Persidangan Kasus SPK Fiktif Dinkes Kabupaten Sukabumi, 5 Saksi Diperiksa di PN Bandung

PN Bandung saat melakukan sidang lanjutan kasus SPK fiktif Dinkes Kabupaten Sukabumi dengan menghadirkan sejumlah saksi.| istimewa

LINGKARPENA.ID | Dugaan Kasus tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Surat Perintah Kerja (SPK) fiktif Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi yang menyengsarakan rakyat, dengan kerugian negara mencapai puluhan miliar, persidangannya terus berlanjut

Seperti diketahui perkara kasus Tipikor yang menetapkan tiga pejabat di lingkungan pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi menjadi tersangka itu. Yakni, Harun Alrasyid selaku Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) tahun 2016, Saeful Ramadhan selaku Kepala Bidang Promosi Kesehatan tahun 2014-2016 dan tersangka Dian Iskandar yang merupakan pejabat Pengadaan Barang dan Jasa Bidang Sekretariat dan Bidang Promkes tahun 2016.

Baca juga:  Wabup Turut Monitoring Malam Tahun Baru 2024

Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri, Kabupaten Sukabumi, Wawan Kurniawan mengatakan, kasus Tipikor SPK fiktif pada Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi tahun anggaran 2016 lalu itu, kini perkaranya sudah memasuki babak pemeriksaan saksi di Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung.

“Iya, perkaranya sudah memasuki agenda pemeriksaan saksi di PN Bandunh pada Senin (24/07) sekira pukul 14.30 WIB,” kata Wawan kepada Lingkarpena.id, Rabu (26/07/2023).

Baca juga:  Bongkar Aktor Intelektual SPK Fiktif, LSM Baladhika Adhyaksa Bakal Demo Dinkes dan DPRD Kabupaten Sukabumi

Lanjut dia, pada agenda pemeriksaan saksi untuk mengusut tuntas kasus Tipikor anggaran Provinsi Jawa Barat pada tahum 2016 itu, Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung, telah memeriksa sebanyak lima saksi atas nama Asep Saprudin, Rahmat, Yopi, Apep dan Darsono. Sedangkan Panitera pada persidangan kasus SPK bodong itu, dipimpin oleh Dahlan.

“Alhamdulillah, kegiatan persidangan ke 4 pada agenda pemeriksaan saksi-saksi ini, telah berjalan dengan baik dan lancar,” ungkapnya.

Baca juga:  Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi, Tebar 3000 Bibit Ikan Nilem di Sungai Cibening Purabaya

Wawan juga menambahkan pada saat persidangan yang terbuka untuk umum ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah dilakukan oleh Panji Wijanarko dan Achmad Imam Lahaya. Sementara, untuk hakimnya dipimpin oleh T Benny Eko Supriyadi, Eka Saharta Winata Laksana dan Jeffry Yeftra Sinaga.

“Berdasarkan, keterangan para saksi telah mendukung dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) dan sidang selanjutnya ditunda satu minggu 31 juli 2023 dan dilanjutkan kembali pemeriksaan saksi,” pungkasnya.

Pos terkait