<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Destinasi Wisata Sukabumi &#8211; LINGKAR PENA</title>
	<atom:link href="https://lingkarpena.id/tag/destinasi-wisata-sukabumi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://lingkarpena.id</link>
	<description>Portal Berita Terpercaya Sumber Literasi Anak Bangsa</description>
	<lastBuildDate>Tue, 02 Jun 2026 15:39:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.1</generator>

<image>
	<url>https://lingkarpena.id/wp-content/uploads/2021/12/cropped-ICON-32x32.png</url>
	<title>Destinasi Wisata Sukabumi &#8211; LINGKAR PENA</title>
	<link>https://lingkarpena.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Retribusi Wisata Kabupaten Sukabumi Tembus Rp624 Juta, Wisata Ini Penyumbang Terbesar</title>
		<link>https://lingkarpena.id/retribusi-wisata-kabupaten-sukabumi-tembus-rp624-juta-wisata-ini-penyumbang-terbesar/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/retribusi-wisata-kabupaten-sukabumi-tembus-rp624-juta-wisata-ini-penyumbang-terbesar/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Jun 2026 15:35:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[WISATA]]></category>
		<category><![CDATA[Curug Sodong]]></category>
		<category><![CDATA[Destinasi Wisata Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[Dispar Kabupaten Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[Retribusi Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Tembus Ratusan Juta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=66448</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/retribusi-wisata-kabupaten-sukabumi-tembus-rp624-juta-wisata-ini-penyumbang-terbesar/" title="Retribusi Wisata Kabupaten Sukabumi Tembus Rp624 Juta, Wisata Ini Penyumbang Terbesar" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Pendapatan retribusi dari sejumlah destinasi wisata milik Pemerintah Kabupaten Sukabumi terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan laporan periode 25 Mei hingga 1 Juni 2026, total retribusi yang berhasil dihimpun mencapai Rp81.639.000.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pendapatan tersebut berasal dari enam destinasi wisata unggulan yang dikelola pemerintah daerah, yakni Curug Sodong, Pondok Halimun, Geyser Cisolok, Curug Cikaso, Pantai Minajaya, dan Cinumpang. Dari jumlah tersebut, Curug Sodong menjadi penyumbang terbesar dengan nilai retribusi mencapai Rp17.950.000, disusul Pondok Halimun sebesar Rp15.905.000 dan Geyser Cisolok sebesar Rp15.510.000.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sementara itu, Curug Cikaso menyumbang Rp11.010.000, Pantai Minajaya Rp4.960.000, dan Cinumpang Rp2.520.000. Selain retribusi, tercatat pula penerimaan dari asuransi wisatawan sebesar Rp13.784.000.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dengan demikian, total pemasukan yang masuk ke kas daerah selama periode tersebut mencapai Rp67.855.000. Penerimaan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pengelolaan destinasi wisata sekaligus mendukung pembangunan sektor pariwisata yang berkelanjutan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Secara akumulatif, capaian pendapatan sektor wisata Kabupaten Sukabumi sejak 1 Januari hingga 1 Juni 2026 telah mencapai Rp624.349.000. Jumlah tersebut terdiri dari pendapatan retribusi pelayanan tempat rekreasi dan olahraga sebesar Rp615.549.000 serta hasil kerja sama pemanfaatan barang milik daerah sebesar Rp8.800.000.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pemerintah Kabupaten Sukabumi menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan pelayanan, penataan, dan pembenahan kawasan wisata. Upaya tersebut dilakukan tidak hanya pada objek wisata yang dimiliki dan dikelola pemerintah daerah, tetapi juga pada destinasi yang menjadi aset perorangan, perusahaan, maupun instansi lainnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Peningkatan kualitas destinasi wisata diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat citra Kabupaten Sukabumi sebagai daerah tujuan wisata yang tertata, bersih, nyaman, aman, dan berkualitas.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Melalui semangat Sapta Pesona dan kolaborasi seluruh pihak, pembangunan sektor pariwisata di Kabupaten Sukabumi diharapkan dapat terus berkembang sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat serta meningkatkan kesejahteraan daerah.(adv).</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/retribusi-wisata-kabupaten-sukabumi-tembus-rp624-juta-wisata-ini-penyumbang-terbesar/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemkab Sukabumi Pasang Spanduk “Parkir Wisata Wajib Berizin” Pengelola Diberi Waktu hingga 30 Juni 2026</title>
		<link>https://lingkarpena.id/pemkab-sukabumi-pasang-spanduk-parkir-wisata-wajib-berizin-pengelola-diberi-waktu-hingga-30-juni-2026/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/pemkab-sukabumi-pasang-spanduk-parkir-wisata-wajib-berizin-pengelola-diberi-waktu-hingga-30-juni-2026/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 May 2026 04:42:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KABUPATEN SUKABUMI]]></category>
		<category><![CDATA[Destinasi Wisata Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[Dispar Kabupaten Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[Parkir Berizin]]></category>
