LINGKARPENA.ID | Bencana alam longsor pada Desember 2024 berdampak rusaknya beberapa fasilitas dan infastruktur, termasuk saluran irigasi Ciletuh – Cipinang, Desa Mekarmukti, Kecamatan Waluran, Kabupaten Sukabumi.
Saluran irigasi tersebut saat ini tengah dilakukan perbaikan secara swadaya oleh masyarakat, dengan harapan lahan pertanian warga dapat pasokan air dengan optimal.
Dijelaskan Kepala UPTD PU Wilayah Ciemas, Dadang Kuswara, saluran irigasi yang terdampak meiliki panjang sekitar 9,7 kilometer, dengan luas area pertanian sekitar 441 hektare.
Dikatakan Dadang, penanganan yang dilakukan warga hanya bersifat sementara sebelum adanya perbaikan permanen dari pemerintah.
“Irigasi Cipinang – Ciletuh merupakan kewenangan Dinas PU Kabupaten Sukabumi. Saat ini tengah dilakukan pengerukan menggunakan alat berat,” kata Dadang kepada lingkarpena.id Selasa (19/8/2025).
“Rencana perbaikan secara permanen pada saluran irigasi Ciletuh – Cipinang akan dilaksanakan pada 2026 melalui anggaran Intruksi Presiden (Inpres) gelombang 2, anggarannya di atas Rp 2 miliar,” imbuhnya.
Lanjut Dadang, awalnya perbaikan tersebut diajukan ke Banprov, tetapi dibatalkan. Karena kebutuhan anggaran cukup besar kemudian diajukan melalui Inores.
Program pembangunan yang akan digarap di tahun 2026, selain irigasi Ciletuh – Cipinang, di Desa Mekarmukti, irigasi Cimulek di Desa Waluran, dan irigasi Cimarinjung di Desa Ciwaru. Sementara Inpres Gelombang 1, perbaikan infrastruktur irigasi sedang berlangsung di wilayah UPTD Cibadak dan UPTD Palabuhanratu.
“Untuk Kecamatan Waluran dan Kecamatan Ciemas masuk Inpres Gelombang 2. Jadi masyarakat dimohon bersabar, karena ini sudah diusulkan dan sudah masuk agenda,” pungkas Dadang.






