LINGKARPENA.ID | Kondisi bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Cikeresek yang berlokasi di Desa Purwasedar, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, kian memprihatinkan dan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah. Sekolah yang telah berdiri sejak tahun 2005 itu kini mengalami kerusakan pada sebagian besar ruang belajar, sehingga mengganggu proses kegiatan belajar mengajar.
Saat ini, SDN Cikeresek hanya memiliki lima ruang kelas dengan jumlah siswa sebanyak 84 orang. Dari jumlah tersebut, tiga ruang kelas dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah. Bahkan, beberapa ruangan tidak dapat digunakan ketika musim hujan karena kondisi atap yang sudah rusak dan bocor.
Kepala SDN Cikeresek, Mumin, S.Pd.I, mengungkapkan bahwa kondisi bangunan sekolah sudah tidak layak dan sebagian ruang kelas terpaksa ditopang dengan tiang bambu untuk mencegah ambruk.
“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah. Ruang belajar sebagian sudah ditopang tiang bambu. Bangunan ini sudah cukup tua dan dibangun pada tahun 2005,” ujar Mumin saat ditemui di lingkungan sekolah.
Selain struktur bangunan yang mulai rapuh, kondisi atap kelas juga sudah bergelombang dan rawan roboh. Hal tersebut membuat aktivitas belajar mengajar tidak bisa berjalan optimal, terutama saat hujan turun. Guru dan siswa terpaksa memindahkan kegiatan belajar ke ruang lain yang masih dianggap aman.
Tak hanya kekurangan ruang kelas, SDN Cikeresek juga tidak memiliki fasilitas penunjang pendidikan yang memadai. Sejak awal berdiri, sekolah ini belum memiliki ruang perpustakaan, ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), maupun ruang administrasi khusus.
“Sejak dibangun, sekolah ini tidak memiliki ruang administrasi. Untuk sementara, kami menggunakan ruang perpustakaan sebagai pengganti, meskipun kondisinya juga sangat terbatas,” jelas Mumin.
Keterbatasan sarana dan prasarana tersebut dinilai berdampak langsung pada kualitas pelayanan pendidikan bagi para siswa. Padahal, sekolah dasar merupakan fondasi penting dalam pembentukan karakter dan kemampuan dasar anak.
Mumin menambahkan, pihak sekolah sebenarnya telah melaporkan kondisi bangunan yang rusak tersebut kepada dinas terkait. Namun hingga saat ini, belum ada tindak lanjut berupa perbaikan atau renovasi bangunan sekolah.
“Untuk kondisi bangunan, sudah kami laporkan ke dinas terkait. Kami berharap laporan tersebut segera ditindaklanjuti demi keselamatan dan kenyamanan siswa serta guru,” katanya.
Dengan kondisi bangunan yang semakin memprihatinkan, pihak sekolah dan masyarakat sekitar berharap pemerintah daerah maupun instansi terkait dapat segera melakukan peninjauan langsung dan merealisasikan bantuan perbaikan. Perbaikan gedung sekolah dinilai sangat mendesak agar proses pendidikan di SDN Cikeresek dapat berjalan dengan aman, nyaman, dan layak bagi seluruh warga sekolah.