		<category><![CDATA[Parkir Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Pasang Spanduk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=65421</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/pemkab-sukabumi-pasang-spanduk-parkir-wisata-wajib-berizin-pengelola-diberi-waktu-hingga-30-juni-2026/" title="Pemkab Sukabumi Pasang Spanduk “Parkir Wisata Wajib Berizin” Pengelola Diberi Waktu hingga 30 Juni 2026" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Pemerintah Kabupaten Sukabumi mulai memasang spanduk bertuliskan “Parkir Wisata Wajib Berizin” di sejumlah titik strategis kawasan wisata. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya penertiban pengelolaan parkir wisata sekaligus mencegah praktik pungutan liar di destinasi wisata.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pemasangan spanduk dilakukan di akses masuk objek wisata dan sejumlah lokasi yang menjadi titik aktivitas parkir pengunjung. Melalui sosialisasi tersebut, pemerintah daerah ingin mengedukasi para pengelola parkir agar segera mengurus izin resmi sesuai aturan yang berlaku.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar mengatakan, kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Bupati Sukabumi Nomor 400.14.1.1/3545/Dispar/2026 tanggal 13 April 2026 tentang kewajiban kepemilikan izin penyelenggaraan fasilitas parkir di luar badan jalan untuk kepentingan umum di kawasan pariwisata.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Penyelenggaraan fasilitas parkir di luar badan jalan atau off-street di kawasan pariwisata hanya boleh dilaksanakan apabila telah memenuhi izin,” ujar Ali Iskandar.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia menjelaskan, penyelenggara parkir dapat dilakukan oleh pihak swasta, perseorangan, badan usaha hingga Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Namun seluruhnya wajib mengantongi izin resmi sebelum melakukan aktivitas pungutan kepada pengunjung.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Izin diproses sesuai ketentuan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2025 melalui sistem Online Single Submission atau OSS. KBLI untuk izin parkir ini adalah 52215 dan penyelenggaraan baru boleh dilakukan setelah izin diterbitkan,” jelasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurut Ali, Pemerintah Kabupaten Sukabumi memberikan tenggat waktu pengurusan izin hingga 30 Juni 2026. Setelah batas waktu tersebut, pengelola parkir yang belum memiliki izin resmi tidak diperbolehkan melakukan pungutan kepada wisatawan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Setelah 30 Juni 2026, tidak diperbolehkan lagi menyelenggarakan fasilitas parkir termasuk memungut biaya dari masyarakat apabila belum memiliki izin,” tegasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selain itu, pengelola destinasi wisata pantai dengan KBLI 93224 juga diwajibkan menempuh proses perizinan secara digital. Setiap penyelenggara parkir pun diwajibkan menyediakan karcis resmi yang telah diporporasi Badan Pendapatan Daerah sesuai ketentuan Peraturan Daerah Nomor 15 Tahun 2023 yang telah diubah melalui Perda Nomor 2 Tahun 2025 tentang pajak daerah dan retribusi daerah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ali menambahkan, penataan parkir wisata merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga kualitas ekosistem pariwisata di Kabupaten Sukabumi agar semakin tertib dan profesional.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Tentu saja ini dilakukan dalam rangka menjaga ekosistem pariwisata kita semakin baik. Dengan pelayanan yang tertib dan nyaman, wisatawan akan merasa bahagia dan ingin kembali datang ke Kabupaten Sukabumi,” ungkapnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia berharap seluruh masyarakat, pengelola wisata, dan pelaku usaha dapat mendukung kebijakan tersebut demi terciptanya kawasan wisata yang aman, tertib, dan nyaman bagi pengunjung.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Semakin banyak wisatawan datang, maka perputaran ekonomi masyarakat juga akan meningkat. Kami mohon dukungan semua pihak agar ikhtiar ini berjalan baik demi kemajuan pariwisata Kabupaten Sukabumi,” tandasnya. (adv).</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/pemkab-sukabumi-pasang-spanduk-parkir-wisata-wajib-berizin-pengelola-diberi-waktu-hingga-30-juni-2026/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ciletuh-Palabuhanratu Kembali Sandang Status UNESCO Global Geopark</title>
		<link>https://lingkarpena.id/ciletuh-palabuhanratu-kembali-sandang-status-unesco-global-geopark/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/ciletuh-palabuhanratu-kembali-sandang-status-unesco-global-geopark/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 09:48:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KABUPATEN SUKABUMI]]></category>
		<category><![CDATA[Ciletuh Palabuhanratu]]></category>
		<category><![CDATA[Destinasi Wisata Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[Geopark Ciketuh]]></category>
