Perkuat Ketahanan Keluarga, BKKBN Sosialisasikan Bangga Kencana di Depok

LINGKARPENA.ID | Upaya mempercepat pembangunan keluarga terus digencarkan oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN melalui sosialisasi Program Bangga Kencana yang digelar di sebuah rumah makan di Kota Depok, Senin (16/3/2026).

 

Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari mitra kerja hingga pemangku kepentingan daerah. Sebelum acara dimulai, panitia terlebih dahulu memastikan kesiapan teknis bersama pihak penyedia. Seluruh kebutuhan kegiatan disebut telah sesuai dengan perencanaan anggaran yang ditetapkan.

 

Acara dibuka dengan sambutan tuan rumah yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun keluarga yang tangguh.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap sinergi antar pihak semakin kuat demi terwujudnya keluarga yang berkualitas,” ujarnya.

Baca juga:  Gadis Belia Asal Depok Dinyatakan Hilang, Ini Ciri-cirinya

 

Dalam pemaparan materi, perwakilan BKKBN menjelaskan arah baru lembaga yang kini berada di bawah naungan kementerian, dengan pendekatan yang lebih menyeluruh. Intervensi tidak hanya difokuskan pada pasangan usia subur, tetapi juga menyasar remaja hingga kelompok lanjut usia.

 

“Pembangunan keluarga harus dimulai sejak dini, bahkan sebelum pernikahan. Kesiapan mental, kesehatan reproduksi, dan kecukupan gizi menjadi kunci utama,” ungkap narasumber.

 

Penekanan khusus diberikan pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yang dinilai sebagai fase krusial dalam mencegah stunting. Dalam kesempatan tersebut, sejumlah program strategis seperti GATI, GENTING, Tamasya, dan Sidaya turut diperkenalkan kepada peserta.

Baca juga:  DPTR Gelar Sosialisasi Pengadaan Tanah Trase Baru Warungkiara–Bagbagan di Simpenan

 

Dari sisi pemerintah daerah, perwakilan Provinsi Jawa Barat menyoroti tantangan ketahanan keluarga yang masih cukup kompleks, di antaranya tingginya angka perceraian dan pernikahan usia dini.

“Kesiapan pasangan, baik secara emosional maupun ekonomi, masih menjadi pekerjaan rumah bersama,” katanya.

 

Sementara itu, perwakilan Pemerintah Kota Depok menegaskan bahwa stunting masih menjadi isu prioritas yang membutuhkan penanganan serius dan berkelanjutan.

“Dampak stunting tidak hanya pada fisik anak, tetapi juga kualitas sumber daya manusia ke depan,” ujarnya.

 

Ia juga mengingatkan pentingnya langkah pencegahan sederhana yang dapat dilakukan masyarakat, seperti rutin mengonsumsi tablet tambah darah, memeriksakan kehamilan, memenuhi asupan protein hewani, aktif ke posyandu, serta memberikan ASI eksklusif.

Baca juga:  PT PLN Persero Sosialisasi Pembangunan SUTT 150 KV di Pajampangan Sukabumi

 

Dukungan terhadap kegiatan ini turut disampaikan oleh anggota DPR RI Komisi IX yang menilai sosialisasi menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan kesadaran masyarakat.

“Kegiatan seperti ini penting untuk mendorong percepatan penurunan angka stunting secara nasional,” tuturnya.

 

Sosialisasi berlangsung interaktif melalui diskusi dan sesi tanya jawab yang melibatkan peserta secara aktif. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai bentuk komitmen dalam membangun keluarga yang sehat, mandiri, dan berkualitas.

Pos terkait