Senja yang Hilang Lokasi Syuting di Sukabumi. Dispar Kabupaten Sukabumi Dukung dan Apresiasi

LINGKARPENA.ID | Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sukabumi menyambut dengan antusias dan penuh dukungan atas dimulainya proses produksi film layar lebar berjudul “Senja yang Hilang” yang mengambil sejumlah lokasi syuting di wilayah Kabupaten Sukabumi. Film ini menjadi salah satu momentum penting yang diharapkan dapat menjadi sarana promosi pariwisata daerah sekaligus memperkuat citra Kabupaten Sukabumi sebagai destinasi wisata yang kaya akan keindahan alam, budaya, dan nilai-nilai lokal.

 

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi menyatakan bahwa kehadiran tim produksi film ini merupakan bentuk apresiasi terhadap potensi luar biasa yang dimiliki Kabupaten Sukabumi. Lokasi-lokasi yang dipilih dalam film tersebut mencakup kawasan alam seperti pantai, perbukitan, dan kawasan pedesaan yang masih asri—yang semuanya mencerminkan keunikan dan kekayaan lanskap Sukabumi.

Baca juga:  Sekda Kabupaten Sukabumi Apresiasi Career Day XVI 2026

 

“Paling tidak film tersebut bisa mendongkrak nama sukabumi dengan segala keindahan alam dan keunikan budayanya di mata masyarakat, lebih jauh film ini pun bisa membangun citra positif bagi sukabumi sebagai destinasi wisata,” ujar Sendi kepada Lingkarpena.id, Senin (02/06/2025).

 

Film sebagai media visual dinilai memiliki kekuatan besar dalam membentuk persepsi publik. Ketika destinasi wisata muncul dalam cerita yang kuat secara naratif dan emosional, penonton tidak hanya menikmati cerita, tetapi juga terinspirasi untuk mengunjungi lokasi yang ditampilkan. Dalam konteks ini, “Senja yang Hilang” diharapkan dapat menjadi jendela baru yang membuka minat wisatawan untuk menjelajahi keindahan Sukabumi secara langsung.

Baca juga:  Peduli Bencana, Mahasiswa di Jaksel Salurkan Bantuan

 

Sementara itu, Ia juga menegaskan bahwa sinergi antara industri kreatif dan sektor pariwisata harus terus dikembangkan. Produksi film ini menjadi contoh nyata kolaborasi strategis antara pemerintah daerah dan pelaku industri film dalam mengangkat potensi lokal.

 

Selain mendukung promosi destinasi, film ini juga diharapkan mampu mendorong percepatan pembangunan pariwisata berkelanjutan di Kabupaten Sukabumi.

Baca juga:  Persidangan Kasus SPK Fiktif Dinkes Kabupaten Sukabumi, 5 Saksi Diperiksa di PN Bandung

 

Dinas Pariwisata juga mengajak masyarakat untuk turut mendukung dan menyambut baik proses produksi ini sebagai bagian dari kebangkitan sektor pariwisata pasca-pandemi. Kolaborasi lintas sektor seperti ini diharapkan dapat menciptakan dampak positif jangka panjang bagi perkembangan ekonomi kreatif dan pariwisata di Kabupaten Sukabumi.

 

Dengan semangat kolaborasi, inovasi, dan promosi berkelanjutan, Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi ingin bahwa film “Senja yang Hilang” akan menjadi langkah awal yang menginspirasi banyak pihak untuk menjadikan Sukabumi sebagai rumah bagi karya-karya sinematik berkualitas sekaligus destinasi wisata unggulan di Jawa Barat dan Indonesia.

Pos terkait