Polisi Tunjukkan Celurit yang Menewaskan MLA dalam Pertarungan Ala Gladiator di Sukabumi

Polres Sukabumi Kota saat menggelar konferensi pers peristiwa tawuran yang menewaskan satu orang di Sukabumi.| Foto: Azis Ramdhani

LINGKARPENA.ID | Satuan Resort Kriminal (Sat Reskrim) Polres Sukabumi Kota, mengamankan sedikitnya tiga orang terduga pelaku tawuran ala Gladiator di Sukabumi dan menewaskan satu orang.

Berdasarkan keterangan pihak Kepolisian dalam keterangan konferensi pers Tiga terduga pelaku dalam aksi tersebut sudah diamankan. Sementara sejumlah terduga pelaku lainnya masih buron.

Hal tersebut disampaikan Kasat Reskrim Polres Sukabumi Kota, Bagus Panuntun saat menggelar konferensi pers di halaman Mapolres Sukabumi Kota, Senin (12/02/2024).

“Peristiwa itu terjadi sekira pukul 17.00 WIB di kampung Lebak Muncang RT 39 RW 19 Desa Cikujang Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi,” kata Bagus dalam Konferensi Persnya dihadapan awak media.

Lanjut dia, adapun korban berinisial MLA lelaki (17) di bawah umur yang mengalami sabetan Celurit di dagu panjang hingga leher, luka sayat dipangkal paha kiri, luka sayat dibagian ibu jari dan juga bagian kaki kelingking sebelah kiri yang diduga terkena sabeutan senjata tajam jenis Cerulit sehingga korban meninggal dunia diduga kehabisan darah.

Baca juga:  Komitmen Bersama Bunda PAUD, Dukung Program Transisi PAUD ke SD

“Berdasarkan keterangan pada saat kejadian jumlah pelaku diduga ada 15 orang. Petugas baru berhasil mengaamankan Tiga terduga pelaku,” ujarnya.

Ketiga terduga pelaku yang berhasil diamankan yakni MRP alis A (15) lelaki pelajar SMP dengan membawa sajam jeinis Celurit diduga yang menganiaya korban. Kemudian MDS (17) pejalar berperan sebagai pengendara sepeda motor dan ikut membuang Sajam Cerulit ke jurang setalah melakukan tawuran. Sementara MH alias I (15) pelajar SMP yang berada di TKP saat berduel dan melakukan on air di medsos Instragram (IG) secara live sehingga menjadi viral.

Sedangkan barang bukti yang diamankan polisi sambung dia, diantaranya sebuah sajam jenis Cerulit, satu buah helm warna hitam. Adapun modus operandi para pelaku awal mula sodara F alis i masih daftar pencarian polisi (DPO) mendapatkan pesan melalui IG untuk melakukan duel tawuran antara SMPN 1 dan SMPN 2 di wilayah Gunungguruh, dan kedua belah pihak menyepakatiny dengan lokasi dijalan raya jauh dari pemukiman warga.

Baca juga:  Isi Jabatan Baru, Enam Perwira Polri di Sukabumi Diambil Sumpah Jabatan

“Sementara M alais A sempat pulang kerumahnya untuk mengambil Sajam jenis Cerulit, sebelum berangkat kelompok SMPN 1 sebanyak 4 orang, sedangkan SMPN 2 sebanyak 12 orang dengan menggunakan sepeda motor. Nah, di situlah terjadi tawuran kedua belah pihak yang mengakibatkan adanya korban meninggal dunia,” ungkapnya.

Bagus menyampaikan bahwa motif dari tawuran Ala Gladiator tersebut untuk sementara mereka berpesan pantun artinya mengajak untuk berkelahi apa gladiator dengan motifnya perselisihan Anatar kelompok sekolah atau alumni.

“Akibat dari kejadian ini, polisi menerapkan pasal 76 c jounto pasal 80 ayat 3 UU RI no 15, 35 tahun 2014 tentang atas perubahan UU RI no 23 tahun 2022 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun kurungan penjara dan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan ancaman pidana 15 tahun penjara serta pasal 35 ayat 2 tentang penganiayaan berat mengakibatkan meninggal dunia dengan ancaman penjara 10 tahun, pasal 351 ayat 3 penganiayaan yang mengakibatkan kematian dipidana 7 tahun kurungan penjara,” paparnya.

Baca juga:  Kapolres Sukabumi Lepas Kabag Ops dan 3 Perwira

Bagus juga menghimbau kepada stakeholder terkait, para orangtua dan masyarakat agar senantiasa secara bersama-sama menjaga situasi Kamtibmas di masing-masing wilayah. Karena perilaku tawuran pejalar ini pelaku maupun korban akan di proses secara hukum yang berlaku.

“Jika melihat kejadian tawuran agar segera menghubungi aparat kepolisian terdekat,” pungkasnya.

Pos terkait