Ketua Panitia HPN: Hoaks Kian Masif, Wartawan Dituntut Lebih Profesional

LINGKARPENA.ID | Penyebaran hoaks yang semakin masif di era digital menjadi tantangan serius bagi dunia pers. Kondisi ini menuntut wartawan untuk meningkatkan profesionalisme dalam menyajikan informasi yang akurat dan dapat dipercaya.

 

Hal tersebut disampaikan Ketua Panitia Hari Pers Nasional (HPN) PWI Kabupaten Sukabumi, Heru Yuda, usai puncak peringatan HPN 2026 di GOR Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Kamis (9/4/2026).

 

“Di tengah arus informasi yang begitu cepat, hoaks mudah sekali menyebar. Karena itu, wartawan dituntut lebih profesional, mampu melakukan verifikasi, dan menyajikan berita yang berimbang,” ujarnya.

 

Menurut Heru, wartawan memiliki peran strategis sebagai penjaga kualitas informasi di tengah masyarakat. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas dan integritas insan pers menjadi hal yang tidak bisa ditawar.

Baca juga:  PWI Jabar Gelar OKK Perdana di Tahun 2024

 

PWI Kabupaten Sukabumi, lanjutnya, terus mengintensifkan edukasi dan pelatihan bagi wartawan, baik di internal organisasi maupun secara luas. Upaya tersebut dilakukan untuk memperkuat kemampuan teknis sekaligus pemahaman terhadap etika jurnalistik.

 

“Profesionalisme itu tidak hanya soal kemampuan menulis, tetapi juga soal integritas dan kepatuhan terhadap Kode Etik Jurnalistik. Ini yang terus kami dorong melalui berbagai kegiatan,” katanya.

 

Ia juga menekankan pentingnya Uji Kompetensi Wartawan (UKW) sebagai tolok ukur profesionalisme. Menurutnya, UKW menjadi instrumen penting dalam memastikan wartawan memiliki standar kompetensi yang jelas.

Baca juga:  Posyandu Mawar Kuning Masuk Enam Besar Jawa Barat, Ini Pesan Bupati Sukabumi

 

“UKW bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi ukuran sejauh mana wartawan memahami dan menjalankan tugasnya secara profesional,” jelasnya.

 

Di sisi lain, Heru mengingatkan bahwa media massa memiliki peran besar dalam membentuk opini publik sekaligus citra daerah. Karena itu, produk jurnalistik harus mampu memberikan dampak positif dan mendukung pembangunan.

 

“Kita ingin Sukabumi dikenal sebagai daerah yang maju, ramah, dan bebas dari hoaks. Peran wartawan sangat penting dalam mewujudkan hal itu,” tegasnya.

Baca juga:  Video Viral Danyonif 310 VS Sopir Angkot, Begini Kronologinya

 

Di tengah tantangan ekonomi yang dihadapi industri media, ia mengajak insan pers untuk tetap optimistis, adaptif, dan inovatif dalam menghasilkan karya jurnalistik berkualitas.

 

“Situasi memang tidak mudah, tetapi wartawan harus tetap semangat, terus berinovasi, dan mampu memberikan edukasi kepada masyarakat, dimulai dari diri sendiri agar tetap berada di jalur yang benar,” ujarnya.

 

Ia pun berharap seluruh insan pers di Kabupaten Sukabumi terus menjaga kebersamaan, memperkuat solidaritas, serta berkontribusi dalam menjaga kondusivitas daerah.

 

“Dengan komitmen yang kuat, kita bisa membangun ekosistem informasi yang sehat dan terpercaya,” pungkasnya.(*)

Pos terkait