Penandatanganan komitmen bersama Pejabat Struktural Lapas, turut diberlakukan juga untuk warga binaan pada saat apel petugas, Senin (27/9/2021). [Foto: Ist]

Lapas Kelas II B Sukabumi Deklarasi Zero Alat Komunikasi Ilegal, Christo: Ini Sanksi Jiga Melanggar

KOTA SUKABUMI

Lingkarpena.id, SUKABUMI KOTA – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nyomplong Kota Sukabumi menindaklanjuti deklarasi Zero Handphone (Ponsel) bersama dengan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan pada beberapa waktu lalu.

Kini, Lapas Kelas II B Sukabumi langsung tancap gas membangun komitmen bersama bagi seluruh jajaran Petugas Pemasyarakatan Lapas Sukabumi. Hal itu, sebagai bentuk komitmen tidak ada alat komunikasi ilegal dalam Lapas.

Penandatanganan komitmen bersama dilakukan pada saat apel petugas, Senin (27/09/2021). Penandatanganan komitmen bersama itu diawali oleh seluruh Pejabat Struktural, dan Komandan Regu Pengamanan.

Baca juga:
Kalapas Kelas IIB Sukabumi Hadiri Acara Rakernis, Dirjenpas: Ingatkan Profesionalisme Komitmen dan Integritas Petugas Lapas

“Penandatanganan komitmen ini tidak hanya petugas saja, Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) pun, ikut melakukan komitmen bersama. Ya mereka dengan cara memberikan cap tiga jari di banner komitmen bersama zero alat komunikasi ilegal dilingkungan Lapas Kelas IIB Sukabumi yang diwakili oleh satu orang tiap kamar,” ujar Kalapas Kelas II B Sukabumi, Chiristo Toar, kepada awak media.

Baca juga:  Dukung Palestina, Garis Ajak Umat Muslim Boikot Produk Israel dan Pendukungnya

Kepala Lapas Kelas II B Sukabumi , Christo Toar itu menegaskan, zero handphone harus di mulai dari seluruh pegawai, agar dapat berjalan maksimal sesuai dengan tujuan bersama. Sehingga seluruh pegawai di minta tanda tangannya sebagai bentuk keseriusan menerapkan gerakan zero handphone ini.

“Ini adalah komitmen kita bersama, kita sudah tuangkan dalam deklarasi ini. Siapapun yang melanggar akan kita tindak, mari bersama kita wujudkan Zero Alat Komunikasi. Saya tidak akan memberikan toleransi bagi Petugas yang melanggar dan menjadi pengkhianat, saya pun tidak akan segan-segan untuk menindak warga binaan yang tidak bisa di bina,” tegasnya saat memberikan amanat di tengah apel.

Baca juga:  Polres Sukabumi Kota Mencetak Santri Mandiri di Bidang Ekonomi
Baca juga:
30 Petugas Lapas Nyomplong Jalani Test Urine, Ini Kata BNNP Jabar!

Usai memberikan arahan, Christo Toar bersama Pejabat Struktural, Staff KPLP, Komandan Regu Pengamanan dan CPNS, melakukan penyisiran ke seluruh kamar blok kamar hunian. Hal itu dilakukan untuk memberikan alat komunikasi dengan kesadaran diri sendiri setelah berkomitmen.

“Ini semua yang kami dapatkan adalah kesadaran tersendiri dari warga binaan karena telah berkomitmen untuk zero handphone di dalam lapas. Jika mereka butuh untuk berkomunikasi dengan keluarga kami telah menyediakan pelayanan berupa video call gratis. temuan ini akan kami inventarisir dan kami musnahkan,” jelas Kalapas.

Baca juga:  Kabar Gembira! Gratis Rapid Test Antigen untuk Warga Sukabumi

 

Reporter: A wbs
Redaktur: Akoy Khoerudin

Tinggalkan Balasan