Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, saat menghadiri Maulid Nabi Muhammad SAW (Muludan) di Kasultanan Kanoman Cirebon, Selasa (19/10/2021) malam. [Foto: Ist]

Hadiri Tradisi Panjang Jimat, LaNyalla: Disematkan Pin Kasultanan Kanoman Cirebon

BUDAYA

Lingkarpena.id, CIREBON – Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menghadiri Maulid Nabi Muhammad SAW (Muludan) di Kasultanan Kanoman Cirebon, Jawa Barat, Selasa (19/10/2021) malam. Di Kasultanan Kanoman, acara puncak Muludan disebut dengan malam Pelal Ageng atau Panjang Jimat.

Kehadiran LaNyalla di Pendopo Jinem Kasultanan, disambut langsung oleh Sultan Kanoman XII Kanjeng Gusti Sultan Raja Mohammad Emirudin dan adik kandungnya Hj. Ratu Raja Arimbi Nurtina, S.T.

Baca juga:  Menang Atas Taiwan, LaNyalla: Optimis Timnas Lolos Kualifikasi Piala Asia 2023

Sebagai penghormatan, LaNyalla dan senator asal Jawa Barat, Eni Sumarni, disematkan pin Kasultanan Kanoman oleh Ratu Raja Arimbi mewakili Sultan Kanoman XII.

LaNyalla juga didampingi Sekjen DPD RI Rahman Hadi dan Deputi Administrasi DPD RI Lalu Niqman Zahir. Turut hadir juga dalam acara tersebut Wakil Walikota Cirebon, Dra Hj Eti Herawati dan Sekjen Partai Bulan Bintang Afriansyah Noor.

Baca juga:  BUMDes Maksimal, Ketua DPD RI: Minta Motivasi Perangkat Desa Ditingkatkan
Baca juga:
Silaturahmi Ke Pesantren Cibogo Cirebon, Ketua DPD RI: Bagikan Sajadah

Menurut LaNyalla, memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW sebagai cara umat muslim agar selalu ingat kepada Allah dan Rasul-Nya. Dengan mengingat Muhammad SAW, kemudian umat muslim akan berusaha meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

“Hal itu menjadi spirit kita semua dalam melaksanakan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara. Kita harus mencontoh sifat Nabi Muhammad SAW yang pasti membuat kita tidak terjerumus kepada hal-hal yang negatif yang tidak sesuai dengan ajaran agama dan aturan pemerintah,” kata LaNyalla.

Baca juga:  Pandemi Covid-19 Meluluh Lantahkan Pelaku Seni, Abah Ruskawan: "Ibarat Mati Suri"

Mengenai tradisi Panjang Jimat, LaNyalla berharap tradisi tersebut dipertahankan dan dilestarikan.

“Tradisi Panjang Jimat sebagai ritual yang sakral harus diuri-uri supaya lestari. Sebagai warisan nilai luhur yang penuh makna agamis,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan