LINGKARPENA.ID | Menjelang masa purna tugasnya pada 1 November 2025, Kepala MAN 3 Sukabumi, Pahirudin, S. Ag, mengungkapkan rasa haru dan syukur atas perjalanan panjangnya memimpin madrasah yang penuh kenangan tersebut.
“Alhamdulillah, saya selama di MAN 3 Sukabumi merasa seperti pulang ke rumah sendiri. Sebelum di sini, saya berada di Cibadak, dan saat kembali ke Surade ini rasanya seperti kebo mulih pakandangan (kerbau pulang ke kandang),” ujar Pahirudin penuh kehangatan.
Menurutnya, sambutan dari para guru dan rekan kerja di MAN 3 Sukabumi sangat bersahabat. Hubungan yang telah terjalin sejak lama membuat dirinya merasa nyaman selama bertugas.
“Persahabatan dan pertemanan di sini sudah dibangun sejak lama. Jadi ketika saya kembali ke MAN 3 Sukabumi, rasanya seperti pulang ke keluarga sendiri,” tambahnya.
Kenangan Suka dan Duka
Pahirudin juga mengenang perjalanan panjangnya memimpin madrasah tersebut sejak tahun 2010 hingga 2015, serta kembali bertugas di periode berikutnya. Ia mengakui banyak tantangan yang dihadapi, namun semuanya dapat dilewati berkat kebersamaan seluruh pihak.
“Dukanya banyak, membenahi MAN 3 Sukabumi ini sangat berat. Tapi karena kebersamaan semua pihak, berbagai prestasi bisa kita raih bersama. Saya punya jargon yang sampai hari ini masih melekat, yaitu ‘MAN 3 Sukabumi Aya di Sisi, Jembar Prestasi,” ungkapnya bangga.
Meski menghadapi berbagai tantangan, Pahirudin menegaskan bahwa dirinya tidak pernah bekerja sendiri.
“Banyak peristiwa yang terjadi, tapi semuanya bisa diselesaikan bersama. Saya tidak pernah menyelesaikan sesuatu sendirian, karena kekuatan kita adalah kebersamaan,” tuturnya.
Pesan untuk Guru dan Keluarga Besar MAN 3 Sukabumi
Menjelang masa purnanya, Pahirudin berpesan kepada seluruh guru dan staf agar tetap menjaga kekompakan dan semangat kebersamaan.
“Saya tidak mengenal istilah atasan atau bawahan, kita semua adalah sahabat. Kepala sekolah hanya guru yang diberi tugas tambahan. Jadi, mari jaga kekompakan dan jangan lupa apa yang telah kita bangun bersama sejak awal,” pesannya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga persatuan di lingkungan kerja.
“Jangan ada satuan yang terpisah. Yang ada adalah satuan dalam gerak dan kerja. Dengan kebersamaan, kita bisa terus maju dan sukses,” tegasnya.
Langkah Setelah Purna Tugas
Saat ditanya tentang rencana setelah purna tugas, Pahirudin belum ingin banyak berkomentar. Ia memilih menghormati kewenangan pimpinan yang akan menentukan penggantinya.
“Insya Allah, Senin depan saya akan menghadap atasan. Siapa pun yang menggantikan saya nanti, itulah pemimpin sejati untuk MAN 3 Sukabumi. Saya tidak mau mendahului keputusan atasan,” tandasnya.
Dengan berakhirnya masa jabatan Pahirudin, keluarga besar MAN 3 Sukabumi kehilangan sosok pemimpin yang dikenal hangat, visioner, dan penuh dedikasi. Namun semangat kebersamaan dan nilai-nilai yang telah ia tanamkan akan terus menjadi fondasi kuat bagi madrasah tersebut.






