<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Viral Media Sosial &#8211; LINGKAR PENA</title>
	<atom:link href="https://lingkarpena.id/tag/viral-media-sosial/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://lingkarpena.id</link>
	<description>Portal Berita Terpercaya Sumber Literasi Anak Bangsa</description>
	<lastBuildDate>Sat, 07 Feb 2026 11:55:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.1</generator>

<image>
	<url>https://lingkarpena.id/wp-content/uploads/2021/12/cropped-ICON-32x32.png</url>
	<title>Viral Media Sosial &#8211; LINGKAR PENA</title>
	<link>https://lingkarpena.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Dinas PU Kabupaten Sukabumi Respon Cepat Tambal Darurat Jalan Cipanas-Kabandungan yang Viral di Medsos</title>
		<link>https://lingkarpena.id/dinas-pu-kabupaten-sukabumi-respon-cepat-tambal-darurat-jalan-cipanas-kabandungan-yang-viral-di-medsos/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/dinas-pu-kabupaten-sukabumi-respon-cepat-tambal-darurat-jalan-cipanas-kabandungan-yang-viral-di-medsos/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Akoy Khoerudin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Feb 2026 11:55:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[UMUM]]></category>
		<category><![CDATA[Cegah Kecelakaan]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Pekerjaan Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Gotong Royong Warga]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan Cipanas-Kabandungan]]></category>
		<category><![CDATA[Tambal Darurat]]></category>
		<category><![CDATA[Viral Media Sosial]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=62104</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/dinas-pu-kabupaten-sukabumi-respon-cepat-tambal-darurat-jalan-cipanas-kabandungan-yang-viral-di-medsos/" title="Dinas PU Kabupaten Sukabumi Respon Cepat Tambal Darurat Jalan Cipanas-Kabandungan yang Viral di Medsos" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Kerusakan parah di ruas jalan Cipanas–Kabandungan yang ramai diperbincangkan di media sosial akhirnya mendapat penanganan cepat dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi. Pada Sabtu (7/2/2026), tim Dinas PU turun langsung melakukan perbaikan sementara di sejumlah titik yang dinilai membahayakan pengguna jalan.</p>
<p>Salah satu titik terparah berada di sekitar bawah SMPN 1 Kabandungan, di mana lubang jalan yang cukup dalam kerap menyebabkan kendaraan besar terperosok hingga amblas. Kondisi tersebut tak jarang memicu antrean panjang, bahkan beberapa pengendara sepeda motor dilaporkan mengalami kecelakaan akibat terjatuh.</p>
<p><em><strong>Tutup Lubang dengan Sirtu, Cegah Kecelakaan</strong></em></p>
<p>Sebagai langkah awal untuk mengurangi risiko kecelakaan, Dinas PU mengirimkan material sirtu (pasir batu) untuk menutup lubang-lubang besar yang dinilai paling kritis.</p>
<p>Sekretaris Dinas PU Kabupaten Sukabumi, Agus Hermawan, S.T., mengatakan penanganan darurat ini dilakukan agar jalan tetap bisa dilalui dengan aman sambil menunggu proses perbaikan permanen.</p>
<p>“Penanganan ini sifatnya sementara. Kami lakukan secepatnya agar tidak terus menimbulkan kecelakaan maupun kemacetan. Untuk pembangunan permanen, saat ini masih dalam tahapan administrasi dan perencanaan,” ujar Agus.</p>
<p>Ia menambahkan, perbaikan permanen ruas jalan tersebut telah masuk dalam rencana program pemerintah daerah untuk tahun anggaran 2026.</p>
<p><em><strong>Gotong Royong Warga Ikut Turun ke Lapangan</strong></em></p>
<p>Menariknya, proses pengurugan tidak hanya melibatkan petugas Dinas PU, tetapi juga didukung penuh oleh unsur pemerintahan wilayah dan masyarakat. Aparat kecamatan, desa, hingga warga setempat ikut bergotong royong di lokasi.</p>
<p>Camat Kabandungan, Lilih, menyebut jalur Cipanas–Kabandungan memiliki peran strategis karena menjadi penghubung antar daerah.</p>
<p>“Jalan ini bukan hanya dilalui warga Sukabumi, tapi juga pengguna dari arah Bogor. Maka kondisinya harus segera ditangani supaya tidak semakin membahayakan,” ungkapnya.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Desa Kabandungan, Bedi, menegaskan antusiasme warga muncul karena jalan tersebut merupakan akses utama aktivitas harian masyarakat.</p>
<p>“Warga ikut membantu karena ini jalur penting untuk ekonomi dan pendidikan. Minimal sekarang bisa lebih aman dilalui sambil menunggu pengaspalan,” kata Bedi.</p>
<p><em><strong>Akses Vital, Jadi Prioritas 2026</strong></em></p>
<p>Ruas Cipanas–Kabandungan selama ini dikenal sebagai jalur alternatif menuju Kabupaten Bogor, sehingga arus kendaraan, termasuk kendaraan bermuatan berat, cukup tinggi setiap harinya. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah daerah memprioritaskan penanganan jalan tersebut dalam agenda pembangunan tahun depan.</p>
<p>Dinas PU juga mengingatkan pengguna jalan untuk tetap waspada, khususnya kendaraan besar, karena perbaikan yang dilakukan masih bersifat pemeliharaan darurat dan belum permanen. (adv).</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/dinas-pu-kabupaten-sukabumi-respon-cepat-tambal-darurat-jalan-cipanas-kabandungan-yang-viral-di-medsos/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Permintaan Maaf Nur Hayati Dewi atas Komentar Hoaks Terkait Kematian Siswi di Sukabumi</title>
		<link>https://lingkarpena.id/permintaan-maaf-nur-hayati-dewi-atas-komentar-hoaks-terkait-kematian-siswi-di-sukabumi/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/permintaan-maaf-nur-hayati-dewi-atas-komentar-hoaks-terkait-kematian-siswi-di-sukabumi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Akoy Khoerudin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Oct 2025 16:51:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<category><![CDATA[Kematian Siswa SD]]></category>
		<category><![CDATA[Komentar Facebook]]></category>
		<category><![CDATA[Permintaan Maaf]]></category>
		<category><![CDATA[Surade Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[Viral Media Sosial]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=57281</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/permintaan-maaf-nur-hayati-dewi-atas-komentar-hoaks-terkait-kematian-siswi-di-sukabumi/" title="Permintaan Maaf Nur Hayati Dewi atas Komentar Hoaks Terkait Kematian Siswi di Sukabumi" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Nurhayati Dewi (40) warga Kampung Talangsari RT 09/01, Desa Sirnasari, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, membuat heboh warga net karena unggahan di akun facebool pribadinya, yang menyebutkan bahwa kematian seorang pelajar SDN Citanglar 4 bernama Salsabila (10) lantaran keracunan MBG.</p>
<p><em>&#8220;Tos maem MBG hari Jumat, uih langsung demam muntah,&#8221; tulis Nurhayati.</em></p>
<p>Sayang, fakta itu terbantahkan oleh Emi Sukmawijaya selaku wali kelas almarhumah Salsabila yang mengatakan, bahwa jari Jumat (3/10 ) siswa tersebut tidak masuk sekolah dan otomatis tak mendapat jatah paket MBG.</p>
<p>Mulyadi, orangtua almarhum pun mengakui bahwa kematian anaknya murni karena sakit asma berat yang merupakan penyakit bawaan.</p>
<p>Atas kekeliruannya itu ahirnya Nurhayati Dewi ( 40 ) didampingi suaminya, Dede ( 40 ), dan H. Wawan ( 67 ) selaku ayahnya, pada Senin ( 6/10 ) malam, sekira pukul 20.00 WIB mendatangi Polsek Surade, dan mengklarifikasi serta meminta maaf langsung dihadapan pihak SPPG Sirnasari.</p>
<p><em>&#8220;Saya Nurhayati Dewi, pemilik akun Facebook bernama Dewi Nur Hayati, secara terbuka meminta maaf atas komentar yang diunggahnya di media sosial, yang diduga menimbulkan keresahan di masyarakat, &#8221; ujarnya.</em></p>
<p>Lanjut kata dia, permintaan maaf ini disampaikan khusus kepada Badan Gizi Nasional (BGN) dan Yayasan Gunung Gede Bersahaja, yang menaungi SPPG Sirnasari Surade, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.</p>
<p>Dalam pernyataannya, Nurhayati Dewi mengakui bahwa komentarnya terkait kematian siswi bernama Salasabila, seorang murid SD4 Sitanglar, Desa Sirnasari, Kecamatan Surade, tidak benar.</p>
<p><em>&#8220;Komentar yang saya buat itu tidaklah benar. Siswi tersebut meninggal dunia akibat sakit asma berat disertai hipoksia,&#8221; ujarnya, menekankan bahwa informasi salah yang disebarkannya telah menimbulkan kegaduhan.</em></p>
<p>Insiden ini muncul di tengah perhatian publik terhadap program pemerintah, khususnya inisiatif makan bergizi gratis. Nurhayati Dewi secara pribadi menyatakan dukungannya terhadap program tersebut.</p>
<p>&#8220;Saya mendukung program pemerintah terkait makan bergizi gratis yang sangat bermanfaat bagi masyarakat,&#8221; tambahnya, menunjukkan sikap positif terhadap upaya peningkatan gizi anak sekolah.</p>
<p>Lebih lanjut, ia menghimbau pengguna media sosial lainnya untuk lebih bijak dalam berbagi informasi. &#8220;Saya menghimbau kepada pengguna media sosial lainnya untuk lebih bijak menggunakan sosial media supaya tidak merugikan diri sendiri dan orang lain seperti yang saya lakukan,&#8221; pesannya, sebagai pengingat akan dampak negatif hoaks di era digital.</p>
<p>Nurhayati Dewi menutup pernyataannya dengan penyesalan mendalam. &#8220;Sekali lagi, saya sangat menyesal dengan apa yang saya lakukan dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan yang sama di kemudian hari. Sekali lagi, saya memohon maaf,&#8221; katanya.</p>
<p>Kapolsek Surade, Iptu Ade Hendra yang turut menyaksikan mediasi tersebut berpesan, &#8220;Hendaklah bijak bermedia sosial. Ingat, di kita kan ada undang-undang ITE yang mengatur tentang itu,&#8221; singkatnya.</p>
<p>Kasus ini menjadi pengingat penting akan tanggung jawab pengguna media sosial dalam memverifikasi informasi, terutama yang berkaitan dengan isu sensitif seperti kesehatan dan program pemerintah. Pihak berwenang di Sukabumi diharapkan dapat memantau penyebaran hoaks serupa untuk menjaga ketenangan masyarakat.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/permintaan-maaf-nur-hayati-dewi-atas-komentar-hoaks-terkait-kematian-siswi-di-sukabumi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Teror Ketuk Pintu Misterius Gemparkan Sukabumi, Warga Dihantui Rasa Cemas</title>
		<link>https://lingkarpena.id/teror-ketuk-pintu-misterius-gemparkan-sukabumi-warga-dihantui-rasa-cemas/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/teror-ketuk-pintu-misterius-gemparkan-sukabumi-warga-dihantui-rasa-cemas/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Akoy Khoerudin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Sep 2025 07:10:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[UMUM]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Cikembar]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Kebonpedes]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Sukaraja]]></category>
		<category><![CDATA[Ketuk Pintu Misterius]]></category>
		<category><![CDATA[Tengah Malam]]></category>
		<category><![CDATA[Viral Media Sosial]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=56683</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/teror-ketuk-pintu-misterius-gemparkan-sukabumi-warga-dihantui-rasa-cemas/" title="Teror Ketuk Pintu Misterius Gemparkan Sukabumi, Warga Dihantui Rasa Cemas" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Warga Sukabumi digegerkan dengan fenomena teror ketuk pintu misterius yang menghantui warga di beberapa wilayah baik di Kota maupun Kabupaten Sukabumi, beberapa pekan ini.</p>
