LINGKARPENA.ID | Dugaan intimidasi terhadap Kepala SDN 2 Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, menjadi sorotan setelah video serta informasi mengenai kejadian tersebut beredar di media sosial dan sejumlah grup WhatsApp.
Informasi yang beredar menyebut seorang kepala sekolah didatangi seseorang bernama Agus yang mengaku sebagai wartawan dari media Indoglobe. Dalam peristiwa tersebut, yang bersangkutan disebut-sebut melakukan tindakan yang diduga mengarah pada intimidasi terhadap kepala sekolah.
Kabar tersebut kemudian ramai diperbincangkan setelah salah satu anggota keluarga kepala sekolah, Rifky Ramdani, mengunggah persoalan itu melalui akun Facebook miliknya.
Dalam unggahannya, Rifky menyampaikan keberatan atas kejadian yang dialami ibunya. Ia bahkan menyatakan akan mempertahankan unggahan tersebut hingga pihak yang disebut dalam postingan memberikan permintaan maaf secara langsung kepada ibunya.
Rifky juga menyebut persoalan tersebut telah dibawa ke ranah hukum. Menurutnya, laporan telah dibuat dan proses pemeriksaan dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP), dengan pendampingan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi serta PGRI.
Meski demikian, sampai saat ini belum ada penjelasan resmi yang mengungkap secara utuh mengenai kronologi kejadian, termasuk bentuk dugaan intimidasi yang terjadi dan latar belakang kedatangan orang yang disebut sebagai Agus tersebut.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Herdiawan Waryadi, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima informasi mengenai video dan kabar yang beredar.
Namun, ia menegaskan pihaknya masih melakukan penelusuran untuk memastikan duduk persoalan sebenarnya.
“Kami sudah mengetahui perihal video tersebut, namun belum terdapat penjelasan resmi dan sedang menelusuri awal mula insiden yang terjadi,” ujar Herdiawan kepada wartawan, Senin (31/8/2026).
Di sisi lain, Ketua PGRI Kecamatan Sukaraja masih dalam upaya konfirmasi. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan yang disampaikan terkait pendampingan maupun langkah organisasi atas persoalan tersebut.
Kepala SDN 2 Sukaraja, Siti Julaeha, juga telah dikonfirmasi mengenai peristiwa tersebut. Sejumlah hal ditanyakan, mulai dari kronologi kedatangan orang yang disebut sebagai wartawan, apakah sebelumnya memiliki hubungan atau kepentingan tertentu dengan pihak sekolah, hingga langkah yang telah ditempuh setelah kejadian.
Namun, Siti belum memberikan keterangan secara detail. Ia hanya memastikan persoalan tersebut telah ditangani aparat kepolisian.
“Waalaikum salam. Terima kasih atas perhatiannya dan sudah ditangani pihak polisi,” kata Siti melalui pesan seluler, Senin (31/8/2026).
Sementara itu, identitas dan status Agus yang disebut dalam unggahan sebagai wartawan Indoglobe turut ditelusuri.
Salah seorang kru Indoglobe, Yayat, mengatakan Agus memang pernah melakukan aktivitas jurnalistik di media tersebut. Namun, menurutnya, yang bersangkutan sudah tidak lagi menjalankan kegiatan jurnalistik atau stop press sekitar satu tahun terakhir.
Yayat juga menjelaskan bahwa Indoglobe kini tidak lagi menerbitkan media dalam bentuk cetak dan aktivitasnya dilakukan melalui platform media daring.
“Agus sudah sekitar satu tahun terakhir tidak melakukan aktivitas jurnalistik di Indoglobe,” ujar Yayat.
Hingga berita ini diturunkan, Agus belum memberikan tanggapan atas tudingan yang beredar di media sosial. Upaya memperoleh klarifikasi dari pihak yang bersangkutan masih dilakukan.
Begitu pula dengan pihak kepolisian yang belum menyampaikan keterangan resmi mengenai laporan tersebut, termasuk status penanganan dan hasil pemeriksaan atas dugaan intimidasi yang dilaporkan.
Dengan demikian, informasi mengenai dugaan intimidasi tersebut masih memerlukan penelusuran lebih lanjut dari pihak berwenang. Semua pihak yang disebut dalam informasi yang beredar tetap memiliki hak untuk memberikan klarifikasi, sementara kebenaran mengenai dugaan pelanggaran hukum sepenuhnya menjadi kewenangan aparat penegak hukum.