		<category><![CDATA[Prestasi Tingkat Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[UNESCO Global Geopark]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=65078</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/ciletuh-palabuhanratu-kembali-sandang-status-unesco-global-geopark/" title="Ciletuh-Palabuhanratu Kembali Sandang Status UNESCO Global Geopark" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Kabupaten Sukabumi kembali menorehkan prestasi di tingkat dunia. Ciletuh-Palabuhanratu resmi kembali mendapatkan kartu hijau atau green card dari UNESCO untuk melanjutkan status sebagai bagian dari jaringan UNESCO Global Geopark selama empat tahun ke depan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pengumuman tersebut disampaikan langsung UNESCO dari Paris, Prancis, dan disaksikan secara virtual oleh Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas dari Pendopo Sukabumi, Senin malam (27/4/2026).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dengan capaian ini, status Ciletuh-Palabuhanratu UNESCO Global Geopark (CPUGGp) dipastikan tetap disandang hingga periode berikutnya. Kawasan geopark kebanggaan Sukabumi tersebut diketahui telah menjadi bagian dari jaringan UNESCO Global Geopark sejak 2018.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas mengaku bersyukur dan bangga atas raihan tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini menjadi kado indah bagi Kabupaten Sukabumi di tahun 2026.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Semoga kita bisa terus menjaga dan memenuhi poin-poin yang harus kita laksanakan sehingga CPUGGp bisa dijaga kelestariannya dan dinikmati masyarakat seluruh dunia,” ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurut Andreas, keberhasilan mempertahankan green card ini harus menjadi motivasi bagi semua pihak untuk terus menjaga kelestarian alam, budaya, dan pemberdayaan masyarakat di kawasan Ciletuh-Palabuhanratu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pasca pengumuman ini, Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Badan Pengelola CPUGGp akan langsung bergerak menyiapkan langkah strategis agar status tersebut tetap bertahan pada proses revalidasi berikutnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Sedari sekarang, kita siapkan lagi untuk memaksimalkan di revalidasi berikutnya. Semoga kita terus mendapatkan green card kembali,” pungkasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Raihan green card UNESCO ini semakin menegaskan Ciletuh-Palabuhanratu sebagai destinasi wisata berkelas dunia sekaligus laboratorium pembangunan berkelanjutan yang menjadi kebanggaan masyarakat Sukabumi.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/ciletuh-palabuhanratu-kembali-sandang-status-unesco-global-geopark/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Diskon Tiket Wisata 50 Persen, Pemkab Sukabumi Sambut Libur Lebaran 1447 H</title>
		<link>https://lingkarpena.id/diskon-tiket-wisata-50-persen-pemkab-sukabumi-sambut-libur-lebaran-1447-h/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/diskon-tiket-wisata-50-persen-pemkab-sukabumi-sambut-libur-lebaran-1447-h/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Akoy Khoerudin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Mar 2026 12:19:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[WISATA]]></category>
		<category><![CDATA[Destinasi Wisata Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[Dispar Kab Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[Hayu Ulin]]></category>
		<category><![CDATA[Libur Lebaran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=63557</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/diskon-tiket-wisata-50-persen-pemkab-sukabumi-sambut-libur-lebaran-1447-h/" title="Diskon Tiket Wisata 50 Persen, Pemkab Sukabumi Sambut Libur Lebaran 1447 H" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Pemerintah Kabupaten Sukabumi memberikan kabar gembira bagi masyarakat dan wisatawan dalam menyambut libur Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Selama 10 hari, mulai 18 hingga 27 Maret 2026, tarif retribusi masuk sejumlah objek wisata milik pemerintah daerah didiskon hingga 50 persen.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bupati Sukabumi, Asep Japar, mengatakan kebijakan tersebut merupakan bagian dari momentum satu tahun pengabdian pemerintah daerah sekaligus upaya memuliakan momen Lebaran dengan menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Selama 10 hari ke depan, kami memberikan diskon retribusi objek wisata sebesar 50 persen, dari semula Rp12.000 menjadi Rp6.000. Kami berharap ini dapat menambah kebahagiaan masyarakat yang berwisata di Kabupaten Sukabumi,” ujar Asep Japar.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurutnya, kebijakan ini juga diharapkan mampu mendorong peningkatan kunjungan wisatawan serta menggerakkan perekonomian daerah melalui perputaran uang di sektor pariwisata.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia mengajak seluruh pihak, baik pemerintah, pelaku usaha, maupun masyarakat, untuk bersama-sama menciptakan suasana wisata yang aman, nyaman, dan menyenangkan selama periode libur panjang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Momentum libur Idul Fitri ini harus kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk menghadirkan kebahagiaan dan kesejahteraan. Mari berwisata secara aman, nyaman, dan menyenangkan,” tambahnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Adapun enam destinasi wisata yang mendapatkan potongan harga tersebut meliputi Curug Sodong, Geiser, Pantai Minajaya, Kondo Kalimun, Cibumpang, dan Curug Cikaso. Seluruhnya merupakan objek wisata yang dimiliki dan dikelola langsung oleh pemerintah daerah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selain memberikan diskon, pemerintah juga mendorong penerapan transaksi non-tunai di lokasi wisata. Pengunjung diimbau melakukan pembayaran retribusi secara digital menggunakan sistem QRIS guna meningkatkan transparansi dan akuntabilitas keuangan daerah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pemkab Sukabumi juga telah melakukan berbagai pembenahan dan persiapan guna menyambut lonjakan wisatawan selama libur Lebaran. Upaya tersebut mencakup peningkatan koordinasi lintas sektor, kebersihan, serta kenyamanan di kawasan wisata.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap sektor pariwisata dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat, sekaligus mewujudkan Sukabumi sebagai daerah tujuan wisata yang aman dan berkesan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Semoga wisata di Sukabumi menghadirkan banyak kenangan indah serta membawa kesejahteraan bagi masyarakat,” pungkas Asep Japar.(adv)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/diskon-tiket-wisata-50-persen-pemkab-sukabumi-sambut-libur-lebaran-1447-h/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Apa Kabar Plaza Amphitheater Celetuh Warga Ciemas Sukabumi</title>
