LINGKARPENA.ID | Unit Organisasi Bersifat Khusus (UOBK) Rumah Sakit Umum Daerah RSUD R Syamsudin SH, kedatangan rombongan perwakilan dari RSUD Majalaya Bandung. Kedatangan sejumlah petugas RSUD Majalaya tersebut guna melakukan kunjungan kerja (kunker) dalam rangka studi banding tentang pelaksanaan Kerjasama Operasional (KSO) pada pelayanan Magnetic Resonance Imaging (MRI).
Pada kesempatan itu, Wakil Direktur (Wadir) Pendidikan dan Pengembangan Mutu RSUD R Syamsudin SH, dr. Bihantoro mengatakan, kegiatan Kajitiru KSO Pelayanan MRI yang ada di RSUD R. Syamsudin, S.H., ini guna mendapatkan wawasan tentang pengelolaan dan pengembangan pelayanan radiologi serta peningkatan mutu layanan kesehatan di rumah sakit masing-masing.
“Kolaborasi antar rumah sakit dalam meningkatkan kualitas pelayanan medis tentunya sangat penting ya. Iya baik bidang radiologi dan teknologi medis lainnya semuanya sangat penting. Ini kan berhubungan dengan pelayanan kepada masyarakat,” jelas dr. Bihantoro kepada wartawan, Kamis (9/1).
Kegiatan yang dimulai pukul 09:00 wib itu kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi yang berlangsung hangat. Para peserta studi banding berdiskusi mengenai implementasi KSO pelayanan MRI, serta tantangan dan peluang dalam pengelolaan fasilitas kesehatan tersebut.
“Para peserta berkesempatan untuk mengunjungi Gedung Penunjang Radiologi RSUD R Syamsudin SH untuk melihat langsung fasilitas MRI dan proses operasional yang dilakukan di rumah sakit ini,” kata dia.
Peserta studi banding RSUD Majalaya selamaa kunjungannya turut didampingi oleh narasumber dari RSUD R Syamsudin SH. Mereka selama kunjungan ke Gedung Penunjang Radiologi, melihat secara langsung sistem kerja dan pengelolaan fasilitas radiologi yang ada di RSUD Syamsudin.
“Ya, kami berharap dari kunjungan ini banyak yang bisa disimpulkan dan diterapkan oleh rekan-rekan dari RSUD Majalaya untuk lebih meningkatkan kualitas pelayanan di sana tentunya,” tambah dr Bihantoro.
Lanjut menambahkan, studi banding merupakan salah satu bentuk komitmen kedua belah pihak untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, baik dari sisi teknologi, sumber daya manusia, hingga sistem operasional yang lebih efisien dan efektif.
“Nanti ke depan diharapkan bisa terlaksana pertukaran pengetahuan dan pengalaman yang dapat memperkaya kapasitas layanan di kedua rumah sakit. Ya baik di RSUD Majalaya maupun di RSUD R Syamsudin,” timpalnya.






