MTs Negeri 2 Sukabumi Gelar Workshop IKM

FOTO: Workshop Kurikulum Merdeka yang digelar di Gedung IKM Surade Sukabumi.| dok: Jajang S

LINGKARPENA.ID | Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 2 Sukabumi semakin serius dalam meningkatkan peningkatan kompetensi guru guna mengimplementasikan KBM Kurikulum Merdeka pada tahun pelajaran 2024/2025.

Untuk menyiapkan hal tersebut, MTs Negeri 2 Sukabumi menyelenggarakan Workshop Peningkatan Mutu Lembaga Serta Kompetensi Guru Inspiratif, Kreatif dan Inovatif,  Sabtu (28/9/2024 ).

Kegiatan yang diselenggarakan di Aula Meeting Room Gedung Opak Jampang ini dimulai pukul 08.00 WIB dan diikuti oleh seluruh guru dan karyawan MTsN 2 Sukabumi.

Peserta Workshop antusias menyimak narasumber kegiatan.| dok; Jajang S

Workshop yang dihadiri oleh pemateri dari Balai Diklat Keagamaan ( BDK ) Provinsi Jawa Barat, yakni Dr. Hj Emma Himayaturohmah, M.Pd dan Dra Yayah Kusbudiah, M.Pd. Pengawas Bina Kabupaten Sukabumi Dr. Widad Arifin, M.Ed, Kepala MTsN 2 Sukabumi, H. Musolhan Masir, S.Ag, serta dewan guru.

Kepala MTs Negeri 2 Sukabumi, H. Musolhan Masir, S.Ag, melalui Humas MTs Negeri 2 Sukabumi Nenden mengatakan, tujuan digelarnya work shop adalah upaya Peningkatan Mutu Lembaga serta kompetensi guru Inspiratif, Kreatif dan Inovatif.

Baca juga:  Iwan Gunawan Terpilih Nahkodai PGRI Cabang Surade Periode 2025–2030

“Diharapkan hasil dari kegiatan ini dapat Meningkatkan kualitas Tenaga Kependidikan di MTsN 2 Sukabumi sehingga  dapat terwujud Madrasah Maju, Bermutu, MenduniaTingkatkan Kualitas Pendidikan, MTsN 2 Sukabumi,” kata Nenden.

Umumnya pemateri menyampaikan,  bahwa reformasi pendidikan terletak di tangan Guru. Semua Guru khususnya di MTsN 2 Sukabumi harus mampu menyadari bahwa zaman sudah berkembang dengan pesat.

Perlu adanya kemauan dan semangat untuk selalu mengupgrade diri sehingga Kegiatan Belajar Mengajar ( KBM ) dapat terlaksana dan berhasil dengan baik. Seorang Guru harus terus meningkatkan kompetensi dirinya dalam bidang pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional karena tugas guru tidak hanya mengajar dan mentransfer ilmu saja, tetapi juga perlu menunjukkan sikap simpati, empati, dan kasih sayang kepada siswa sehingga mereka mampu menggapai masa depan yang cerah.

Baca juga:  Penutupan MPLS di SMKS PGRI 1, Kang Fahmi Dorong Lembaga Pendidikan untuk Ciptakan Lulusan Handal dan Keahlian Khusus

Seluruh pemangku kepentingan MTsN  2 Sukabumi yang semakin solid dan memiliki semangat luar biasa sehingga sekolah ini ditetapkan sebagai madrasah unggulan.

Guru adalah suatu profesi yang dituntut untuk profesional, maka semuanya harus mempersiapkan diri untuk terus bergerak dan belajar guna meningkatkan kompetensi diri sehingga bisa mengikuti perkembangan teknologi, sosial, dan budaya yang terus berkembang.

Semangat belajar dari seorang Guru tidak boleh berhenti. Selalu berupaya meningkatkan ilmu dan kemampuan diri, seperti menulis buku, menyusun karya tulis, meningkatkan minat membaca, melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, serta aktif dalam kegiatan KKG. Dengan begitu kemampuan Guru dalam bidang pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional semakin terasah.

Mutu pembelajaran merupakan salah satu faktor yang menentukan mutu pendidikan. Mutu pembelajaran merupakan salah satu hasil dari keberadaan seorang guru. Guru yang berkompeten adalah Guru yang memiliki kemampuan berkomunikasi dalam dua arah, mentransmisi ketrampilan pada siswa termasuk membangun motivasi belajar, kreativitas, dan kerja sama.

Baca juga:  Workshop Pengembangan Bidang Ekonomi dan Pembangunan, ini Kata Wabup

Beliau juga menambahkan bahwa Guru memiliki peran yang sangat penting dalam dunia pendidikan, karena Guru memegang kendali pada saat proses pembelajaran berlangsung. Maka dari itu Guru haruslah benar-benar berkualitas dalam mengajar. Dengan adanya Guru yang berkompeten, Guru dapat menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif.

Kegiatan workshop ini diikuti seluruh peserta dengan sangat antusias, karena materi tentang IKM sangat ditunggu-tunggu. Materi juga disampaikan dengan menarik karena sekaligus mengajarkan bagaimana model-model pembelajaran pada kurikulum merdeka. Seluruh peserta terlibat langsung dan berpartisipasi aktif. Diharapkan dari kegiatan ini, Guru sebagai pilar penting dalam pendidikan mampu menstimulasi tumbuhnya karakter baik pada peserta didik.

Pos terkait