LINGKARPENA.ID | Aksi protes warga masyarakat Kabupaten Sukabumi soal infrastruktur jalan akhir-akhir ini mulai gencar dilakukan diberbagai jejaring media sosial (medsos). Hal itu dilakukan sebagai bentuk kritikan terhadap pemerintah terkait soal sarana prasarana infrastruktur jalan yang kondisinya saat ini butuh perbaikan yang bersifat segera.
Seperti aksi protes masyarakat yang saat ini viral di media sosial diwilayah Kecamatan Sukalarang Kabupaten Sukabumi. Bentuk kritik masyarakat dilakukan dengan menggunakan beberapa simbol sindiran terhadap pemerintah. Sindiran tersebut berupa bentuk penanaman Pohon Pisang ditengah jalan, membuat Kuburan dan membuat replika lainnya seperti ‘Boneka’ Orang-orangan yang sedang hamil di tengah jalan.
Masyarakat memiliki banyak cara untuk mengaktualisasikan bentuk sindirian terhadap pemerintah soal jalan rusak. Ada beberapa orang dari sebagian banyak masyarakat menilai persoalan infrastruktur saat ini seolah-olah bentuk ketidak mampuan pemerintah dalam memberikan fasilitas umum (jalan) lebih baik.
“Kami masyarakat Priangan Jaya sudah lama mendambakan fasilitas infrastruktur yang lebih layak. Kami sama seperti warga Kabupaten Sukabumi laiknya bayar pajak. Kami ingin adanya pemerataan soal jalan bagus. Wajar jika masyarakat membuat sindiran seperti membuat Kuburan di tengah jalan. Itu bentuk simbol pemerintah ini seakan-akan sudah mati nurani,” ujar Dewa, warga Desa Priangan Jaya, Kecamatan Sukalarang kepada Lingkarpena.id Ahad (3/7/22).
Menurut Dewa, aksi protes warga masyarakat melalui sindiran replika di jalan milik Kabupaten Sukabumi, mulai Tugu Macan Sukalarang hingga Kecamatan Cireunghas kondisinya sudah sangat parah. Sehingga banyak warga lainnya yang ikut memviralkan di media sosial untuk mendapat empati pemerintah.
“Ya seperti aksi penanaman pohon pisang, membuat kuburan di tengah jalan dan boneka ibu hamil, ini menandakan jalan itu butuh perhatian dan diperhatikan. Wajar jika masyarakat meminta perbaikan jalan ini. Jalan Sukalarang-Cireunghas ini sudah cukup lama tidak ada perhatian atau perbaikan,” tandasnya.
Sementara itu tim lingkarpena.id mencoba berupaya menghubungi Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi. Melalui sambungan telepon Asep Japar mengatakan, Jalan tersebut sudah masuk dalam agenda tahun ini. Asjaf meminta agar warga masyarakat sedikit untuk bersabar terlebih dahulu. Memang kondisi infrastruktur banyak terbengkalai adanya recofusing anggaran karena dua tahun negara mengalami wabah pandemi. Sehingga banyak anggaran yang terpangkas guna penanganan covid-19.
“Ya pertama semua dinas mengalami recofusing anggaran sehingga banyak pembangunan yang sudah direncanakan menjadi tertunda. Ini berawal disebabkan adanya pandemi yang berkepanjangan. Bukan cuma pada Dinas Pekerjaan Umum saja, hampir semua dinas, baik daerah kabupaten maupun provinsi,” tegas Asjaf.
Namun, kendati demikian pihaknya sudah memilih dan memilah titik-titik lokasi yang menjadi prioritas akan dilakukan perbaikan pada akhir tahun 2022 ini. Dirinya juga memohon maaf kepada warga masyarakat Kabupaten Sukabumi karena ada beberapa kendala, salah satunya dengan harga matrial melonjak naik karena dampak dari kenaikan bahan bakar minyak BBM. Jadi pihaknya saat ini sedang melakukan evaluasi perubahan perencanaan pengadaan barang dan jasa.
“Saya berharap agar masyarakat bisa menahan diri dan bersabar untuk beberapa waktu. Saya mewakili Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi, untuk jalan Kabupaten yang di Sukalarang Insya Allah secepatnya akan dibangun,” terangnya.
Asep Jafar menjelaskan, saat ini proses lelang sudah berjalan dan tinggal menunggu Surat Perintah Kerja (SPK) yang akan turun pada tanggal 05 Juli 2022 tahun ini.
“Ya tingal menunggu pihak pelaksana pekerjaan. Semoga kita semua diberikan kesehatan dan keselamatan untuk Sukabumi yang lebih baik,” terangnya.






