Luapan air sungai Cikaso rendam pemukiman warga di Datarnangka Sagaranten, hingga selutut orang dewasa. [Foto: Ist]

Sungai Cikaso Meluap, Rumah dan Lahan Pertanian Warga Datarnangka Sagaranten Hancur

KABUPATEN SUKABUMI PERISTIWA

Lingkarpena.id, SUKABUMI – Sungai Cikaso kembali meluap dan merendam pemukiman dan lahan pertanian warga. Banjir melanda Kampung Garduh Desa Datarnangka, Kecamatan Sagaranten, Rabu (10/11).

Akibat meluapnya sungai Cikaso, banjir rendam pemukiman, bengkel, pengrajin batu aji di Kampung Garduh Desa Datarnangka Kecamatan Sagaranten Kabupaten Sukabumi itu.

Selain pemukiman warga, sawah yang baru saja ditanami tak luput dari genangan luapan air yang berasal dari sungai Cikaso tersebut. Air sungai Cikaso, menerjang penahan DAM yang ada di bantaran sungai tersebut.

Baca juga:  Diprotes Warga, Kades Hegarmanah "Curhat" Soal Kebijakan Covid-19

“Saya menerima laporan warga sekitar pukul 23.30 WIB ada rumah warga Kampung Garduh yang terendam luapan sungai Cikaso. Saya bersama Babinsa langsung menuju lokasi,” ucap Kepala Desa Datarnangka, Jahid, kepada awak media.

Warga setempat Joni, menambahkan, bukan hanya rumah saja akan tetapi luapan sungai Cikaso juga merendam pertanian warga kampung Garduh yang baru saja ditanami. Akibat banjir besar kemungkinan pertanian warga hancur karena terendam air sungai.

Baca juga:  16 Titik Bencana Dalam Dua Hari, Kabupaten Sukabumi Dikepung Bencana Longsor dan Banjir

“Ada satu hektar lebih sawah terendam luapan sungai Cikaso yang baru saja ditanami. Besar kemungkinan tanaman padi hancur terkena luapan air sungai Cikaso ini,” jelas Joni.

Luapan sungai Cikaso di Kampung Garduh itu merendam salah satu rumah. Menurut Paten, salah satu warga Garduh menyebutkan, naiknya air dari aliran sungai Cikaso selain dari intensitas hujan tinggi juga tidak terdapatnya DAM di bantaran sungai Cikaso. Hal itu yang menyebabkan air naik langsung ke pemukiman warga.

Baca juga:  Banjir di Tegalbuleud Seorang Guru SD Gagal Mengajar? Pemerintah Diminta Carikan Solusi

“Ya, meluapnya air selain intensitas hujan yang tinggi juga tidak terdapatnya DAM di bantaran sungai Cikaso. Ini yang menyebabkan air naik langsung ke perumahan warga,” sebut Paten.

Atas bencana yang disebabkan, ditaksir kerugian mencapai kurang lebih 150 juta rupiah. Air menyapu batu aji hasil produksi yang terbawa arus luapan sungai Cikaso. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini.

 

Reporter: Aris Ram
Redaktur: Akoy Khoerudin

Tinggalkan Balasan