<p>Kejadian tak kasat mata ini kerap terjadi di tengah malam dan memicu keresahan serta perbincangan hangat di media sosial, terutama grup Facebook dan WhatsApp.</p>
<p>Hingga saat ini, belum ada penjelasan resmi dari pihak berwajib mengenai motif di balik teror yang meresahkan ini. Berdasarkan laporan yang dihimpun, teror ketuk pintu ini dialami oleh sejumlah warga di wilayah Sukaraja, Kebonpedes dan Cikembar.</p>
<p>Para korban umumnya melaporkan mendengar suara ketukan pintu sebanyak tiga hingga empat kali, namun ketika diperiksa, tidak ditemukan seorang pun di luar rumah.</p>
<p>&#8220;Asli barusan ada yang ketuk pintu pakai batu kecil, langsung merinding. Kejadiannya di Kebonpedes Kampung Tengah,&#8221; ungkap seorang warganet di Facebook, menggambarkan ketakutan yang dialaminya.</p>
<p>Pengalaman serupa juga dibagikan oleh warga Cikembar yang mengaku mengalami kejadian serupa sekitar pukul 02.07 WIB.</p>
<p>Salah seorang warga, Ade Suryana (35 tahun), yang tinggal di Kampung Cimahpar RT 10/04, Desa Cikaret, Kecamatan Kebonpedes, menuturkan pengalamannya yang menyeramkan.</p>
<p>&#8220;Malam itu sekitar pukul 02.00 (Sabtu, 20/9/2025), rumah saya kan berada di tengah sawah, cukup terpisah dari rumah warga lainnya. Saat itu saya dan keluarga sedang tidur, tiba-tiba mendengar suara ketukan pintu sebanyak empat kali, &#8216;tok tok tok tok&#8217;, dan itu diulang sebanyak tiga kali,&#8221; jelas Ade.</p>
<p>Fenomena ini sontak memicu berbagai spekulasi di kalangan masyarakat. Ada yang mengaitkannya dengan peringatan gempa bumi yang sempat mengguncang Sukabumi malam sebelumnya.</p>
<p>Sementara itu, sebagian lainnya mengaitkan dengan kisah horor urban &#8220;kolor ijo&#8221; yang melegenda. Tak sedikit pula yang menduga bahwa ini adalah ulah berandalan atau geng motor yang ingin membuat kekacauan.</p>
<p>Keresahan warga semakin meningkat dengan adanya unggahan terbaru dari akun &#8220;jawara dua&#8221; di grup Facebook Sukabumi. Akun tersebut menuliskan,<em> &#8220;Wengi tadi di Cimuncang Sukaraja ibu-ibu dibacok, nyatanya kitu keukeutrok jam satu peting, hati-hati,&#8221;</em> yang mengindikasikan adanya tindak kekerasan yang terjadi berbarengan dengan teror ketukan pintu.</p>
<p>Masyarakat Sukabumi berharap pihak kepolisian segera melakukan penyelidikan menyeluruh untuk mengungkap kebenaran di balik teror ketuk pintu misterius ini. Kehadiran aparat diharapkan dapat memberikan rasa aman dan ketenangan bagi warga yang kini dihantui rasa cemas setiap malam.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/teror-ketuk-pintu-misterius-gemparkan-sukabumi-warga-dihantui-rasa-cemas/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Turnamen Volly Ball Tahu Bulat Makmur Cup Berakhir Ricuh</title>
		<link>https://lingkarpena.id/turnamen-volly-ball-tahu-bulat-makmur-cup-berakhir-ricuh/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/turnamen-volly-ball-tahu-bulat-makmur-cup-berakhir-ricuh/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Akoy Khoerudin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Jul 2025 13:44:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[OLAHRAGA]]></category>
		<category><![CDATA[Berakhir Ricuh]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Tegalbuleud]]></category>
		<category><![CDATA[Tahu Bulat Cup]]></category>
		<category><![CDATA[Turnamen Volly Ball]]></category>
