Diskan Sukabumi Melaju Pesat: Benih Ikan Nila Lokal Kalahkan Kompetitor Global, Siap Jadi Maskot Nasional

FOTO: Benih ikan Nila yang ada tersedia di Kabupaten Sukabumi.| Istimewa

LINGKARPENA.ID | Upaya keras dan inovasi tanpa henti Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi kini menuai hasil yang membanggakan. Benih ikan nila produksi lokal Sukabumi telah membuktikan kualitas unggulnya di panggung domestik maupun internasional, bahkan mengungguli benih dari Belanda, Cina, Subang, hingga Balai Besar Air Tawar (BBAT) Sukabumi.

Pencapaian ini tidak hanya mengangkat nama daerah, tetapi juga membuka potensi besar bagi perekonomian lokal dan ketahanan pangan nasional.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi, Nunung Nurhayati, dengan bangga menjelaskan bahwa serangkaian uji performa telah membuktikan keunggulan benih nila Sukabumi. “Hasilnya sangat mencengangkan,” ujar Nunung kepada awak media, Minggu (21/9/2025).

“Tingkat kelangsungan hidup (Survival Rate/SR) benih nila kami mencapai angka fenomenal 80 persen, jauh melampaui benih pesaing yang rata-rata hanya berada di kisaran 25–30 persen.” tambahnya.

Lebih lanjut, Nunung menambahkan bahwa keunggulan Sukabumi tidak hanya terletak pada SR, tetapi juga pada laju pertumbuhan. “Pertumbuhan benih nila kita dua kali lebih cepat dibandingkan kompetitor,” tegasnya, menggarisbawahi efisiensi dan potensi produksi yang luar biasa dari benih lokal ini.

Baca juga:  RSUD R Syamsudin SH Terima Kunker RSUD Majalaya Bandung

Berkat kualitas premium ini, Kabupaten Sukabumi telah berhasil mengantongi kontrak pemesanan awal sebanyak 7,5 juta ekor benih. Angka ini diperkirakan akan terus bertambah seiring meningkatnya permintaan dan pengakuan pasar terhadap keunggulan benih nila Sukabumi.

Selain performa yang impresif, benih nila Sukabumi juga menunjukkan adaptabilitas luar biasa terhadap berbagai kondisi perairan. Kemampuannya bertahan pada tingkat salinitas air 7–10 ppt menjadikannya pilihan ideal untuk budidaya di daerah pesisir maupun air payau.

“Harapan kami sangat besar, agar benih nila asal Sukabumi ini bisa menjadi maskot daerah dan dikenal luas di seluruh Nusantara sebagai benih unggul yang mubarokah,” tutur Nunung penuh optimisme, mengacu pada makna keberkahan yang diharapkan dari produk unggulan ini.

Baca juga:  Radio Bunut FM RSUD R Syamsudin SH Koleksi Sejumlah Penghargaan Termasuk Rekor MURI

Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi tidak berpuas diri dengan pencapaian ini. Sebagai langkah strategis untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas, pembinaan intensif terus dilakukan bagi para pembudidaya.

Program pendampingan yang komprehensif, sertifikasi Cara Pembenihan Ikan yang Baik (CPIB), dan Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) menjadi tulang punggung upaya ini. Dinas juga proaktif dalam memfasilitasi pengecekan kualitas air secara berkala serta mendampingi pembudidaya saat audit dari Kementerian, memastikan standar mutu yang tinggi selalu terjaga.

Komitmen terhadap kualitas tidak berhenti di situ. Dinas Perikanan secara aktif menyalurkan bantuan benih dan calon induk unggulan kepada para pembudidaya.

“Langkah ini kami ambil demi memastikan mutu benih yang beredar di masyarakat semakin terjamin dan merata,” jelas Nunung, menunjukkan visi jangka panjang untuk peningkatan kualitas budidaya perikanan di Sukabumi.

Baca juga:  Viral Video Siswi Pelajar Sukabumi Melintasi Jembatan Rusak

Menjawab tantangan era digital, Dinas Perikanan Sukabumi kini menggandeng mitra strategis dari Kementerian hingga organisasi non-pemerintah (NGO) terkemuka seperti Komdigi dan WWF.

Kolaborasi ini bertujuan untuk mendigitalisasi teknologi budidaya, termasuk penerapan autofeeder dan microbubble aerasi, sebuah inovasi yang telah memasuki tahun kedua implementasinya.

Penggunaan teknologi modern ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan keberlanjutan budidaya ikan nila di Sukabumi.

“Kami mohon doa restu dari seluruh masyarakat agar ikhtiar ini terus berjalan lancar dan membawa manfaat besar, tidak hanya bagi para pembudidaya, tetapi juga bagi perekonomian daerah secara keseluruhan,” tutup Nunung, menyerukan dukungan publik untuk keberlanjutan program unggulan ini.

Keberhasilan benih nila Sukabumi adalah bukti nyata potensi lokal yang mampu bersaing global, sekaligus harapan baru bagi kemandirian pangan dan kesejahteraan masyarakat.

Pos terkait