Inilah Pernyataan Sikap Lembaga Dakwah Komunitas Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Sukabumi

FOTO: Solahudin Al Ayubi, Ketua Lembaga Dakwah Komunitas Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Sukabumi.[dok.ist]

Bismillahirrahmanirrahim Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, yang telah menuntun umat manusia menuju kehidupan yang berkeadaban dan berkemajuan.

 

Berkenaan dengan tidak diberikannya izin pelaksanaan Salat Idulfitri di Lapangan Merdeka oleh Pemerintah Kota Sukabumi, kami dari Lembaga Dakwah Komunitas sebagai unsur pembantu pimpinan di lingkungan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Sukabumi

menyampaikan sikap sebagai berikut:

 

Kami menegaskan bahwa Salat Idulfitri merupakan bagian dari syiar Islam yang memiliki dimensi ibadah sekaligus sosial-kebudayaan. Oleh karena itu, pembatasan terhadap pelaksanaannya di ruang publik harus didasarkan pada alasan yang objektif, proporsional, dan

Baca juga:  Musda VI PD FSP KEP SPSI Provinsi Jawa Barat, "Semangat Berintegritas, Mayoritas dan Berkualitas"

dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka.

 

Kami memandang bahwa keputusan tersebut, apabila tidak disertai penjelasan yang transparan, berpotensi menimbulkan persepsi adanya ketidakadilan dalam pengelolaan dan akses terhadap ruang publik, serta dapat mencederai prinsip kesetaraan warga negara dalam menjalankan

ibadah.

 

Dalam kerangka negara hukum, kebebasan beragama dan beribadah merupakan hak konstitusional yang dijamin oleh Undang-Undang Dasar 1945. Oleh sebab itu, setiap kebijakan publik hendaknya tidak bertentangan dengan semangat perlindungan terhadap hak tersebut.

 

Kami mendorong Pemerintah Kota Sukabumi untuk meninjau kembali kebijakan dimaksud, serta membuka ruang dialog yang setara, rasional, dan berkeadaban dalam mengayomi masyarakat, termasuk Muhammadiyah, sebagai bagian dari kekuatan sipil yang turut membangun kehidupan kota.

Baca juga:  Kanit Reskrim Polsek Cibadak Polres Sukabumi, AKP Madun Purna Tugas

 

Sebagai gerakan dakwah yang berorientasi pada amar ma’ruf nahi munkar dan tajdid, kami berkewajiban menyampaikan kritik secara konstruktif terhadap kebijakan yang kami nilai belum mencerminkan keadilan sosial dan kemaslahatan bersama.

 

Kami menegaskan bahwa sikap ini merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan dakwah untuk menjaga marwah ummat, tanpa keluar dari koridor hukum, etika, dan komitmen kebangsaan.

 

Dalam waktu yang sama,pimpinan tetap menyiapkan langkah-langkah alternatif demi memastikan pelaksanaan ibadah Salat Idulfitri dapat berlangsung dengan khusyuk, tertib, dan penuh kebersamaan.

Baca juga:  Warga dan Pengguna Jalan, Harapkan Perbaikan Jalan Rusak Milik Provinsi Digeber

 

Kami mengimbau kepada seluruh warga Muhammadiyah dan masyarakat luas untuk tetap menjaga ketenangan, mengedepankan akhlak mulia, serta tidak terprovokasi oleh narasi yang dapat merusak persatuan.

 

Sebagai bagian dari gerakan Islam berkemajuan, Muhammadiyah akan senantiasa berdiri di atas prinsip kebenaran, keadilan, dan kemaslahatan umat, dengan cara-cara yang beradab, rasional, dan mencerahkan.

Demikian pernyataan ini kami sampaikan. Semoga Allah SWT memberikan petunjuk kepada kita semua dalam menegakkan keadilan dan kebaikan di tengah kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

 

Nassrun min Allah wafhatun qorrib

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Sukabumi,19 maret 2026

 

 

Pos terkait