Majelis Ta’lim Disdukcapil Sukabumi, Perkuat Spiritualitas dan Etos Pelayanan Aparatur

Majelis Taklim Disdukcapil Kabupaten Sukabumi, saat menggelar pengajian rutin, Rabu (13/5).[Foto :dok.ist]

LINGKARPENA.ID | Dalam upaya membangun aparatur yang tidak hanya profesional tetapi juga berakhlak, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Sukabumi kembali menggelar kegiatan Majelis Ta’lim Aparatur yang berlangsung dengan khidmat, pada Rabu (13/5/2026).

 

Kegiatan ini menghadirkan mubalig KH. Iman Imron Rosyadi, S.H.I., yang menyampaikan tausiyah tentang pentingnya rasa syukur, kualitas ibadah, serta dampaknya terhadap akhlak dan kinerja aparatur dalam menjalankan tugas pelayanan publik.

 

Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an serta dzikir Ratib Al-Attas, sebagai bentuk ikhtiar membersihkan hati dan menenangkan jiwa sebelum menerima ilmu.

 

Dalam tausiyahnya, KH. Iman menegaskan bahwa seluruh nikmat yang dirasakan manusia merupakan karunia Allah SWT, baik yang disadari maupun yang tidak terlihat.

Baca juga:  Disdukcapil Sukabumi Borong Dua Penghargaan, Perkuat Layanan dan Keamanan Data

 

“Nikmat itu terbagi dua, yaitu nikmat ijad sebagai bentuk penciptaan, dan nikmat imdad berupa keberlangsungan hidup seperti iman, kesehatan, rezeki, dan keluarga. Semua itu harus disyukuri,” ungkapnya.

 

Ia menjelaskan, syukur tidak hanya menjaga nikmat yang telah diberikan, tetapi juga menjadi jalan hadirnya nikmat baru. Oleh karena itu, rasa syukur harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menjalankan tugas sebagai aparatur negara.

 

Selain itu, ia mengingatkan bahwa manusia terdiri dari dua unsur utama, yakni jasmani dan rohani, yang keduanya memerlukan pemenuhan.

Baca juga:  Bupati Resmi Tutup MTQ Tahun 2022 di Ponpes Assalam Warungkiara

 

“Kalau jasmani butuh makanan dan minuman, maka rohani membutuhkan ilmu dan ibadah. Majelis ta’lim ini menjadi ruang untuk mengisi kebutuhan rohani tersebut,” jelasnya.

 

Lebih lanjut, KH. Iman menekankan pentingnya kualitas ibadah. Menurutnya, ibadah yang dilakukan tanpa kekhusyukan hanya sebatas rutinitas fisik dan belum mampu membentuk akhlak yang baik.

 

“Shalat seharusnya mampu mencegah perbuatan keji dan munkar. Tapi itu sangat bergantung pada kualitasnya, bukan sekadar gerakan,” tegasnya.

 

Ia juga menjelaskan bahwa ibadah terbagi menjadi dua, yakni ibadah wajib sebagai fondasi utama, serta ibadah sunnah sebagai penyempurna yang meningkatkan nilai amal seorang hamba.

Baca juga:  Disdukcapil Kab. Sukabumi Pastikan Layanan Adminduk Tetap Optimal, Dorong Masyarakat Manfaatkan Layanan Digital

 

Dalam konteks tugas aparatur Disdukcapil, nilai-nilai spiritual tersebut dinilai sangat relevan. Pelayanan kepada masyarakat tidak hanya dipandang sebagai kewajiban administratif, tetapi juga sebagai bagian dari ibadah yang bernilai pahala jika dilakukan dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab.

 

Kegiatan Majelis Ta’lim ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan tidak semata diukur dari capaian materi, tetapi juga dari keberkahan hidup, kualitas ibadah, serta akhlak dalam keseharian.

 

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh aparatur Disdukcapil Kabupaten Sukabumi dapat semakin meningkatkan keimanan, ketaatan, dan profesionalisme dalam bekerja, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat diberikan secara optimal, tulus, dan berintegritas.(adv).

Pos terkait