain.

 

“Kalau saya berhenti dagang, saya nggak punya penghasilan,” katanya pelan.

Baca juga:  Miris, Warga Pasiripis Surade Tinggal di Gubug Sempit Bertahun-tahun

 

Tak hanya persoalan ekonomi, kehidupan pribadinya pun menyimpan luka mendalam. Tujuh tahun lalu, Pak Mohan harus berpisah dengan istrinya setelah membina rumah tangga selama 15 tahun. Sejak saat itu, ia hidup menumpang di tempat rekan sesama pedagang karena tak mampu menyewa rumah sendiri.

 

“Alhamdulillah masih ada teman yang peduli dan mau memberi tempat tinggal,” tuturnya.

 

Hingga kini, Pak Mohan mengaku belum pernah menerima bantuan sosial ataupun bantuan usaha dari pemerintah. Padahal, kondisi hidupnya jauh dari kata berkecukupan.

Baca juga:  1000 Paket Sembako Mendes untuk Korban Bencana Pabuaran, Begini Kata Dandim Sukabumi

 

Di usianya yang semakin senja, ia hanya memiliki harapan sederhana. Selain bantuan modal usaha agar bisa terus berdagang, ia juga berharap memiliki jaminan kesehatan dan tempat tinggal yang layak untuk menjalani sisa hidupnya.

 

“Saya cuma ingin hidup tenang di masa tua, punya rumah kecil untuk berteduh,” ungkapnya penuh harap.

 

Kisah Pak Mohan menjadi gambaran nyata perjuangan sebagian lansia yang masih harus bekerja keras demi bertahan hidup. Di tengah keterbatasan dan himpitan ekonomi, mereka terus melangkah meski tenaga tak lagi sekuat dahulu.

Pos terkait