Sejumlah Ormas dan Santri Pajampangan Laporkan Dugaan Pencemaran Nama Baik Terhadap Habib ke Polres Sukabumi

FOTO: Sejumlah organisasi masyarakat Islam dan para Santri saat berada di Polres Sukabumi.| Istimewa

LINGKARPENA.ID | Adanya dugaan pencemaran nama baik terhadap para habib, ratusan orang dari berbagai organisasi masyarakat (ormas) mendatangi Mapolres Sukabumi untuk membuat laporan.

Informasi dihimpun, pelaporan tersebut dilakukan oleh Ormas Gempa Kabupaten Sukabumi, para muhibin / pencinta habib se Pajampangan, santri se Pajampangan, PHB se Pajampangan, para ustadz se Pajampangan, FPI Kabupaten sukabumi, FRI Kabupaten sukabumi, Perguruan Poskab Sapujagat, anak anak majelis pemuda hijrah se Pajampangan, sera para habib yang ada di Pajampangan.

Habib Alwi Bin Algadri selaku Koordinator pelapor mengatakan, kedatangannya ke Polres Sukabumi adalah untuk melaporkan kasus penistaan agama dan pencemaran nama baik.

Baca juga:  Lengkapi Surat Kendaraan! Polres Sukabumi Gelar Operasi Zebra

“Pertama kita sudah sama-sama pahami banyak kasus yang menyerang kebudayaan kita, baik secara agama maupun sejarah. Salah satunya adalah upaya mereka merubah sejarah kita dengan fitnah-fitnah yang ada, bahkan juga mempersekusi beberapa ulama kita,” kata Habib Alwi kepada awak media usai melakukan pelaporan di ruang Satreskrim Polres Sukabumi, Rabu (19/6/2024).

Ia menjelaskan bahwa laporan tersebut dilakukan karena adanya sebuah postingan di media sosial yang menghina para habib. Menurutnya, postingan tersebut membuat geram umat Islam di Kabupaten Sukabumi.

Baca juga:  4 Rumah Tertimpa Longsor dan 10 Rumah Terendam Banjir di Pamuruyan Cibadak Sukabumi¬†

“Mereka membuat postingan di media sosial dengan unsur kesengajaan, bukan ketidaksengajaan dan ini bisa menimbulkan kemarahan umat,” ucap Habib Alwi.

“Karena banyaknya yang mencintai para habaib sebagai dzurriyah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang sudah kita pahami dan diterapkan di masyarakat Indonesia yang berpaham Ahlussunnah wal Jamaah. Kita meyakini bahwa para habaib ini adalah anak cucu Nabi Muhammad dan ini tidak bisa ditolerir,” ungkapnya.

Menurut Habib Alwi, postingan tersebut sangat menyudutkan para habib, sehingga mereka melaporkannya ke pihak berwajib.

Baca juga:  Tujuh Pelajar Diamankan Polisi di Kota Sukabumi, Begini Faktanya!¬†

“Dari beberapa postingan yang ada, ini ditunjukkan kepada para habaib dan ada juga perorangan. Tapi ini lebih menyeluruh ke semua yang menggelar habaib,” tegasnya.

Sementara, Ketua Gempa Pajampangan Opik menuturkan, kami ormas Gempa (gerakan muslim penyelamat AQIDAH) beserta seluruh pengurus DPD Kabupaten Sukabumi akan terus mengawal sampai tuntas mengenai proses hukum atas ujaran kebencian dan pitnah kepada ulama dan habib itu.

“Karena prosnya sedang berjalan kami serahkan sepenuhnya kepada penegak hukum,” pungkasnya.

Pos terkait