LINGKARPENA.ID | Dalam rangka memperingati Hari Hepatitis Sedunia yang diperingati setiap tanggal 28 Juli, RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi, mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran terhadap bahaya hepatitis sekaligus pentingnya deteksi kesehatan secara dini.
Diketahui bersama penyakit hepatitis masih menjadi ancaman kesehatan secara global. Akan tetapi ada kabar baiknya, penyakit ini dapat dicegah dan bisa dikendalikan.
Dokter spesialis penyakit dalam RSUD R Syamsudin SH, dr Beta Fathurahmiati menegaskan, langkah pencegahan adalah kunci utama dalam mendeteksi kesehatan secara dini.
“Hepatitis adalah penyakit serius, namun bisa dicegah. Vaksinasi, pola hidup bersih dan sehat, serta kesadaran untuk memeriksakan diri secara rutin sangat penting. Mari bersama wujudkan dunia bebas hepatitis,” jelas dr Beta Fathurahmiati dalam keterangannya. .
Kata yang sama pun disampaikan, oleh dr. Betty Rahayu. Ia mengimbau masyarakat untuk tidak menunda pemeriksaan kesehatan. “Mari, periksakan diri tanpa rasa takut. Semakin cepat diketahui, semakin besar peluang untuk sembuh dan menjalani hidup sehat. Jangan tunggu terlambat. Sayangi diri Anda dan orang-orang yang Anda cintai,” imbuhnya penuh empati.
Peringatan Hari Hepatitis Sedunia tahun ini, diharapkan menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk lebih memahami bahwa hepatitis tidak mengenal usia, status sosial, maupun jenis kelamin. Deteksi dini, vaksinasi dan penerapan pola hidup sehat merupakan langkah nyata menuju eliminasi hepatitis secara global.
RSUD R. Syamsudin SH berkomitmen untuk terus memberikan edukasi, layanan pemeriksaan dan pendampingan bagi masyarakat. “Kami ingin mendorong masyarakat untuk sadar, berani memeriksa diri dan mengambil langkah pencegahan sejak dini,” bebernya.
“Melalui kampanye ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya hepatitis semakin meningkat, sehingga dapat menekan angka kasus di Kota Sukabumi. Mari bersama wujudkan dunia bebas hepatitis, dimulai dari langkah kecil yang kita ambil hari ini,” pungkasnya.**






