LINGKARPENA.ID | Sebuah bangunan rumah toko (ruko) milik warga di Kampung Pasir Ipis, RT 08 RW 03, Desa Sagaranten, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, dilaporkan mengalami kebakaran pada Minggu (28/12/2025) sore. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 18.10 WIB, di tengah kondisi cuaca hujan.
Bangunan ruko yang terbakar diketahui milik seorang warga bernama Oleh Permana. Api diduga berasal dari korsleting atau arus pendek listrik pada salah satu peralatan rumah tangga, yakni dispenser air minum, yang kemudian memicu kebakaran.
Danpos Damkar Sagaranten, Yusup, mengatakan pihaknya menerima laporan dari warga sesaat setelah api mulai membesar. Tim pemadam kebakaran Pos IX Sagaranten langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan.
“Begitu menerima laporan, kami langsung bergerak cepat ke lokasi kejadian. Setibanya di tempat, api sudah membakar sebagian area ruko, namun berkat respons cepat petugas dan bantuan warga, api berhasil dikendalikan agar tidak merembet ke bangunan lain,” ujar Yusup kepada lingkarpena. id, Minggu ( 28/12/2025 ).
Ia menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi kejadian, penyebab kebakaran diduga kuat akibat arus pendek listrik dari dispenser yang terbakar. Meski demikian, pihaknya masih melakukan pendataan lanjutan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran tersebut.
“Dugaan sementara kebakaran disebabkan korsleting listrik dari dispenser. Untuk penyebab pastinya masih menunggu hasil pendalaman lebih lanjut,” tambahnya.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Pemilik ruko dilaporkan dalam kondisi aman dan tidak mengalami luka, baik luka ringan maupun luka berat. Beruntung, sebagian besar bangunan serta barang-barang yang berada di dalam ruko masih dapat diselamatkan.
Meski demikian, kebakaran tersebut menyebabkan kerugian materi yang ditaksir mencapai sekitar Rp70 juta. Nilai kerugian tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah setelah proses pendataan selesai dilakukan.
Selain petugas pemadam kebakaran dari Pos IX Sagaranten, sejumlah unsur turut hadir di lokasi kejadian, di antaranya Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Sagaranten serta warga setempat yang membantu proses pemadaman dan pengamanan area.
Yusup juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, khususnya yang disebabkan oleh instalasi listrik dan peralatan elektronik rumah tangga.
“Kami mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksa kondisi instalasi listrik dan memastikan peralatan elektronik dalam kondisi aman, terutama saat ditinggal atau digunakan dalam waktu lama,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi kejadian telah dinyatakan aman dan kondusif. Petugas masih melakukan pendataan lanjutan terkait dampak dan kerugian akibat kebakaran tersebut.






