LINGKARPENA.ID | Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa di Masjid Jami Nurul Muminin, Desa Neglasari, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Kamis (16/04/2026). Pemerintah Desa Neglasari menggelar Syahriahan dan Halal Bihalal bersama unsur Forkopimcam Nyalindung, Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD), serta tokoh masyarakat.
Sejak pagi, warga tampak berdatangan dengan senyum dan sapaan akrab. Momen ini bukan sekadar seremonial tahunan, tetapi menjadi ruang pertemuan batin setelah sebulan penuh menjalani ibadah Ramadhan. Saling berjabat tangan, berpelukan, dan bertukar doa menjadi pemandangan yang mendominasi jalannya acara.
Kepala Desa Neglasari, Iyan Sopian, menegaskan pentingnya menjaga tradisi halal bihalal sebagai bagian dari kearifan lokal yang memperkuat persatuan masyarakat. Menurutnya, momentum ini menjadi waktu terbaik untuk merajut kembali hubungan yang mungkin sempat renggang.
“Halal bihalal ini jadi momentum mempererat silaturahmi dan saling memaafkan agar kebersamaan tetap terjaga,” ujarnya dengan singkat.
Acara tersebut turut dihadiri Camat Nyalindung, Kapolsek Nyalindung, dan Danramil Nyalindung yang menunjukkan sinergitas antara pemerintah desa dengan unsur Forkopimcam. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menambah kekhidmatan sekaligus memperkuat kolaborasi dalam membangun wilayah.
Selain sambutan, kegiatan juga diisi dengan tausiah keagamaan yang mengajak masyarakat untuk menjaga nilai-nilai kebersamaan, meningkatkan kepedulian sosial, serta memperkuat keimanan pasca-Ramadhan.
Di tengah arus kehidupan yang semakin dinamis, tradisi seperti halal bihalal di Desa Neglasari menjadi pengingat bahwa kekuatan sebuah desa tidak hanya terletak pada pembangunan fisik, tetapi juga pada eratnya ikatan sosial warganya.
Melalui momen sederhana namun sarat makna ini, Desa Neglasari kembali meneguhkan diri sebagai komunitas yang menjunjung tinggi persaudaraan, kebersamaan, dan nilai-nilai gotong royong.