		<link>https://lingkarpena.id/apa-kabar-plaza-amphitheater-celetuh-warga-ciemas-sukabumi/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/apa-kabar-plaza-amphitheater-celetuh-warga-ciemas-sukabumi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Akoy Khoerudin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Jun 2025 13:59:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[WISATA]]></category>
		<category><![CDATA[Belum Diresmikan]]></category>
		<category><![CDATA[Ciemas Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[Destinasi Wisata Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[Dipertanyakan Warga]]></category>
		<category><![CDATA[Plaza Amphitheater Ciletuh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=53013</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/apa-kabar-plaza-amphitheater-celetuh-warga-ciemas-sukabumi/" title="Apa Kabar Plaza Amphitheater Celetuh Warga Ciemas Sukabumi" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Plaza Amphitheater Geopark Ciletuh berlokasi di Kampung Cigaok RT 04/01, Desa Tamanjaya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, merupakan destinasi wisata yang dibangun Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Lokasi tersebut hingga kini belum diresmikan dan dibuka untuk umum. Kondisi itu memicu pertanyaan warga.</p>
<p>Pada Jumat (30/5/2025) Llingkarpena.id mencoba mendatangi lokasi. Sekira pukul 08.30 WIB suasana disana sepi. Hanya ada seorang Satpam yang tengah duduk di bangku warung. Pada halaman parkir nampak bentangan bambu melingang menghalangi jalan masuk.</p>
<p>Informasi didapat, bangunan Plaza Amphitheater itu dibangun sebagai penunjang destinasi wisata Geopark Ciletuh. Awal dibangun pada tahun 2019, silam.</p>
<p>&#8220;Iya awal pembangunannya tahun 2019. Dan proyek ini ditunda karena covid-19. Namun pada tahun 2022 dilanjutkan kembali. Seharusnya tahun 2023 diresmikan, tetapi entah kenapa hingga kini belum diresmikan juga,&#8221; ujar Yuli Yuliana, Satpam di sana.</p>
<p>Pembangunan Plaza Amphitheater dilaksanakan oleh Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Jabar. Dan pengelolaannya kini sudah diserahkan ke Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jabar.</p>
<figure id="attachment_53015" aria-describedby="caption-attachment-53015" style="width: 829px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class=" wp-image-53015" src="https://lingkarpena.id/wp-content/uploads/2025/06/WhatsApp-Image-2025-06-01-at-20.23.10-e1748786289592-200x112.jpeg" alt="" width="829" height="464" srcset="https://lingkarpena.id/wp-content/uploads/2025/06/WhatsApp-Image-2025-06-01-at-20.23.10-e1748786289592-200x112.jpeg?v=1748786259 200w, https://lingkarpena.id/wp-content/uploads/2025/06/WhatsApp-Image-2025-06-01-at-20.23.10-e1748786289592-640x358.jpeg?v=1748786259 640w" sizes="(max-width: 829px) 100vw, 829px" /><figcaption id="caption-attachment-53015" class="wp-caption-text">FOTO: Pembangunan Plaza Amphitheater ini dilaksanakan oleh Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Jabar.| Jajang S</figcaption></figure>
<p>Plaza Amphitheater yang dibangun dengan anggaran Pemprov Jawa Barat ini tujuannya cukup mulia, menghadirkan destinasi wisata baru yang bisa menarik banyak pengunjung, sekaligus mengangkat potensi keindahan alam Geopark Ciletuh.</p>
<p>&#8220;Jika destinasi wisata ini sudah diresmikan dan dibuka untuk umum akan menjadi daya tarik. Wisatawan akan disuguhi sensasi view alam Panenjoan yang indah,&#8221; ujar seorang warga.</p>
<p>Plaza Amphitheater yang belum diresmikan dan belum dibuka untuk umum memicu beragam tanggapan. Warga berharap dengan kepemimpinan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, ada tindak lanjut dari proyek yang menelan anggaran milyaran rupiah itu.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/apa-kabar-plaza-amphitheater-celetuh-warga-ciemas-sukabumi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Resmi.! Ini Harga Tiket 6 Lokasi Wisata di Sukabumi, Dispar: Waspada Pungli di Lapangan</title>
		<link>https://lingkarpena.id/resmi-ini-harga-tiket-6-lokasi-wisata-di-sukabumi-dispar-waspada-pungli-di-lapangan/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/resmi-ini-harga-tiket-6-lokasi-wisata-di-sukabumi-dispar-waspada-pungli-di-lapangan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Akoy Khoerudin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Apr 2025 07:51:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[WISATA]]></category>
		<category><![CDATA[Awas Pungli]]></category>
