LINGKARPENA.ID | Jembatan gantung penghubung Kampung Lingkungsari dan Kampung Cisalak, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, ambruk pada Kamis (2/4/2026) sekitar pukul 06.30 WIB. Peristiwa tersebut terjadi diduga akibat putusnya tali seling penopang yang tidak kuat menahan beban saat sejumlah kendaraan roda dua warga melintas secara bersamaan dj jembatan tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, saat kejadian terdapat lima unit sepeda motor yang tengah melintasi jembatan. Tiba-tiba, jembatan miring ke arah kanan dan ambruk setelah seling bagian atas putus.
Akibatnya, empat sepeda motor beserta pengendaranya terjatuh ke aliran Sungai Cibugel. Sementara satu unit lainnya tersangkut di badan jembatan. Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut langsung melakukan evakuasi secara gotong royong dengan menggunakan perahu milik warga.
Salah seorang saksi di lokasi kejadian, Sihabudin (45) menuturkan bahwa peristiwa terjadi begitu cepat saat warga sedang beraktivitas di pagi hari.
“Kejadiannya sangat cepat, tiba-tiba jembatan miring lalu ambruk. Warga yang melintas langsung jatuh ke sungai. Kami langsung berusaha menolong menggunakan perahu yang ada,” ujarnya.
Seluruh korban berhasil dievakuasi dan segera dilarikan ke Puskesmas Tegalbuleud untuk mendapatkan perawatan medis. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Para korban hanya mengalami luka ringan seperti lecet.
Adapun korban yang terjatuh ke sungai antara lain Dera (30), Sumarni (27), Dinda (6), Tutang (42), dan Fitri (35), yang sebagian besar merupakan warga Desa Sumberjaya dan sekitarnya.
Pasca kejadian, petugas bersama unsur terkait langsung melakukan assesment di lokasi, serta mengimbau masyarakat. Untuk sementara waktu warga tidak bisa menggunakan jembatan tersebut. Koordinasi juga dilakukan dengan Forkopimcam dan Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK).
Diketahui, jembatan gantung tersebut memiliki panjang sekitar 50 meter dengan lebar 120 sentimeter. Sebelumnya jembatan telah direhabilitasi dan diresmikan oleh Pangdam III/Siliwangi pada September 2022 lalu.
Untuk sementara, akses penyeberangan warga dialihkan menggunakan perahu milik masyarakat setempat guna mendukung aktivitas sehari-hari. Pemerintah setempat diharapkan segera mengambil langkah penanganan lanjutan agar akses penghubung antarwilayah tersebut dapat kembali digunakan dengan aman.