		<category><![CDATA[Viral Media Sosial]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=54065</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/turnamen-volly-ball-tahu-bulat-makmur-cup-berakhir-ricuh/" title="Turnamen Volly Ball Tahu Bulat Makmur Cup Berakhir Ricuh" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Turnamen bola voli antar klub TB Makmur Jaya/Tahu Bulat Makmur Cup 2025 di Kampung Pasir Salam, Desa Nangela, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi berakhir ricuh.</p>
<p>Kejadian tersebut dalam sebuah video viral yang beredar di media sosial. Terlihat para penonton mengamuk, mereka beteriak-teriak memaki panitia agar segera memulai pertandingan.</p>
<p>Tak hanya itu, para penonton juga membakar beberapa kursi kayu dan kursi plastik, meja, dan terpal. Mereka kecewa sebab tim yang akan bertanding tak juga masuk lapangan pertandingan. Mereka merasa capek menunggu lama.</p>
<p>Saat itu kondisi penonton penuh dan ada salah satu tim peserta belum masuk ke lapangan. hal ini membuat penonton tidak sabar dan marah. Akhirnya mereka rusuh dan melakukan pembakaran.</p>
<p>Informasi didapat, turnamen bola voli berhadiah uang Rp 27 juta ini digelar pada Kamis, 3 Juli 2025, diselenggarakan oleh seorang pengusaha toko bangunan dan juga merupakan bos tahu bulat di Kampung Pasirsalam, Desa Nangela, yang sedang melaksanakan hajatan keluarga.</p>
<p>Sedianya hari itu akan bertanding tim TB Makmur Jaya Tegalbuleud versus tim Ancemon Bekasi. Pertandingan grand final ini dijadwalkan dimulai pukul 18.30 WIB. Namun hingga pukul 19.20 WIB, salah satu tim belum juga masuk lapangan.</p>
<p>&#8220;Penonton kecewa karena acara yang dinantikan mereka tak kunjung dimulai. Mereka sudah beli karcis dan bayar parkir, ahirnya terjadi kericuhan,&#8221; kata Solihin salah seorang warga kepada Lingkarpena.id Jumat, 4 Juli 2025.</p>
<p>Suasana berubah memanas, dan beberapa penonton meneriakkan protes. Mereka meminta kejelasan dari panitia. Ketegangan memuncak ketika sebagian penonton mulai meninggalkan area pertandingan, merasa kecewa atas ketidakjelasan jadwal.</p>
<p>Panitia berusaha menenangkan massa dengan pengumuman bahwa tim yang bersangkutan mengalami kendala teknis.</p>
<p>Namun, alasan tersebut tidak sepenuhnya diterima. Rasa antusiasme berubah menjadi kecaman, karena turnamen yang seharusnya menjunjung tinggi sportifitas malah menimbulkan rasa tidak puas dan kerugian moral maupun material.</p>
<p>Berkat kesigapanpihak  forkopimcam Tegalbuleud insiden dalam Turnamen tersebut berhasil diredam dan berakhir kondusif.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/turnamen-volly-ball-tahu-bulat-makmur-cup-berakhir-ricuh/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Viral, Tiket Masuk Wisata Pantai Minajaya Kembali Jadi Sorotan, Kadispar Buka Suara</title>
		<link>https://lingkarpena.id/viral-tiket-masuk-wisata-pantai-minajaya-kembali-jadi-sorotan-kadispar-buka-suara/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/viral-tiket-masuk-wisata-pantai-minajaya-kembali-jadi-sorotan-kadispar-buka-suara/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Akoy Khoerudin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Apr 2025 08:26:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[WISATA]]></category>
		<category><![CDATA[Kadispar Kabupaten Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[Kembali Viral]]></category>
		<category><![CDATA[Tiket Masuk]]></category>
