Frasa Madrasah Tidak Masuk Draft RUU Sisdiknas, Begini Respon Ketua Dewan Pakar PD PGM Kabupaten Sukabumi

Hasim Adnan (Tengah, kelima dari kiri) Ketua Dewan Pakar Pimpinan Daerah Perkumpulan Guru Madrasah Kabupaten Sukabumi, yang juga anggota DPRD Provinsi Jawa Barat.| Foto: Istimewa

LINGKARPENA – Rencana Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) tidak memasukan Madrasah dalam draft RUU Sisdiknas dan hanya akan memasukannya pada bagian penjelasan. Terkait keputusan tersebut menuai kritik dari berbagai kalangan.

Salah satunya dari Ketua Dewan Pakar Pimpinan Daerah (PD) Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) Kabupaten Sukabumi, Hasim Adnan yang juga anggota DPRD Provinsi Jawa Barat.

Baca juga:  Pemdes Hegarmanah Gelar Musdes, Ini Pencapaian Pembangunan Anggaran Tahun 2021

“Hilangnya Madrasah dalam draft RUU Sisdiknas, menjadi penanda bahwa tim perumus dari Kemendikbudristek tidak memiliki pengetahuan yang luas terhadap eksistensi madrasah dalam sejarah perjalanan bangsa ini,” tegas Hasim.

Sebab, demikian Hasim melanjutkan, bila tim perumus punya pengetahuan terkait betapa besarnya peran Madrasah sejak sebelum negara ini berdiri, maka tim tersebut tidak akan serta merta menghapus Madrasah dalam draft RUU Sisdiknas.

Baca juga:  Akses Jalan Cikuda Tegalbuleud Bak Kubangan Kerbau, Masyarakat Minta Diperhatikan

“Karena tidak memiliki pengetahuan terkait madrasah, maka konsekuensinya hilang tuh (sensitivity of history) kepekaan sejarahnya. Nah, jika orang sudah tak lagi peka sejarah, akan berujung pada penyakit yang oleh para ahli disebut, amnesia sejarah,” sambung. Hasim.

Pos terkait