		<category><![CDATA[Destinasi Wisata Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Pariwisata Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[Harga Tiket Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Tiket Wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=50758</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/resmi-ini-harga-tiket-6-lokasi-wisata-di-sukabumi-dispar-waspada-pungli-di-lapangan/" title="Resmi.! Ini Harga Tiket 6 Lokasi Wisata di Sukabumi, Dispar: Waspada Pungli di Lapangan" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LINGKARPENA.ID |</strong> Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sukabumi mengingatkan wisatawan agar tidak tertipu oleh pungli tiket masuk destinasi wisata. Harga tiket resmi telah diumumkan melalui akun Instagram @dispar_kab.sukabumi. Kamis (3/4/2025).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tiket masuk ke destinasi wisata di Kabupaten Sukabumi ditetapkan sebesar Rp 12.000 untuk orang dewasa dan Rp 7.000 untuk anak-anak. Tarif ini sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 15 Tahun 2023 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dispar juga mengimbau wisatawan untuk segera melaporkan jika menemukan praktek pungli di area destinasi wisata.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Jangan ragu untuk melaporkan praktik pungli. Kami berkomitmen menciptakan destinasi wisata yang nyaman dan ramah bagi pengunjung,&#8221; ujar Kadis Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Daftar Destinasi Wisata Kabupaten Sukabumi:</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>1. Pantai Minajaya, Kecamatan Surade.</p>
<p>2. Pondok Halimun, Kecamatan Sukabumi.</p>
<p>3. Cinumpang, Kecamatan Cisaat.</p>
<p>4. Curug Sodong, Kecamatan Ciemas.</p>
<p>5. Curug Cikaso, Kecamatan Ciemas.</p>
<p>6. Geyser Cipanas Cisolok, Kecamatan Cisolok.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jika menemukan pungli, wisatawan dapat melaporkan ke petugas di lokasi atau melalui kanal pengaduan resmi Dispar Sukabumi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Instagram @dispar_kab.sukabumi atau situs resmi Pemerintah Kabupaten Sukabumi.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/resmi-ini-harga-tiket-6-lokasi-wisata-di-sukabumi-dispar-waspada-pungli-di-lapangan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini 4 Lokasi Spot Mancing di Pajampangan Sambil Mengisi Libur Lebaran Anda</title>
		<link>https://lingkarpena.id/ini-4-lokasi-spot-mancing-di-pajampangan-sambil-mengisi-libur-lebaran-anda/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/ini-4-lokasi-spot-mancing-di-pajampangan-sambil-mengisi-libur-lebaran-anda/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Akoy Khoerudin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 31 Mar 2025 13:22:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[WISATA]]></category>
		<category><![CDATA[Destinasi Wisata Pantai]]></category>
		<category><![CDATA[Destinasi Wisata Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[Libur Lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[Spot Mancing]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=50686</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/ini-4-lokasi-spot-mancing-di-pajampangan-sambil-mengisi-libur-lebaran-anda/" title="Ini 4 Lokasi Spot Mancing di Pajampangan Sambil Mengisi Libur Lebaran Anda" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Wilayah Pajampangan, yang terletak di Kabupaten Sukabumi, dikenal memiliki banyak spot memancing yang menarik. Para pemancing, baik pemula maupun profesional, akan mendapatkan pengalaman memancing di wilayah ini.</p>
<p>Pasalnya spot spot mancing menarik banyak bertebaran dan cukup menjanjikan.</p>
<p>Bagi penghobi mancing tak ada salahnya sambil mengisi libur lebaran, memilih wilayah Pajampangan sebagai tujuan wisata sambil menyalurkan hobi mancing.</p>
<p>Berikut adalah rekomendasi tempat memancing di wilayah Pajampangan.</p>
<p><strong>1. Pantai Karang Bolong</strong></p>
<p>Pantai Karang Bolong, terletak di Desa Sukatani, Kecamatan Surade, adalah salah satu lokasi memancing favorit di Pajampangan. Pantai ini terkenal dengan keindahan alamnya yang memukau serta berbagai jenis ikan laut yang melimpah.</p>
<p>Pemancing yang memiliki jiwa petualang tempat ini sangat direkomendasikan untuk dikunjungi. Memancing di lokasi ini harus besar nyali, pasalnya ketika anda menyalurkan hobi mancing di Pantai Karangbolong, deburan ombak yang menghantam dinding karang menjadi tantangan tersendiri.</p>
<p>Tapi anda akan merasakan seringnya strek, karena spot mancing ini cukup menjanjikan.</p>
<p>Tips memancing di Pantai Karang Bolong adalah menggunakan umpan hidup untuk menangkap ikan kakap atau kerapu yang dominan hidup diperairan Karang Bolong.</p>
<p><strong>2. Pantai Ratu Mandala</strong></p>
<p>Spot mancing Pantai Ratu Mandala berlokasi di Desa Cipeundeuy, Kecamatan Surade. Posisinya berada di sebelah Barat Pantai Karang Bolong. Lokasi ini cocok untuk memancing di malam hari, atau saat air laut sedang pasang/tinggi.</p>
<p>Jenis umpan yang pas untuk memancing di lokasi ini adalah umpan berkarakter alot, semisal gurita. Sensasi streak akan dirasakan luar biasa karena umumnya ikan yang didapat berukuran lumayan dan siap menguras tenaga.</p>
<p><strong>3. Muara Parungserab</strong></p>
<p>Spot mancing yang satu ini berlokasi di Desa Purwasedar, Kecamatan Ciracap. Lokasi ini menjadi spot mancing favorit para pemancing lokal.</p>
<p>Jika menuju ke arah Ujunggenteng, anda akan melewati jembatan Cikarang, berada 9 kilo meter sebelum Ujunggenteng. Sebelah barat jembatan, sekitar 100 meter, ada jalan beraspal lebar 1,5 meter, itulah akses jalan menuju spot pemancingan Parungserab.</p>
