Pergerakan Tanah Susulan di Palabuhanratu, Dua Rumah Warga di Tonjong Terdampak

FOTO: Rumah warga Kampung Nyalindung Tonjong Kecamatan Palabuhanratu yang terdampak pergerakan tanah, Kamis (5/2).| [sumber.bpbd kab sukabumi].

LINGKARPENA.ID | Pergerakan tanah susulan kembali terjadi di wilayah Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. Kejadian tersebut dilaporkan berlangsung pada Kamis (5/2/2026) sekitar pukul 07.30 WIB, tepatnya di Kampung Nyalindung RT 007/RW 003, Desa Tonjong.

Peristiwa ini dipicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur kawasan tersebut. Akibatnya, dua rumah warga terdampak dan mengalami kerusakan cukup parah, terutama pada bagian belakang bangunan.

Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Sukabumi, dua rumah milik warga terdampak hingga ambruk pada bagian dinding belakang. Total terdapat 2 Kepala Keluarga (KK) dengan 7 jiwa yang terdampak dalam kejadian tersebut.

Baca juga:  Dua Pekerja Proyek di Cisolok Sukabumi Tersengat Listrik, 1 Meregang Nyawa

Koordinator Dalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan intensif, terutama di wilayah rawan bencana yang berpotensi mengalami kejadian susulan.

“BPBD melalui Pusdalops terus melakukan monitoring dan pendataan di lapangan, khususnya pada wilayah yang rawan terjadi pergerakan tanah,” ujar Daeng Sutisna singkat.

Selain mencatat kejadian tersebut, Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi juga melakukan pemantauan melalui berbagai jalur koordinasi, di antaranya melalui WhatsApp Group (WAG) P2BK se-Kabupaten Sukabumi, pemantauan media sosial, serta komunikasi melalui frekuensi Radio Ratel I pada 164.365 link Perbawati.

Baca juga:  Jampangtengah Sukabumi Dikepung Bencana: Rumah Ambruk dan Jalan Terputus, Ini Titik Lokasinya

Tak hanya itu, BPBD juga melakukan pengamatan titik rawan bencana melalui aplikasi kebencanaan seperti InaRisk, InaSafe, dan InaWare BNPB, serta menyebarkan informasi peringatan dini melalui WAG Prakiraan Cuaca Jabar, WAG BMKG Region II Tangerang, aplikasi Info BMKG, dan sistem Warning Receiver System (WRS) New Gen.

Dalam laporan harian yang disampaikan pada pukul 21.00 WIB, kondisi cuaca di wilayah Kabupaten Sukabumi terpantau berawan tebal dengan suhu udara 22°C, kelembaban 94 persen, arah angin dari utara, serta kecepatan angin 1,6 km/jam.

Baca juga:  Dua Kali Terjadi Ledakan Keras di PLTU Palabuhanratu Sukabumi, Suara Bom Simulasi?

BPBD Kabupaten Sukabumi mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di daerah rawan longsor dan pergerakan tanah, agar tetap waspada terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi dalam durasi lama.

Adapun petugas piket Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi pada hari tersebut terdiri dari Baetal Ma’mur (Koordinator), Norman Suryana (Datin), Yosef Ramdani (URC), Hendra Gunawan (URC), Alfan M. Zulki (URC), dan Yanto Prayitno (URC).

BPBD memastikan proses pemantauan serta rekapitulasi data kejadian bencana terus dilakukan untuk mendukung langkah cepat penanganan dan mitigasi di wilayah Kabupaten Sukabumi.

Pos terkait