		<category><![CDATA[Viral Media Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Pantai Minajaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=50764</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/viral-tiket-masuk-wisata-pantai-minajaya-kembali-jadi-sorotan-kadispar-buka-suara/" title="Viral, Tiket Masuk Wisata Pantai Minajaya Kembali Jadi Sorotan, Kadispar Buka Suara" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LINGKARPENA.ID |</strong> Perdebatan pengunjung dengan petugas tollgate objek wisata Pantai Minajaya, pada Kamis, 3 April 2025, kembali ramai dibicarakan. Hal tersebut viral usai salah satu pengunjung wisata Pantai Minajaya mengunggahnya ke media sosial Facebook.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam unggahannya wisatawan lokal tersebut mengungkapkan kekecewaannya soal besaran tarif masuk ke objek wisata Minajaya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;<em>Abdi nganggo 1 mobil berisi 6 orang hoyong naros we bener teu ieu teh tiket masuk na per org 12.000X6 janten 72.000 , abdi tos debat sareng si bapak ieu biasana mahal2 ge di etang na per mobil 25.000 trus taun kamari ge di gratiskeun masuk na da di demo ku para pedagang karna seueur pungli kieu,&#8221; celetuknya.</em></p>
<p><em>&#8220;sanes alim abdi mayar sakitu tapi abdi teu narima uang masuk ieuteh lumpat na kamana sedangkeun jalan ka jeron nage butut, sareng pasilitas kamar mandi ge masih keneh mayar, abdi ngobrol sareng nu dagang &#8220;dadaekanan mayar cnah mnding jajankeun kana lauk&#8221; kmh tah ieu termasuk pungli apa kmh cik abdi hoyong terang,&#8221; tulisnya dalam unggahan tersebut.</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Sendiri Apriadi menuturkan, harga tiket yang berlaku sudah sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 15 Tahun 2023.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Harga tiket yang berlaku di beberapa objek wisata di Kabupaten Sukabumi, termasuk di Pantai Minajaya, sudah sesuai dengan Perda Nomor 15 Tahun 2023. Dan itu sudah termasuk asuransi jiwa bila terjadi laka laut,&#8221; ujarnya kepada lingkar pena.id, Jumat (4/4/2025 ) siang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Adanya tuntutan masyarakat soal besaran tiket di Perda, dan mereka menuntut agar ada penurunan besaran harga tiket atau dikembalikan menjadi harga perkendaraan, dikatakan Sendi, hal tersebut telah dikomunikasikan dengan pihak terkait.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Hal ini telah kami komunikasikan dan akan ada pembahasan dengan DPRD. Ya karena ini kan, sudah jadi Perda. Jadi harus sama Perda lagi dirubahnya,&#8221; tandasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sambung Sendi, soal adanya tuntutan warga pengunjung terkait perlunya perbaikan beberapa fasilitas destinasi, hal itu sudah menjadi perhatian pihaknya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Untuk hal ini telah masuk dalam perencanaan dinas, dan akan menjadi prioritas di tahun 2024-2025, terutama recovery pasca bencana,&#8221; tandasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sekedar informasi, Perda yang diterapkan di Objek wisata Minajaya yakni Perda Nomor 15 tahun 2023, menggantikan Perda No. 7 Tahun 2018, Tentang Pajak dan Retribusi Daerah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pada Perda No. 7 Tahun 2018 harga tiket masuk untuk sepeda motor Rp 10 ribu, sedan/Jeep Rp 25 ribu, minibus Rp 30 ribu, microbus Rp 85 ribu, dan untuk bus besar Rp 175 ribu. Sementara pada Perda baru yang sekarang dipakai, yakni Perda No. 15 Tahun 2023 harga tiket masuk dihitung berdasarkan jiwa, dewasa Rp 12.000 dan anak anak Rp 7.000. Harga tersebut termasuk premi asuransi di objek Wisata Minajaya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/viral-tiket-masuk-wisata-pantai-minajaya-kembali-jadi-sorotan-kadispar-buka-suara/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Duel Siswi SMP Sukabumi yang Viral Berujung Damai</title>
		<link>https://lingkarpena.id/duel-siswi-smp-sukabumi-yang-viral-berujung-damai/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/duel-siswi-smp-sukabumi-yang-viral-berujung-damai/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Akoy Khoerudin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Jun 2024 10:01:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<category><![CDATA[Duel Pelajar]]></category>