<p>Spot pemancingan Parungserab berupa muara dari aliran sungai Cikarang. Di spot pemancingan ini ada terdapat saung yang sengaja dibangun warga untuk memanjakan para pemancing. Sambil memancing, kopi panas dan pisang goreng hangat bisa dibeli di warung yang berjualan di sana.</p>
<p>Bagi para pemancing yang kesulitan mencari umpah hidup, tidak usah kuatir karena ditempat tersebut ada penjual umpan berupa udang hidup yang siap melayani 24 jam.</p>
<p>&#8220;Senangnya mancing di sini selain mudah untuk mendapatkan umpan udang segar, di sini sambil mancing bisa sambil menikmati kopi dan pisang goreng hangat,&#8221; ujar Wawan, pemancing asal Kecamatan Cikembar yang mengaku sengaja datang ke lokasi itu sambil mengisi libur lebaran.</p>
<p><strong>4. Pantai Taman Pandan</strong></p>
<p>Bergeser ke sebelah Barat dari Muara Parungserab, terdapat spot mancing menantang, yaitu Pantai Taman Pandan.</p>
<p>Lokasinya terletak di Desa Cikangkung, Kecamatan Ciracap. Di Pantai Taman Pandan selain bisa menyalurkan hobi memancing, pengunjung akan disuguhi keindahan pantainya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/ini-4-lokasi-spot-mancing-di-pajampangan-sambil-mengisi-libur-lebaran-anda/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Soft Opening GEOFEST 2025, Kadispar: Geopark Adalah Katalosator Pembangunan Ekonomi Lokal</title>
		<link>https://lingkarpena.id/soft-opening-geofest-2025-kadispar-geopark-adalah-katalosator-pembangunan-ekonomi-lokal/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/soft-opening-geofest-2025-kadispar-geopark-adalah-katalosator-pembangunan-ekonomi-lokal/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Akoy Khoerudin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Mar 2025 15:22:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[WISATA]]></category>
		<category><![CDATA[#CPUGGP]]></category>
		<category><![CDATA[Ciletuh Palabuhanratu]]></category>
		<category><![CDATA[Destinasi Wisata Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[GEOFEST 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Soft Opening]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=50399</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/soft-opening-geofest-2025-kadispar-geopark-adalah-katalosator-pembangunan-ekonomi-lokal/" title="Soft Opening GEOFEST 2025, Kadispar: Geopark Adalah Katalosator Pembangunan Ekonomi Lokal" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi terus memacu sektor Pariwisata Kabupaten Sukabumi. Melalui Geopark Youth Forum (GYF) Ciletuh-Palabuhanratu UNESCO Global Geopark (UGGp) menggelar Soft Opening GEOFEST 2025.</p>
<p>Kegitan yang bertajuk &#8220;Jejak Geowisata untuk Masa Depan Pariwisata Berkelanjutan, berlangsung di Geopark Information Center, Desa Citepus, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Sabtu, 22 Maret 2025.</p>
<p>Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi menyebutkan, strategi pembangunan Geowisata di Sukabumi tidak hanya berfokus pada peningkatan jumlah wisatawan semata, tapi juga pada peningkatan kualitas pengalaman, keterlibatan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.</p>
<p>Oleh sebab itu kata Sendi, Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi menyambut baik inisiatif GYF CPUGGp dan berkomitmen terus mendorong kolaborasi serta membuka ruang partisipasi luas bagi generasi muda dalam pembangunan pariwisata.</p>
<p>&#8220;GEOFEST 2025 ini menjadi langkah awal dalam perjalanan panjang menuju pariwisata yang lebih berkelanjutan, inklusif, dan membanggakan,&#8221; kata Sendi, saat dihubungi lingkarpena.id melalui sambungan seluler.</p>
<p>Selain itu, sendi juga menerangkan bahwa Pemahaman kawasan Ciletuh-Palabuhanratu bukan sekadar destinasi wisata, melainkan katalisator pembangunan ekonomi lokal yang berbasis pelestarian lingkungan.</p>
<p>Sementara itu, Ketua Harian Badan Pengelola CPUGGp, Aat Suwanto, menerangkan bahwa acata ini mengusung tagline ‘Muda, Peduli, Inovatif untuk Mewujudkan Sukabumi Mubarokah’, GEOFEST 2025 lebih dari sekadar acara seremonial, akan tetapi menurutnya ini adalah bentuk kerjasama untuk kemajuan pariwisata di Kabupaten Sukabumi.</p>
<p>&#8220;Ini adalah simbol kebangkitan semangat kolaborasi antara pemerintah, komunitas, akademisi, dan sektor swasta dalam menciptakan geowisata yang selaras dengan alam, berpihak pada masyarakat, dan siap bersaing di kancah global,&#8221; terangnya</p>
<p>Dalam rangkaian acaranya, GYF juga menggelar talkshow interaktif yang membahas peran serta generasi muda dalam pelestarian geowisata.</p>
<p>KH. Mustain Zainury, tokoh Nahdlatul Ulama Kabupaten Sukabumi, yang juga sebagai pengisi acara, memperkenalkan konsep Fiqih Lingkungan sebagai panduan moral dalam menjaga kelestarian alam.</p>
<p>&#8220;Menjaga bumi adalah amanah spiritual, dan geowisata adalah medium masa kini yang mampu menggabungkan nilai ibadah, edukasi, dan ekonomi secara harmonis,&#8221; tandas Mustain.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/soft-opening-geofest-2025-kadispar-geopark-adalah-katalosator-pembangunan-ekonomi-lokal/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Wisatawan Lebih Memilih Ujunggenteng daripada Pantai Minajaya, Ini Alasannya!</title>
