LINGKARPENA.ID | Unggahan akun Facebook bernama Shania Juliansyah viral di media sosial setelah menceritakan dugaan kecurangan saat melakukan pengisian bahan bakar di SPBU Cimaja, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi.
Dalam unggahannya, Shania mengaku mengalami perbedaan nominal pembayaran yang cukup jauh antara jumlah yang disebut petugas SPBU dengan transaksi yang tercatat di aplikasi pembayaran miliknya.
Peristiwa tersebut bermula ketika dirinya mengisi bahan bakar secara penuh atau full tank di SPBU Cimaja. Saat itu, ia tidak menyebut nominal pengisian, melainkan hanya meminta petugas untuk mengisi penuh kendaraan miliknya.
“Saya bilang mau isi full, lalu petugas bilang boleh,” tulisnya dalam unggahan tersebut.
Setelah pengisian selesai, Shania menanyakan total pembayaran kepada petugas. Petugas disebut menyampaikan jumlah pembayaran sebesar Rp357 ribu. Tanpa banyak curiga, ia langsung melakukan pembayaran.
Namun beberapa saat kemudian, Shania mengaku kaget setelah melihat nominal transaksi yang masuk ke aplikasi pembayaran miliknya. Ia merasa jumlah tersebut berbeda jauh dari nominal yang disebutkan petugas SPBU.
Merasa ada kejanggalan, ia langsung kembali menemui petugas dan mempertanyakan perbedaan nominal tersebut.
“Pak, bapak salah ya ngembaliannya? Atau bapak mau nipu saya?” tulis Shania menirukan percakapannya dengan petugas.
Menurut pengakuannya, petugas sempat berdalih bahwa perbedaan nominal tersebut disebabkan oleh kesalahan sistem atau error. Suami Shania yang saat itu melakukan panggilan video juga disebut ikut mempertanyakan kejadian tersebut.
Tak berhenti di situ, Shania mengaku telah melaporkan kejadian tersebut melalui email dan pihak terkait saat ini disebut sedang melakukan proses penanganan.
Ia juga menyebut bahwa berdasarkan informasi yang diterimanya, diduga sudah ada konsumen lain yang mengalami kejadian serupa. Namun menurutnya, sebagian besar tidak memiliki bukti transaksi.
Dalam unggahannya, Shania mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melakukan pengisian BBM, terutama memastikan nominal pembayaran dan memperhatikan angka yang muncul pada mesin pengisian.
Unggahan tersebut pun mendapat banyak tanggapan dari warganet dan ramai dibagikan di media sosial.
Sementara itu, mewakili pengelola SPBU Cimaja, Elan Alamsyah memberikan klarifikasi terkait kejadian tersebut. Menurutnya, insiden itu terjadi pada 26 Mei 2026 sekitar pukul 12.00 WIB saat SPBU sedang melayani pengisian BBM untuk nelayan.
“Waktu itu datang mobil Pajero lalu mengisi solar subsidi. Konsumen sempat menanyakan apakah bisa menggunakan QRIS, namun operator menyampaikan hanya bisa pembayaran tunai,” ujar Elan saat dikonfirmasi, Jumat (29/05/2026).
Elan menjelaskan, setelah pengisian penuh dilakukan, operator menyebut nominal pembayaran sebesar Rp352.300 dan menerima uang tunai Rp400 ribu dari konsumen. Operator kemudian mengembalikan uang sebesar Rp48 ribu.
“Tidak lama kemudian, konsumen kembali ke SPBU dan menunjukkan di aplikasi MyPertamina bahwa nominal yang seharusnya Rp252.300. Jadi intinya operator salah menyebut nominal pembayaran,” jelasnya.
Menurut Elan, operator langsung meminta maaf dan mengembalikan selisih uang tersebut kepada konsumen saat itu juga.
“Operator sudah meminta maaf dan uangnya langsung dikembalikan sebelum konsumen meninggalkan SPBU,” tambahnya.
Terkait viralnya unggahan tersebut di media sosial, Elan menyebut pihak pengelola juga telah mengetahui informasi tersebut. Ia mengatakan saat ini operator yang bersangkutan belum masuk kerja dan sedang berada di Sukabumi untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
“Pekerjanya belum masuk kerja, sekarang sedang dicari untuk dimintai penjelasan,” pungkasnya.