		<category><![CDATA[Mapolsek Surade]]></category>
		<category><![CDATA[Siswi SMP]]></category>
		<category><![CDATA[Surade Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[Viral Media Sosial]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=41216</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/duel-siswi-smp-sukabumi-yang-viral-berujung-damai/" title="Duel Siswi SMP Sukabumi yang Viral Berujung Damai" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><span style="color: #ff0000;"><strong>LINGKARPENA.ID |</strong></span> Video perkelahian Dua siswi pelajar SMP di Kabupaten Sukabumi Jawa Barat sempat beredar viral di media sosial Instagram.</p>
<p dir="ltr">Video tersebut awal diketahui diunggah oleh akun Ladies Zombie. Namun kasus tersebut berujung damai dan sudah diselesaikan di Mapolsek Surade, pada Kamis (13/6) kemarin.</p>
<p dir="ltr">Informasi dihimpun, peristiwa itu terjadi pada Minggu 2 Juni 2024 pekan lalu. Berawal perkelahian antara siswi dari SMP Negeri 1 Jampangkulon vs siswi SMP Negeri 1 Surade, tepatnya di Kampung Ranca Ucing, Kelurahan Surade, Kabupaten Sukabumi.</p>
<p dir="ltr">Video perkelahian pelajar perempuan itu melibatkan tiga sekolah SMP di Sukabumi. Namun unggahan video di akun Ladies Zombie di itu kini telah dihapus pengunggahnya.</p>
<p dir="ltr">Atas kasus tersebut pihak Kepolisian dan Koramil Surade Kabupaten Sukabumi gerak cepat menanganinya dan berhasil mengumpulkan para pelaku dan guru SMP yang bersangkutan.</p>
<p dir="ltr">Kapolsek Surade Iptu Ade Hendra kepada <a href="http://lingkarpena.id">lingkarpena.id</a> menuturkan, perkelahian antar siswi tersebut telah diselesaikan dengan memanggil para orangtua, guru dan siswi yang terlibat.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Hari ini kami telah memanggil para siswi dan orangtua serta pihak sekolah bersangkutan. Tujuannya untuk penyelesaian, dan alhamdulilah telah diselesaikan,&#8221; jelas Iptu Ade Hendra.</p>
<figure id="attachment_41218" aria-describedby="caption-attachment-41218" style="width: 861px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class=" wp-image-41218" src="https://lingkarpena.id/wp-content/uploads/2024/06/IMG-20240614-WA0194-200x112.jpg" alt="" width="861" height="482" srcset="https://lingkarpena.id/wp-content/uploads/2024/06/IMG-20240614-WA0194-200x112.jpg?v=1718358628 200w, https://lingkarpena.id/wp-content/uploads/2024/06/IMG-20240614-WA0194-640x358.jpg?v=1718358628 640w" sizes="(max-width: 861px) 100vw, 861px" /><figcaption id="caption-attachment-41218" class="wp-caption-text">Perdamaian antara dua perwakilan Sekolah dan orangtua siswi yang terlibat duel dilakukan di Polsek Surade.| dok. Jajang S</figcaption></figure>
<p dir="ltr">Sementara, kata Kapolsek, akar permasalahannya adalah soal rebutan baju olahraga salah satu SMP yang dipakai siswi sekolah lain.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Mereka itu berkelahi saling mempertahankan nama baik almamaternya. Katanya berebut baju olah raga yang dipakai siswi sekolah lain. Tujuannya sih baik ya, hanya caranya yang salah,&#8221; tandas Iptu Ade Hendra.</p>
<p dir="ltr">Dengan sudah dilakukannya penyelesaian di Mapolsek Surade Polres Sukabumi, kami harap masalah tersebut dinyatakan selesai. Dan dari masing masing pelaku sudah membuat perjanjian tertulis dan bermaterai.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/duel-siswi-smp-sukabumi-yang-viral-berujung-damai/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Viral Bak Cerita Sinetron, Abiskan Uang Istri Warga Sukabumi Ngaku Dibegal</title>
