LINGKARPENA.ID | Mahasiswa kembali menggelar demonstrasi yang belangsung sejak pukul 16.00 WIB di depan Mako Polres, Kantor DPRD, Kantor Pemkot dan Berakhir di Tugu Adipura Kota Sukabumi pada pukul 22.00 WIB.
Massa yang tergabung dalam aksi Sukabumi Melawan ini meminta agar Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Rita Suwadi agar memberikan tanggapan atas represifitas yang dilakukan oleh anggotanya pada aksi mahasiswa.
Salah satu Koordinator aksi, Aris Gunawan menyampaikan, aksi tersebut dilakukan atas represifitas aparat kepolisian pada demonstran Tolak UU TNI pada beberapa waktu lalu di depan Gedung DPRD Kota Sukabumi.
“Temen-temen mahasiswa dengan tajuk Sukabumi Melawan hari ini bersepakat, dari sore sampai malam melakukan unjuk rasa terhadap beberapa tuntutan, pertama kita merespon aksi represif dan brutal yang dilakukan oleh kepolisian ketika aksi pada tanggal 24 Maret kemarin,” kata pria yang akrab disapa Monok ini pada awak media saat diwawancarai pasca melakukan aksi, Kamis (27/03/2025) malam.
“Kami mengutuk keras dan memberikan catatan, untuk Kapolres Sukabumi Kota untuk dicopot, kepada Kapolda dan Kapolri karena hal ini bukan kejadian pertama dan hal ini bukan kejadian yang berperi kemanusiaan (aksi kebrutalan itu),” imbuhnya.
“Kedua secara isu nasional, kita tetap mengawal tentang UU TNI ini yang sudah disahkan, dan yang ketiga, kita juga mengawal tentang RUU Polri yang memang dalam pasal-pasalnya bermasalah, wabil khusus dalam kajian kami dalam pasal 16 ayat a yang berbicara tentang cyber,” tambah pria yang juga merupakan Ketua DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sukabumi Raya ini.

Selain itu, Monok juga menegaskan akan melakukan aksi susulan pasca hari raya idul fitri. Sebab, menurutnya Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Rita Suwandi belum memberikan respon yang memuaskan atas represifitas yang dilakukan anggotanya.
“Karena tadi tuntutan kami tak di-indahkan, kami bersepakat setelah lebaran minggu pertama kita akan bangun konsolidasi lagi dan melakukan aksi kembali, karena pertanggungjawaban secara empatipun beliau (Kapolres) tidak lontarkan, permintaan maap-pun tidak beliau lontarkan, dan itu menjadi kekecewaan kami,” tegasnya
Kata monok, massa aksi menuntut agar Kapolres dicopot dari jabatannya, adapun qlasan menuntut kapolres adalah sikap bungkam kapolres terhadap atas pengamanan anggotanya sehingga menimbulkan korban yang mengalami luka cukup serius.
“Alasan harus dicopot adalah sikap tadi, kejadian massa yang kemarin tanggal 24, karena itu bagi kami sudah diluar aturan dan banyak pelanggarannya. Kami nanti akan mengadukan secara normatifnya kepada kapolda dan juga kompolnas juga kapolri untuk mendesak kapolres ini dicopot,” ujarnya
Jawaban Ketua DPRD dan Walikota atas Tuntutan Massa Aksi
Ketua DPRD Kota Sukabumi, Wawan Juanda yang diberikan kesempatan berdialog oleh massa aksi memberikan jawaban atas tuntutan para demonstran tersebut, sebelumnya Ia memberikan apresiasi dan ucapan terimakasih atas semangatnya dalam mengawal UU TNI, dan solidaritas atas kemalangan yang terjadi pada massa aksi pada unjuk rasa sebelumnya serta juga dapat menjaga kondusifitas.
“Teman-teman, saya tentunya mengucapkan terimakasih, dan juga tentunya mengapresiasi langsung, atas kegigihan dan juga ghiroh semua kawan-kawan terhadap semua permasalahan ini, Terimakasih juga atas kondusifitas kawan-kawan dalam menyampaikan aspirasi sampai larut malam begini, dan ini luar biasa,” ucapnya saat menemui massa aksi ditengah hujan cukup deras.
Wawan juga menyampaikan bahwa selanjutnya apa yang menjadi tuntutan massa aksi, ini tentunya menjadi pikiran bagi DPRD dan Forkipimda Kota Sukabumi.
“Kami hadir disini mendengarkan, tidak ada istilahnya kami tidak bersama rakyat. Kami punya kewajiban untuk menerima, menyerap, dan juga menindak lanjuti aspirasi seluruh masyarakat, tentunya sesuai dengan kemampuan kami sebagai anggota dewan (daerah),” kata Wawan.
“Dalam hal ini isu nasional yang luar biasa ini adalah ranahnya anggota DPR RI. Kewenangan kami tentunya tidak sebebas apa yang dilakukan teman-teman di DPR RI. Kami sudah menyampaikan lewat telpon, lewat group, maupun faximile. Apa yang disampaikan oleh teman-teman di daerah (Kota Sukabumi) ini, terkait aspirasi menolak UU TNI yang sudah disahkan ini, sudah kami sampaikan,” beber Wawan dihadapan para pengunjuk rasa.
“Kita sudah baca kita sudah kaji juga, mudah-mudahan ini ada kebaikan untuk semunya, yang jelas kami memaklumi dan wajar jika teman-teman melakukan aksi seperti ini, dan ini juga ada masa lalu, saya juga mantan aktivis, jadi dulu, kita punya masa lalu yang kelam, dan saya tetap berdoa dan khusnuzon mudah-mudahan di DPR RI ini melakukan (Pengesahan UU TNI) bukan karena ada titipan dan sebagainya, tapi ini murni untuk kebaikan semuanya,” sambungnya
Dalam kesempatan yang sama, Walikota Sukabumi Ayep zaki, juga menyampaikan bahwa Ia sudah mendengar dan menyimak semua tuntutan.
“Saya juga punya tanggung jawab terhadap tigaratus ribu lebih warga kota sukabumi, saya harus berbuat sesuatu untuk rakyat kota sukabumi,” tegasnya.
“Beri waktu saya untuk bekerja, saya baru beberapa saat memimpin, saya punya tanggung jawab dunia akhirat terhadap tiga ratus ribu orang, berikan saya waktu bekerja lima tahun, kalaulah saya berhasil tolong saurada semua jadi saksi,” tandasnya.
Untuk diketahui, massa aksi menunggu agar DPRD, Walikota, dan Kapolres menandatangani draft tuntutan. Namun, sampai pukul 22.00 WIB, hanya unsur DPRD yang bertahan. Sehingga akhirnya mereka memutuskan untuk membubarkan diri.






