Masjid Jadi Episentrum Layanan Umat, Gebyar Mubarokah Baiturrahman Dihadiri Bupati Sukabumi

Foto: Bupati Sukabumi saat peletakan batu pertama Masjid Jami Baiturrahman di Kecamatan Gegerbitung.| sumber foto [medsos facebook pemkab sukabumi]

LINGKARPENA.ID | Semangat kebersamaan dan pengabdian kepada masyarakat terasa kuat dalam Gebyar Masjid Baiturrahman ke-8 yang mengusung tema Gebyar Mubarokah, Menggema Kebaikan. Kegiatan tersebut digelar di Kampung Cibogo, Desa Cienggang, Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi, Minggu (18/01/2026), dan berlangsung penuh khidmat sekaligus semarak.

Kehadiran Bupati Sukabumi, Asep Japar, bersama sejumlah perangkat daerah menjadi penegasan dukungan pemerintah terhadap peran masjid sebagai pusat pemberdayaan umat. Tidak hanya dalam aspek spiritual, tetapi juga sosial dan pelayanan publik.

Rangkaian kegiatan Gebyar Mubarokah tahun ini terbilang komprehensif. Mulai dari peletakan batu pertama pembangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) Baiturrahman, tabligh akbar, santunan sosial, layanan pemeriksaan dan pengobatan gratis, fasilitasi perizinan UMKM, hingga kegiatan mancing gratis yang disambut antusias warga sekitar.

Baca juga:  BKPRMI Gelar Camp Religi 'In The Beach' di Lapang Cahenggar Palabuhanratu

Perwakilan panitia sekaligus pengurus Masjid Baiturrahman, Rudi Sunarya atau yang akrab disapa Endo, mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut dengan dukungan penuh berbagai pihak.

“Kehadiran Pak Bupati menjadi motivasi besar bagi kami. Milad ke-8 ini bukan sekadar perayaan, tetapi momentum untuk memperkuat sinergi antara masjid dan pemerintah daerah dalam melayani masyarakat,” ujar Endo.

Ia menambahkan, Pustu Baiturrahman yang tengah dibangun nantinya akan diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Sukabumi agar dapat difungsikan secara optimal sebagai fasilitas layanan kesehatan masyarakat.

Baca juga:  Kodim 0607 Kota Sukabumi Gelar Doa Bersama Peringati Hari Juang TNI-AD 

“Ke depan, kawasan Masjid Baiturrahman kami rancang berkembang menjadi kawasan agro wisata berbasis keagamaan dan ekonomi umat,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Sukabumi Asep Japar menilai keberadaan Masjid Baiturrahman telah melampaui fungsi dasar sebagai tempat ibadah. Menurutnya, masjid tersebut telah menjadi ruang edukasi dan pelayanan masyarakat yang selaras dengan arah pembangunan daerah.

“Masjid Baiturrahman adalah contoh bagaimana rumah ibadah bisa menjadi pusat solusi umat. Ini sejalan dengan cita-cita Sukabumi yang mubarokah,” kata Bupati.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan komitmennya untuk terus memperjuangkan pembangunan infrastruktur, khususnya peningkatan akses jalan di wilayah Gegerbitung pada periode 2026–2027, meski pemerintah tengah menghadapi keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi nasional.

Baca juga:  Bersama 1000 Yatim dan Penghapal Al-Quran, Ini Kata Wabup Iyos

Tak hanya itu, Bupati Asep Japar turut menginstruksikan sejumlah perangkat daerah, seperti Dinas Pariwisata, Dinas Pertanian, Dinas Kesehatan, DPMD, DPU, Bapenda, serta Ikatan Bidan Indonesia (IBI) agar bersinergi dan hadir langsung membantu kebutuhan masyarakat melalui pemerintah desa dan kecamatan.

“Kolaborasi lintas sektor adalah kunci agar pelayanan kepada masyarakat benar-benar dirasakan hingga pelosok,” tegasnya.

Gebyar Masjid Baiturrahman ke-8 pun menjadi bukti nyata bahwa masjid dapat tumbuh sebagai pusat kebaikan yang menyatukan spiritualitas, sosial, dan pembangunan berkelanjutan.

Pos terkait