		<link>https://lingkarpena.id/viral-bak-cerita-sinetron-abiskan-uang-istri-warga-sukabumi-ngaku-dibegal/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/viral-bak-cerita-sinetron-abiskan-uang-istri-warga-sukabumi-ngaku-dibegal/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Apr 2023 13:13:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KABUPATEN SUKABUMI]]></category>
		<category><![CDATA[RAGAM]]></category>
		<category><![CDATA[Kasus Pembegalan]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Lengkong]]></category>
		<category><![CDATA[Polres Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[Rekayasa Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Viral Media Sosial]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=29867</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/viral-bak-cerita-sinetron-abiskan-uang-istri-warga-sukabumi-ngaku-dibegal/" title="Viral Bak Cerita Sinetron, Abiskan Uang Istri Warga Sukabumi Ngaku Dibegal" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LINGKARPENA.ID |</strong> Cerita seorang tengkulak Domba yang menjadi korban begal di ruas Jalan Kecamatan Lengkong Kabupaten Sukabumi, pada beberapa hari lalu mendapat perhatian Reskrim Polres Sukabumi.</p>
<p>Dipimpin Kasat Reskrim AKP Dian Pornomo langsung terjun dan melakukan penyelidikan pada kasus tersebut. Polisi akhirnya berhasil mengungkap dugaan pembegalan yang terjadi di wilayah Kecamatan Lengkong, Kabupaten Sukabumi itu.</p>
<p>Diketahui kejadian pembegalan yang tersebar luas di media sosial menjadi viral. Namun setelah didalami oleh pihak Kepolisian ternyata cuma rekayasa DR pelaku yang mengaku jadi korban begal.</p>
<figure id="attachment_29869" aria-describedby="caption-attachment-29869" style="width: 970px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class=" wp-image-29869" src="https://lingkarpena.id/wp-content/uploads/2023/04/WhatsApp-Image-2023-04-11-at-19.34.34-1-200x112.jpeg" alt="" width="970" height="543" srcset="https://lingkarpena.id/wp-content/uploads/2023/04/WhatsApp-Image-2023-04-11-at-19.34.34-1-200x112.jpeg?v=1681218780 200w, https://lingkarpena.id/wp-content/uploads/2023/04/WhatsApp-Image-2023-04-11-at-19.34.34-1-640x358.jpeg?v=1681218780 640w" sizes="(max-width: 970px) 100vw, 970px" /><figcaption id="caption-attachment-29869" class="wp-caption-text">Korban saat terbaring di rumput pinggir jalan.| ist</figcaption></figure>
<p>&#8220;Ya polisi langsung melakukan penyelidikan. Ternyata kasus ini cuma rekayasa DR saja,&#8221; jelas Kapolres Sukabumi AKBP Maruly Pardede, kepada media, Selasa (11/4/23).</p>
<p>Sebelumnya beredar dalam video dan voice menyebutkan korban DR menjadi korban begal. Dijelaskan dalam voice korban dibuntuti kendaraan bermotor setelah di tempat sepi korban lalu ditendang dan dalam tas kecilnya berisikan uang Rp.10 juta raib.</p>
<p>&#8220;Anggota saya sudah mengecek ke TKP, kemudian melakukan penyelidikan. Ternyata informasi pembegalan itu tidak benar.Itu hanya rekayasa yang dibuat oleh pelaku DR ini,&#8221; tegas AKBP Maruly Pardede.</p>
<p>Menurut Kapolres, cerita adanya pembegalan hanya akal-akalan pelaku karena takut ketahuan. Cerita sebenarnya uang istrinya yang disimpan dalam rekening DR terpakai olehnya. Lalu si pelaku tersebut mengarang cerita.</p>
<p>&#8220;Jadi motif pelaku membuat cerita pembegalan terhadap dirinya itu karena takut ketahuan uang istrinya terpakai,&#8221; jelas Kapolres.</p>
<p>Kini pelaku sudah diamankan dan dimintai keterangan dengan dugaan membuat laporan palsu yang meresahkan masyarakat. Terhadap pelaku dapat dijerat pasal 220 KUHP dan diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan.(*)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/viral-bak-cerita-sinetron-abiskan-uang-istri-warga-sukabumi-ngaku-dibegal/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
