Isra Mi’raj Jadi Fondasi Etika Pelayanan Pariwisata Sukabumi

Sumber foto: akun medsos Dispar Kab. Sukabumi./ist

LINGKARPENA.ID | Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW pada 16 Januari 2026 dimanfaatkan sebagai momentum penguatan nilai moral dalam pembangunan sektor pariwisata Kabupaten Sukabumi. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Dr. Drs. H. Ali Iskandar, M.H., menilai peristiwa agung tersebut sarat pesan spiritual yang relevan dengan peningkatan kualitas pelayanan publik, khususnya di bidang pariwisata.

Ali Iskandar menekankan bahwa pengembangan pariwisata tidak dapat dilepaskan dari nilai etika, integritas, dan akhlak dalam melayani wisatawan. Menurutnya, keberhasilan pariwisata tidak hanya diukur dari keindahan destinasi, tetapi juga dari perilaku dan karakter para pelakunya.

Baca juga:  Safari Ramadhan Walikota Sukabumi, Kuatkan Ahlak dan Aqidah Kita di Bulan Ramadhan

“Isra Mi’raj mengajarkan kedisiplinan, kejujuran, dan tanggung jawab. Nilai-nilai ini sangat penting untuk membentuk pelayanan pariwisata yang beradab dan berkarakter,” ujar Ali Iskandar.

Ia menyampaikan bahwa Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi terus mendorong pengelolaan pariwisata yang berkelanjutan dengan tetap menjunjung tinggi budaya lokal dan nilai religius masyarakat. Spiritualitas yang tercermin dalam peringatan Isra Mi’raj diharapkan mampu menjadi penguat komitmen aparatur dan pelaku usaha wisata dalam menjaga citra daerah.

Baca juga:  Shalat Ghaib untuk Korban Bencana Gempa Cianjur, Kapolres Sukabumi Turut Terlibat

Lebih lanjut, Ali Iskandar mengajak seluruh jajaran dan pemangku kepentingan pariwisata menjadikan Isra Mi’raj sebagai sarana evaluasi diri, memperbaiki orientasi pelayanan, serta meningkatkan profesionalisme dalam menyambut wisatawan.

“Pelayanan yang tulus, ramah, dan beretika akan membangun kepercayaan. Dari situlah pariwisata bisa tumbuh dan memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat,” katanya.

Baca juga:  Andri Hidayana Apresiasi Suksesnya MTQ Ke 46 Kabupaten Sukabumi

Ia berharap nilai-nilai keteladanan Nabi Muhammad SAW yang tercermin dalam peristiwa Isra Mi’raj dapat menjadi pedoman moral dalam pembangunan pariwisata Sukabumi ke depan, sehingga pertumbuhan ekonomi daerah dapat berjalan seiring dengan pelestarian budaya dan identitas religius masyarakat.

“Pariwisata yang maju harus tetap berpijak pada nilai moral dan kearifan lokal. Itulah kekuatan Sukabumi,” tutupnya. (adv).

Pos terkait