Gus Pahir Serahkan Gelar Panglima Santri Surade kepada Penerusnya

LINGKARPENA.ID | Momen peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2025 di Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, menjadi saat bersejarah bagi Gus Pahir, panggilan akrab Pahirudin, S.Ag, yang telah tiga tahun menyandang gelar Panglima Santri Kecamatan Surade. Tahun ini, ia secara resmi akan menyerahkan gelar tersebut kepada penerus yang dinilai pantas dan cakap untuk melanjutkan perjuangan dalam menguatkan semangat santri di wilayah tersebut.

 

“Tiga tahun yang lalu saya dinobatkan menjadi Panglima Santri dalam rangka Hari Santri yang diadakan setiap 22 Oktober. Alhamdulillah, tahun ini menjadi kesempatan terakhir saya menyandang gelar itu karena saya akan memasuki masa purna tugas,” ujar Gus Pahir saat ditemui usai kegiatan peringatan Hari Santri di Surade, Rabu (22/10/2025).

Baca juga:  Di Balik Tuduhan Korupsi CSR BI dan OJK kepada Hergun, Ada Celah Hukum yang Menganga

 

Dalam kesempatan tersebut, Gus Pahir juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada berbagai pihak yang telah mendukung kegiatan Hari Santri di Kecamatan Surade.

 

“Saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh lapisan masyarakat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta khususnya kepada Ketua NU dan para Banser yang hari ini mendukung penuh kegiatan yang kita laksanakan dengan sangat meriah,” ungkapnya.

Baca juga:  innalillahi wa inna ilaihi rojiun, Dedeh Korban Penyiraman Air Keras Meninggal Dunia

 

Ia menilai, semangat kebersamaan dan kekompakan warga Surade menjadi kunci suksesnya kegiatan Hari Santri Nasional setiap tahun.

 

“Saya bangga melihat antusias masyarakat Surade yang luar biasa. Pawai santri hari ini menjadi bukti kecintaan kita semua terhadap Hari Santri dan nilai-nilai perjuangan para ulama,” tutur Gus Pahir.

 

Terkait sosok penggantinya, Gus Pahir mengatakan bahwa penentuan akan dilakukan melalui hasil musyawarah para tokoh agama dan ulama setempat.

 

“Insya Allah, malam ini saya akan menunjuk seseorang yang layak menggantikan saya sebagai Panglima Santri. Namun, keputusan ini tidak sepihak — kami menunggu hasil musyawarah para tokoh agama dan ulama untuk menentukan siapa yang paling pantas mengemban amanah ini,” jelasnya.

Baca juga:  Jagal Asal Cibadak Kebanjiran Job di Momentum Idul Adha 1443 H

 

Dengan penuh harap, Gus Pahir menitipkan pesan kepada penerusnya agar terus menjaga semangat perjuangan santri serta mempererat hubungan antarulama, santri, dan masyarakat.

 

“Semoga siapa pun yang terpilih nanti bisa melanjutkan perjuangan ini dengan amanah, tetap menjaga nilai-nilai santri, dan membawa semangat kebersamaan di Surade,” pungkasnya.

Pos terkait