LINGKARPENA.ID | Seorang pria yang diduga terlibat dalam pencurian handphone (HP) milik seorang jemaah masjid dilaporkan tenggelam di aliran sungai di Kampung Leuwiorok, RT 001/RW 001, Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi.
Peristiwa tersebut bermula pada Rabu ( 14/10/2026 ), sekitar pukul 13.30 WIB, saat korban melaksanakan salat Zuhur di sebuah masjid di wilayah Kecamatan Parungkuda. Setelah menunaikan ibadah, korban berniat beristirahat sejenak sambil mengisi daya handphone miliknya di dekat pintu masjid.
Korban kemudian meletakkan HP di atas kotak amal dan berbaring untuk beristirahat. Sekitar 30 menit kemudian, ketika terbangun, korban mendapati handphone yang sedang diisi daya tersebut sudah tidak ada.
Korban selanjutnya menanyakan kejadian itu kepada penjaga masjid. Berdasarkan keterangan penjaga, sebelumnya terdapat seseorang yang masuk ke masjid dengan mengenakan pakaian gamis berwarna hitam.
Mendapatkan informasi tersebut, korban bersama temannya berusaha mencari dan mengejar orang yang dicurigai ke arah Cibadak.
Saat tiba di depan SPBU Leuwiorok, korban melihat orang yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut berada di pintu masuk SPBU. Namun, orang tersebut diketahui sudah berganti pakaian.
Korban bersama temannya kemudian menanyakan keberadaan handphone yang sebelumnya sedang diisi daya di dalam masjid. Akan tetapi, orang tersebut justru terus mundur sebelum akhirnya berlari menyeberangi jalan dan melompat ke sungai yang berada di seberang SPBU.
Korban dan temannya berusaha mengikuti pergerakan orang tersebut dari tepi sungai. Namun, derasnya aliran air membuat orang yang diduga sebagai pelaku terbawa arus hingga ke bawah jembatan di Kampung Leuwiorok.
Di lokasi tersebut, pria itu dilaporkan tenggelam di bagian sungai dengan kedalaman sekitar empat meter. Sebelum tenggelam, ia sempat melepaskan tas yang dibawanya.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut tidak berani memberikan pertolongan karena kondisi sungai yang dalam. Sementara itu, tas yang terbawa arus ditemukan warga sekitar 100 meter dari lokasi pria tersebut tenggelam.
Setelah diperiksa, tas tersebut berisi satu unit handphone milik korban dan pakaian gamis yang diduga dikenakan sebelumnya.
Dalam keterangan tertulis yang diterima lingkarpena.id, Kapolsek Parungkuda, AKP Erman, S.H., menyatakan bahwa anggota piket Polsek Parungkuda telah melakukan pengecekan ke lokasi untuk menindaklanjuti kejadian tersebut.
“Anggota piket Polsek Parungkuda melakukan pengecekan lebih lanjut terkait kejadian tersebut,” ujarnya
Hingga berita ini disusun, informasi mengenai identitas pria yang tenggelam serta kondisi terakhirnya masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut dari pihak kepolisian.
Peristiwa ini menjadi perhatian warga setempat, terutama karena dugaan pencurian yang berujung pada insiden tenggelam di sungai. Pihak kepolisian diharapkan dapat mengungkap secara utuh kronologi dan memastikan penanganan kejadian tersebut sesuai prosedur.






