Permintaan Maaf Nur Hayati Dewi atas Komentar Hoaks Terkait Kematian Siswi di Sukabumi

Momen poto bersama usai permintaan maaf netizen yang viral di media sosial atas kematian siswi sekolah SD di Surde Sukabumi, Senin (6/10).| dok: Jajang S

LINGKARPENA.ID | Nurhayati Dewi (40) warga Kampung Talangsari RT 09/01, Desa Sirnasari, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, membuat heboh warga net karena unggahan di akun facebool pribadinya, yang menyebutkan bahwa kematian seorang pelajar SDN Citanglar 4 bernama Salsabila (10) lantaran keracunan MBG.

“Tos maem MBG hari Jumat, uih langsung demam muntah,” tulis Nurhayati.

Sayang, fakta itu terbantahkan oleh Emi Sukmawijaya selaku wali kelas almarhumah Salsabila yang mengatakan, bahwa jari Jumat (3/10 ) siswa tersebut tidak masuk sekolah dan otomatis tak mendapat jatah paket MBG.

Mulyadi, orangtua almarhum pun mengakui bahwa kematian anaknya murni karena sakit asma berat yang merupakan penyakit bawaan.

Atas kekeliruannya itu ahirnya Nurhayati Dewi ( 40 ) didampingi suaminya, Dede ( 40 ), dan H. Wawan ( 67 ) selaku ayahnya, pada Senin ( 6/10 ) malam, sekira pukul 20.00 WIB mendatangi Polsek Surade, dan mengklarifikasi serta meminta maaf langsung dihadapan pihak SPPG Sirnasari.

Baca juga:  Apa Kabar Pembangunan Tambak Udang Minajaya?

“Saya Nurhayati Dewi, pemilik akun Facebook bernama Dewi Nur Hayati, secara terbuka meminta maaf atas komentar yang diunggahnya di media sosial, yang diduga menimbulkan keresahan di masyarakat, ” ujarnya.

Lanjut kata dia, permintaan maaf ini disampaikan khusus kepada Badan Gizi Nasional (BGN) dan Yayasan Gunung Gede Bersahaja, yang menaungi SPPG Sirnasari Surade, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Dalam pernyataannya, Nurhayati Dewi mengakui bahwa komentarnya terkait kematian siswi bernama Salasabila, seorang murid SD4 Sitanglar, Desa Sirnasari, Kecamatan Surade, tidak benar.

“Komentar yang saya buat itu tidaklah benar. Siswi tersebut meninggal dunia akibat sakit asma berat disertai hipoksia,” ujarnya, menekankan bahwa informasi salah yang disebarkannya telah menimbulkan kegaduhan.

Insiden ini muncul di tengah perhatian publik terhadap program pemerintah, khususnya inisiatif makan bergizi gratis. Nurhayati Dewi secara pribadi menyatakan dukungannya terhadap program tersebut.

Baca juga:  Dua Ruko di Cibadak Sukabumi Ludes Terbakar, Kerugian Mencapai Rp100 Juta

“Saya mendukung program pemerintah terkait makan bergizi gratis yang sangat bermanfaat bagi masyarakat,” tambahnya, menunjukkan sikap positif terhadap upaya peningkatan gizi anak sekolah.

Lebih lanjut, ia menghimbau pengguna media sosial lainnya untuk lebih bijak dalam berbagi informasi. “Saya menghimbau kepada pengguna media sosial lainnya untuk lebih bijak menggunakan sosial media supaya tidak merugikan diri sendiri dan orang lain seperti yang saya lakukan,” pesannya, sebagai pengingat akan dampak negatif hoaks di era digital.

Baca juga:  Dua SD Negeri di Surade Sukabumi Kondisinya Memperihatinkan

Nurhayati Dewi menutup pernyataannya dengan penyesalan mendalam. “Sekali lagi, saya sangat menyesal dengan apa yang saya lakukan dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan yang sama di kemudian hari. Sekali lagi, saya memohon maaf,” katanya.

Kapolsek Surade, Iptu Ade Hendra yang turut menyaksikan mediasi tersebut berpesan, “Hendaklah bijak bermedia sosial. Ingat, di kita kan ada undang-undang ITE yang mengatur tentang itu,” singkatnya.

Kasus ini menjadi pengingat penting akan tanggung jawab pengguna media sosial dalam memverifikasi informasi, terutama yang berkaitan dengan isu sensitif seperti kesehatan dan program pemerintah. Pihak berwenang di Sukabumi diharapkan dapat memantau penyebaran hoaks serupa untuk menjaga ketenangan masyarakat.

Pos terkait