		<link>https://lingkarpena.id/wisatawan-lebih-memilih-ujunggenteng-daripada-pantai-minajaya-ini-alasannya/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/wisatawan-lebih-memilih-ujunggenteng-daripada-pantai-minajaya-ini-alasannya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Akoy Khoerudin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Jan 2025 07:05:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[WISATA]]></category>
		<category><![CDATA[Derah Tujuan Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Destinasi Wisata Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai Minajaya Surade]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai Ujung Genteng]]></category>
		<category><![CDATA[Sukabumi Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Pantai Sukabumi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=48457</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/wisatawan-lebih-memilih-ujunggenteng-daripada-pantai-minajaya-ini-alasannya/" title="Wisatawan Lebih Memilih Ujunggenteng daripada Pantai Minajaya, Ini Alasannya!" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Pasca bencana yang menerjang sebagian wilayah di Kabupaten Sukabumi, sejumlah objek wisata yang ada di Selatan, Pajampangan, sepi pengunjung. Akses jalan yang terdampak bencana menjadi salah satu faktor dominan penyebabnya.</p>
<p>Upaya pemulihan terus dilakukan forkopimda, termasuk oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, dan ternyata upaya tersebut membuahkan hasil, terbukti menjelang libur panjang di penghujung Januari 2025, sejumlah objek wisata dinyakatak aman dan banyak dikunjungi wisatawan.</p>
<p>Pantai Minajaya di Desa Buniwangi, Kecamatan Surade, merupakan salah satu objek wisata favorit warga lokal. Objek wisata ini berada diantara hamparan objek objek wisata lainnya, sebut saja Pantai Mandalaratu, Pantai Karanggantungan, Pantai Taman Pandan, dan Pantai Ujunggenteng, serta pantai lainnya yang memiliki nilai jual.</p>
<p>Pasca pemulihan bencana dan menjelang libur panjang Januari 2025, pengunjung ke Pantai Minajaya kalah jumlah dibanding yang datang ke objek wisata Pantai tetanggannya. Memang ada geliat, tetapi tidak signifikan. Kenapa?</p>
<p>Keberadaan objek wisata Pantai Minajaya oleh sebagian pengunjung sering dijadikan pembanding. Masuk kawasan wisata Ujunggenteng yang gratis jadi pilihan wisatawan daripada ke Pantai Minajaya yang harus membayar tiket. Kondisi ini menjadi salah satu pemicu sepinya pengunjung ke Pantai Minajaya.</p>
<p>&#8220;Ini masalahnya Pantai Minajaya sepi dikunjungi wisatawan. Mereka lebih memilih Ujunggenteng yang gratis ketimbang Pantai Minajaya. Ini problema bagi kami,&#8221; ujar Yayat Supriatna, pengelola wisata Pantai Minajaya, Senin (27/1/2025).</p>
<p>Diketahui, pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 15 Tahun 2023 tentang Pajak dan Retribusi Daerah, besaran tarif tiket masuk ke objek wisata Pantai Minajaya tidak lagi dikenakan pada jenis angkutan kendaraan yang masuk melainkan dikenakan per orang, dengan rincian dewasa sebesar Rp 12 ribu per orang dan anak anak Rp 7 ribu per orang.</p>
<p>&#8220;Dari nominal itu disisihkan Rp 2000 untuk membayar premi asuransi yang akan mengcover pembiayaan bila terjadi kecelakaan laut atau laka laut,&#8221; bebernya.</p>
<p>Ada empat hal yang perlu segera dibenahi untuk menjadikan objek wisata Pantai Minajaya sebagai Daerah Tujuan Wisata (DTW) yang penuhi unsur Attraction, Accssibility, Amenity dan Tourism Organization.</p>
<p>Attraction, yakni adanya daya tarik. Apa daya tarik pantai Minajaya? Hamparan pasir berkarang? Atau sebagai spot sunset? Jika itu dijadikan ukuran, toh pantai pantai lainnya yang ada di Pajampangan pun serupa, bahkan ada yang lebih plus dari Minajaya.</p>
<p>Accessibility, kemudahan untuk mencapai tujuan wisata, salah satunya adalah  infastruktur jalan. Faktor ini lumayan mendukung. Akses jalan menuju Pantai Minajaya lumayan baik. Tetapi jalan yang ada diseputar kawasannya perlu ditata ulang, pasalnya jalan yang menuju ke Muara terlalu kecil, sehingga apabila papasan tidak menghambat laju kendaraan.</p>
<p>Amenity, artinya tersedianya fasilitas di Pantai Minajaya yang dapat memenuhi kebutuhan wisatawan. Di Kawasan Pantai Minajaya fasilitas itu ada hanya belum difungsikan secara optimal.</p>
<p>Daerah Tujuan Wisata (DTW) yang akan berkembang tentunya harus miliki organisasi wisata yang mengelolanya. Di Objek Wisata Minajaya itu belum ada, yang ada hanya pengelola, dalam hal ini Koordinator Lapangan sebagai kepanjangan tangan Dinas Pariwisata.</p>
<p>Andai ke empat faktor tadi ada dan dijalankan sesuai fungsinya bukan hal tak mungkin Minajaya menjadi pantai yang selalu dirindukan pengunjungnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/wisatawan-lebih-memilih-ujunggenteng-daripada-pantai-minajaya-ini-alasannya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rekomendasi Tempat Liburan Sukabumi Selatan, Ada Penangkaran Penyu dan Museum Megalodon</title>
		<link>https://lingkarpena.id/rekomendasi-tempat-liburan-sukabumi-selatan-ada-penangkaran-penyu-dan-museum-megalodon/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/rekomendasi-tempat-liburan-sukabumi-selatan-ada-penangkaran-penyu-dan-museum-megalodon/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Akoy Khoerudin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Jan 2025 14:50:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[WISATA]]></category>
		<category><![CDATA[Destinasi Curug]]></category>
		<category><![CDATA[Destinasi Wisata Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[Museum Megalodon]]></category>
