LINGKARPENA.ID – Blank spot atau wilayah tidak terjangkau jaringan internet yang banyak ditemukan di Kabupaten Sukabumi bagian selatan menjadi sorotan salah satu perusahaan provider yakni PT Indosat Tbk.
Jaringan internet yang sudah menjadi kebutuhan mendasar bagi masyarakat saat ini, terutama bagi pelajar yang dituntut untuk melaksanakan pembelajaran jarak jauh menggunakan smartphone yang terkoneksi internet selama pandemi Covid-19 melanda.
Rekomendasi: Download Aplikasi Penghasil Uang Tanpa Undang Teman
Banyak pelajar di banyak wilayah di Kabupaten Sukabumi yang selama pandemi Covid-19 kesulitan mengikuti pembelajaran secara online, karena tidak terjangkau oleh sinyal provider dan koneksi internet lainnya.
Merespon permasalahan tersebut Divisi Partnership PT Indosat Tbk Wiwin Suwarni menggelar pertemuan dengan Bupati Sukabumi Marwan Hamami di Rumah dinas Pendopo Sukabumi, Senin (6/12/2021).
Dalam pertemuan ini pihak Indosat bersama Pemeritah Kabupaten Sukabumi membahas rencana pemasangan mobile Base Transceiver Station (BTS) di wilayah blank spot yang tidak terjangkau jaringan internet di Kabupaten Sukabumi.
Pada kesempatan itu, Wiwin Suwarni mengatakan, kedatangan dirinya ke Kabupaten Sukabumi adalah untuk mengajak pemerintah setempat berkolaborasi menyelesaikan masalah yang menjadi kendala pelajar dalam melaksanakan pembelajaran online.
“Kami mengajak pemeritah berkolaborasi, terutama mencari solusi dalam menyelesaikan permasalahan susah sinyal di beberapa wilayah di Kabupaten Sukabumi. Terlebih sejumlah desa meminta mobile BTS, maka di tahap awal kita coba untuk beberapa desa dulu,” katanya.
Wiwin menerangkan, bahwa dengan dilakukannya mobile BTS di setiap wilayah yang tidak terjangkau jaringan internet ini akan menunjang pembangunan di wilayah Kabupaten Sukabumi, seperti pengembangan desa digital.
“Mobile BTS ini nantinya bisa bundling dengan desa digital, desa cerdas. Lihat hasilnya, kalau bagus ditindaklanjuti. Dalam tahap awal kita akan menyiapkan sekitar empat mobile BTS, karena kalau menyeluruh mungkin berat, jadi bertahap dulu,” terangnya.
Sementara itu, Marwan Hamami menyebut, di Kabupaten Sukabumi masih banyak daerah yang memerlukan penanganan sinyal. Ia memberikan contoh beberapa desa yang tidak ada jaringan sama sekali.
“Satu Mobile BTS ini, bisa menjangkau sejumlah desa. Jadi tidak hanya satu desa. Bisa diambil beberapa contoh dulu. Selain itu juga bisa di pasang wilayah pariwisata, seperti geopark,” ujarnya.
Ia berharap, agar kedepannya tidak ada lagi area blank spot di wilayah Kabupaten Sukabumi. Karena dengan kuatnya sinyal dapat mendukung komunikasi serta dapat meningkatkan perekonomian masyarakat melalui transaksi secara online.
“Memang butuh waktu dan biaya tinggi dengan kontur dan luasan wilayah Kabupaten Sukabumi, tapi haru ditangani secara bertahap. Kita berusaha mensejahterakan masyarakat, salah satunya dengan memberikan akses internet,” ungkapnya.***






