LINGKARPENA.ID | Kondisi Jalan Kabupaten ruas Jampangkulon–Ciguyang, Kabupaten Sukabumi, menuai sorotan tajam dari warganet. Hal itu setelah sebuah video yang diunggah warga viral di media sosial Facebook. Video yang berdurasi singkat itu memperlihatkan kondisi jalan yang sudah berlubang dan terkelupas. Padahal diketahui baru sekitar satu bulan selesai diperbaiki.
Kerusakan jalan tersebut berada di Kampung Cijaksa, Kecamatan Jampangkulon. Dalam video yang beredar, tampak jelas permukaan aspal yang mengelupas dan membentuk lubang, sehingga dinilai membahayakan pengguna jalan, khususnya pengendara roda dua. Pengunggah video menyebutkan bahwa ruas jalan tersebut merupakan jalan kabupaten yang baru saja dilakukan perbaikan, namun kualitasnya dinilai sangat mengecewakan.
Unggahan tersebut langsung memicu beragam komentar dari warganet. Sejumlah akun menyampaikan kekecewaan sekaligus kritik keras terhadap kualitas pengerjaan jalan. Akun Facebook May Azmi Andhika menuliskan komentar bernada sindiran, “Parah euy ah, cik atuh sing baroga kaéra cara nyarieun jalan téh meni ukur saumur jagong kualitas jalan gé,” yang menggambarkan kekesalan karena jalan baru diperbaiki namun cepat rusak.
Komentar serupa juga disampaikan akun Iwa Aspal yang menilai kerusakan jalan di Sukabumi kerap terjadi akibat pengerjaan yang tidak maksimal. “Simpel jln di Sk Bumi loba nu rarusak, karna cara pengerjaan na asal-asalan/asal jadi. Hrs na bikin jln na nonggong biar rada awet lah. Aya nu anyar 1 minggu pengerjaan aspal splitna geus ambrol deui,” tulisnya.
Sementara itu, akun Deco Mgp secara tegas meminta adanya tindakan dari pihak terkait. “Wajib dibongkar pihak pelaksana nya itu kk,” tulisnya dalam kolom komentar. Komentar yang lebih keras datang dari akun Mahmud Mahmud yang menduga adanya penyimpangan dalam proyek tersebut. “Tidak mungkin nggak ada korupsinya karena PO pakai aspal jelek murah meriah,” tulisnya.
Akun Putra Mandiri juga meminta agar proyek tersebut segera diperiksa. “Loba teing kana pesak, kudu di sidak eta,” ujarnya. Sedangkan akun AI We menilai pengerjaan jalan terkesan asal selesai. “Can oge ngasaan beres pejet deui,” tulisnya.
Dari informasi yang beredar, diketahui bahwa proyek pengerjaan Jalan Kabupaten ruas Jampangkulon–Ciguyang tersebut dilaksanakan oleh CV Tegar. Proyek ini dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBDP) Tahun Anggaran 2025 Kabupaten Sukabumi dengan nilai anggaran sebesar Rp 928.477.131. Adapun nomor Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) tercatat dengan nomor 0003.3/05/SPMK/PRJNP.03/DPU-BM.P/2025.
Menanggapi hal itu, Kepala UPTD PU Wilayah VI Jampangkulon, Yudi Kuswandi, S. Ip., menegaskan bahwa pihaknya sudah menghubungi pelaksana pengerjaan jalan tersebut agar aegera dilakukan perbaikan.
“Benar ada kodisi jalan seperti itu, dan sudah kami sampaikan kepada pelaksananya untuk segera diperbaiki. Dan perlu diketahui bahwa pengerjaan perbaikan jalan tersebut memang belum selesai, masih dalam pengerjaan,” ungkap Yudi, kepada lingkarpena.id Senin (22/12/2025).
Warga berharap pemerintah daerah dan dinas teknis segera turun tangan untuk melakukan pengecekan lapangan, mengevaluasi kualitas pekerjaan, serta mengambil langkah tegas agar kejadian serupa tidak terus berulang dan merugikan masyarakat.