		<category><![CDATA[pantai minajaya]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai Palangpang]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai Ujung Genteng]]></category>
		<category><![CDATA[Penangkaran Penyu]]></category>
		<category><![CDATA[Sukabumi Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[Tempat Liburan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=48409</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/rekomendasi-tempat-liburan-sukabumi-selatan-ada-penangkaran-penyu-dan-museum-megalodon/" title="Rekomendasi Tempat Liburan Sukabumi Selatan, Ada Penangkaran Penyu dan Museum Megalodon" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Kemana mengajak anak anda libur panjang sekarang? Setidaknya ada dua tempat liburan yang pas, yakni Eduwisata Penangkaran Penyu di Pantai Pangumbahan, dan Eduwisata Museum Megalodon. Keduanya berada di Sukabumi Selatan, tepatnya di Pajampangan.</p>
<p>Lokasi Eduwisata Penangkaran Penyu Pantai Pangumbahan terletak di Kampung Ciburial, Desa Pangumbahan, Kecamatan Ciracap. Sementara Eduwisata Museum Megalodon terletak di Kampung Salenggang, Desa Gunungsungging, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi.</p>
<p>Untuk menuju kedua tempat tersebut dibutuhkan waktu empat jam perjalanan dari Kota Sukabumi. Jika berniat mengunjunginya, dari Kota Sukabumi disarankan mengambil jalan arah Palabuahanratu &#8211; Kiaradua &#8211; Jampangkulon dan berahir di Kota kecil Surade.</p>
<p>Kondisi ruas jalan tersebut cukup bagus, namun perlu berhati hati, usai bencana Desember 2024 lalu masih ada titik titik sisa longsor yang belum rampung diperbaiki, meskipun bisa dilalui.</p>
<p>Saat menuju ke sana, selama diperjalanan anda akan disuguhi panorama alam dengan hijaunya hamparan kebun teh, ngarai curam, dan rimbunya pepohonan menambah lengkap petualangan berlibur ke Pajampangan.</p>
<p>Setibanya di Kota kecil Surade, untuk menuju ke Eduwisata Museum Megalodon, perjalanan dilanjutkan menuju Kampung Salenggang, akses masuknya dari Jalan ruas Cibarehong &#8211; Cibungur.</p>
<p>Sementara jika ingin langsung menuju ke Eduwisata Penangkaran Penyu Pantai Pangumbahan, dari Surade perjalanan dilanjutkan menuju ke arah Ujunggenteng, berjarak 18 kilo meter. Tidak sulit untuk sampai ke tempat tersebut. Cukup bertanya ke warga, anda akan diarahkan dengan bahasa ramah.</p>
<p><strong>Museum Megalodon</strong></p>
<p>Museum Megalodon pertama di Indonesia itu berdiri di samping Balai Desa Gunungsungging, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi. Di luar negeri, museum seperti itu hanya ada di Peru, Inggris, dan Amerika. Karena sangat jarang, Museum Megalodon Gunungsungging sempat menjadi perhatian dunia internasional.</p>
<p>Di Museum berukuran 6 x 8 meter itu tersimpan segudang informasi seputar Megalodon. Ratusan fosil gigi hiu purba atau megalodon, moluska, ambergris, hingga tulang paus, gigi paus, dan lumba-lumba purba terpajang disana. Hingga kini tercatat ada 524 fosil.</p>
<p>Museum itu didirikan masyarakat lokal bekerja sama dengan Pemerintah Desa Gunungsungging sebagai pusat wisata dan edukasi.</p>
<p>Keberadaan fosil-fosil hewan purba itu membuktikan bahwa pada masa Miosen (12-23 juta tahun lalu), kawasan Pajampangan Sukabumi merupakan lautan yang kaya akan keanekaragaman hayati.</p>
<p>Dengan mengunjungi Museum Megalodon anda, terutama anak anda, secara tak langsung telah berwisata sambil menimba ilmu.</p>
<p><strong>Penangkaran Penyu</strong></p>
<p>Berkunjung ke pantai sepertinya menjadi momen menyenangkan untuk mengisi libur panjang ahir pekan.<br />
Pantai Pangumbahan sendiri terletak di Desa Pangumbahan, Ciracap, Sukabumi, Jawa Barat. Pantai ini termasuk ke dalam deretan surga tersembunyi di pesisir Barat Pulau Jawa.</p>
<p>Pantai Pangumbahan memiliki hamparan pasir silika yang menawan. Pasirnya berasal dari batuan tertua di Provinsi Jawa Barat, yang terletak di sekitar garis pantai. Pecahan atau reruntuhan bebatuan ini menghasilkan kuarsa yang biasa masyarakat gunakan untuk penyaringan air alami. Uniknya, pasir silika putih bersih tersebut akan berkilauan ketika terpapar sinar matahari.</p>
<p>Salah satu daya tarik yang ada di Pantai Pangumbahan adalah melihat atraksi penyu bertelur. Aktivitas ini menjadi momen langka yang bisa pengunjung temui. Mengingat penyu hanya akan bertelur ketika musim panas sekitar bulan Mei sampai Agustus.</p>
<p>Jika ingin menyaksikan bagaimana penyu bertelur, Anda bisa datang sekitar pukul 19.00 WIB hingga 02.00 WIB. Namun, ketika proses bertelur berlangsung, pengunjung wajib menjaga volume suara atau tidak gaduh. Pasalnya, penyu cukup sensitif dengan suara-suara bising.</p>
<p>Pantai Pangumbahan Sukabumi sendiri memiliki program pelestarian penyu yang sangat aktif. Tim sukarelawan dan penjaga pantai bekerja sama dalam memantau serta melindungi telur-telur penyu. Kemudian melepaskan anak penyu yang baru menetas ke laut ketika usianya sudah mencukupi.</p>
<p>Pantai Pangumbahan menjadi kawasan konservasi penyu. Disana telah dibangun beberapa fasilitas dan sarana informasi seputar satwa penyu. Berkunjung ke sana anda akan diberikan informasi seputar hewan bertempurung, penyu.</p>
<p>Berkunjung ke Pantai Pangumbahan sangat beruntung, selain bisa berwisata di alam terbuka, juga akan menambah perbendaharaan pengetahuan seputar dunia satwa langka. Selamat berlibur.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/rekomendasi-tempat-liburan-sukabumi-selatan-ada-penangkaran-penyu-dan-museum-megalodon/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
