Kaca Jendela SMPN 5 Ciracap Rusak Dilempari Balok Kayu, Penjaga Sekolah Sempat Pergoki Pelaku

LINGKARPENA.ID | Fasilitas bangunan SMP Negeri 5 Ciracap, yang berlokasi di Kampung Mekarsari, Desa Mekarsari, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, mengalami kerusakan setelah sembilan kaca jendela di lingkungan sekolah tersebut pecah pada Rabu (14/10/2026) dini hari.

 

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 01.00 WIB itu diketahui oleh penjaga sekolah, Dasep (42), yang saat kejadian tengah beristirahat. Ia mengaku terbangun setelah mendengar suara pecahan kaca dari arah area sekolah.

 

Mendengar suara mencurigakan tersebut, Dasep langsung keluar untuk memastikan sumber suara. Saat itulah ia melihat seseorang membawa balok kayu berjalan meninggalkan lingkungan sekolah.

 

Dasep mengaku tidak melakukan pengejaran karena mengenali orang tersebut sebagai warga setempat yang diketahui mengalami gangguan kejiwaan. Ia hanya menegur orang itu dengan suara keras.

Baca juga:  Sat Narkoba Polresta Sukabumi, Ringkus Pengedar Sabu-sabu di Cibereum

 

“Saya sedang tidur, kemudian terdengar suara kaca pecah dari arah sekolah. Setelah keluar, saya melihat orang tersebut membawa balok kayu dan berjalan meninggalkan area sekolah,” ungkap Dasep saat menceritakan kejadian yang disaksikannya.

 

Ia tidak berusaha mengejar orang tersebut karena mengetahui kondisi yang bersangkutan. Setelah kejadian itu, kerusakan pada sejumlah jendela sekolah diketahui mencapai sembilan unit kaca.

 

Berdasarkan hasil pendataan sementara, kaca yang pecah meliputi satu unit kaca jendela masjid sekolah, satu unit kaca jendela ruang kantor guru, serta tujuh unit kaca jendela ruang kelas.

 

Akibat kejadian tersebut, pihak sekolah mengalami kerugian materiil yang diperkirakan mencapai Rp1 juta. Tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Baca juga:  Pos Keamanan SMP Negeri 1 Jampangkulon Dilempar OTK

 

Forkopimcam Lakukan Asesmen

 

Menindaklanjuti kejadian itu, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Ciracap melakukan asesmen di lokasi pada Rabu pagi sekitar pukul 10.00 WIB.

 

Petugas bersama pihak terkait melakukan pendataan kerusakan, mengumpulkan keterangan saksi, serta membersihkan pecahan kaca yang berserakan di sekitar bangunan sekolah.

 

Koordinasi juga dilakukan dengan Puskesmas Ciracap untuk menangani warga yang diduga melakukan perusakan tersebut. Berdasarkan laporan awal, yang bersangkutan merupakan warga Desa Mekarsari berusia 44 tahun dan telah mengalami gangguan kejiwaan sekitar dua tahun terakhir.

 

Pihak Puskesmas Ciracap bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan telah melakukan penanganan awal, termasuk pemberian obat penenang oleh petugas kesehatan.

Baca juga:  Duel dengan Pencuri, Warga Nagrak Sukabumi Alami Luka

 

Selanjutnya, pihak terkait berencana membawa yang bersangkutan ke rumah sakit jiwa untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut setelah dilakukan koordinasi dan tercapai kesepakatan dengan pihak keluarga.

 

Peristiwa ini menjadi perhatian bersama agar fasilitas pendidikan tetap aman dan nyaman bagi kegiatan belajar mengajar. Penanganan terhadap warga yang diduga mengalami gangguan kejiwaan juga diharapkan dilakukan secara tepat dengan melibatkan keluarga, tenaga kesehatan, dan unsur pemerintah setempat.

 

Hingga laporan ini disusun, kerugian akibat kerusakan kaca diperkirakan mencapai Rp1 juta, sementara penanganan terhadap warga yang bersangkutan masih dikoordinasikan dengan pihak keluarga dan tenaga kesehatan.

Pos terkait