LINGKARPENA.ID | Warga Sukabumi digegerkan dengan fenomena teror ketuk pintu misterius yang menghantui warga di beberapa wilayah baik di Kota maupun Kabupaten Sukabumi, beberapa pekan ini.
Kejadian tak kasat mata ini kerap terjadi di tengah malam dan memicu keresahan serta perbincangan hangat di media sosial, terutama grup Facebook dan WhatsApp.
Hingga saat ini, belum ada penjelasan resmi dari pihak berwajib mengenai motif di balik teror yang meresahkan ini. Berdasarkan laporan yang dihimpun, teror ketuk pintu ini dialami oleh sejumlah warga di wilayah Sukaraja, Kebonpedes dan Cikembar.
Para korban umumnya melaporkan mendengar suara ketukan pintu sebanyak tiga hingga empat kali, namun ketika diperiksa, tidak ditemukan seorang pun di luar rumah.
“Asli barusan ada yang ketuk pintu pakai batu kecil, langsung merinding. Kejadiannya di Kebonpedes Kampung Tengah,” ungkap seorang warganet di Facebook, menggambarkan ketakutan yang dialaminya.
Pengalaman serupa juga dibagikan oleh warga Cikembar yang mengaku mengalami kejadian serupa sekitar pukul 02.07 WIB.
Salah seorang warga, Ade Suryana (35 tahun), yang tinggal di Kampung Cimahpar RT 10/04, Desa Cikaret, Kecamatan Kebonpedes, menuturkan pengalamannya yang menyeramkan.
“Malam itu sekitar pukul 02.00 (Sabtu, 20/9/2025), rumah saya kan berada di tengah sawah, cukup terpisah dari rumah warga lainnya. Saat itu saya dan keluarga sedang tidur, tiba-tiba mendengar suara ketukan pintu sebanyak empat kali, ‘tok tok tok tok’, dan itu diulang sebanyak tiga kali,” jelas Ade.
Fenomena ini sontak memicu berbagai spekulasi di kalangan masyarakat. Ada yang mengaitkannya dengan peringatan gempa bumi yang sempat mengguncang Sukabumi malam sebelumnya.
Sementara itu, sebagian lainnya mengaitkan dengan kisah horor urban “kolor ijo” yang melegenda. Tak sedikit pula yang menduga bahwa ini adalah ulah berandalan atau geng motor yang ingin membuat kekacauan.
Keresahan warga semakin meningkat dengan adanya unggahan terbaru dari akun “jawara dua” di grup Facebook Sukabumi. Akun tersebut menuliskan, “Wengi tadi di Cimuncang Sukaraja ibu-ibu dibacok, nyatanya kitu keukeutrok jam satu peting, hati-hati,” yang mengindikasikan adanya tindak kekerasan yang terjadi berbarengan dengan teror ketukan pintu.
Masyarakat Sukabumi berharap pihak kepolisian segera melakukan penyelidikan menyeluruh untuk mengungkap kebenaran di balik teror ketuk pintu misterius ini. Kehadiran aparat diharapkan dapat memberikan rasa aman dan ketenangan bagi warga yang kini dihantui rasa cemas setiap malam.






