Presiden Jokowi Tegaskan Komitmen Indonesia Majukan Demokrasi pada Summit For Democracy 2021

Indonesia juga menjadi inisiator dari pelaksanaan ASEAN Human Rights Dialogue, sejenis Universal Periodic Review (UPR) di ASEAN. Setelah hampir sembilan tahun terhenti, tahun ini dialog tersebut dihidupkan kembali oleh Indonesia.

“Secara sukarela, Indonesia memajukan diri sebagai negara pertama yang melakukan review. Indonesia terus mendorong pemajuan demokrasi dan HAM di OKI,” lanjutnya.

Baca juga:  Forkopimda Dampingi Kunjungan Wakil Presiden RI di Jatim

Di Myanmar, Indonesia berkomitmen untuk terus berkontribusi agar kesepakatan ASEAN mengenai “five points of consensus” dapat diimplementasikan. Presiden Jokowi meyakini bahwa demokrasi di Myanmar akan dapat dipulihkan melalui dialog inklusif.

Sementara itu, di Afghanistan, Indonesia akan terus berkontribusi bagi pemberdayaan perempuan demi kemajuan dan kesejahteraan rakyat Afghanistan.

“Indonesia meyakini, pemajuan demokrasi, HAM, dan “good governance” bisa tumbuh dan berkembang jika kerja sama dikedepankan. Dukungan semua pihak dibutuhkan. Aspirasi seluruh elemen perlu didengar. Tidak boleh ada yang ditinggalkan,” tandasnya.

Baca juga:  Barikade98 dan IKWI Sukabumi: Geramnya Jokowi Atas Dirut BUMN Soal Ini?

Turut hadir mendampingi Presiden dalam acara tersebut yaitu Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri Febrian Alphyanto Ruddyard.(***)

 

 

 

 

Reporter: Aris Ram

Redaktur: Akoy Khoerudin

Pos terkait