LINGKARPRNA.ID | Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Klimatologi Jawa Barat memprakirakan cuaca di wilayah Sukabumi dan sebagian besar Jawa Barat pada Rabu (15/7/2026) didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan. Situasi tersebut dinilai cukup mendukung berbagai aktivitas masyarakat, meski warga tetap diminta mewaspadai potensi peningkatan kecepatan angin.
Berdasarkan pembaruan prakiraan cuaca yang dirilis pukul 06.00 WIB, kondisi cerah hingga cerah berawan diperkirakan berlangsung sejak pagi hari, yakni pukul 07.00 hingga 13.00 WIB. Cuaca tersebut dipandang kondusif untuk aktivitas luar ruangan, perjalanan, maupun kegiatan belajar dan bekerja.
Memasuki periode siang hingga sore hari atau pukul 13.00–19.00 WIB, kondisi langit di Sukabumi diperkirakan tidak mengalami perubahan signifikan. Cuaca tetap didominasi cerah hingga cerah berawan dengan peluang hujan yang relatif kecil, sejalan dengan masih berlangsungnya musim kemarau di sebagian besar wilayah Jawa Barat.
Pada malam hari hingga dini hari, langit diprakirakan tetap cerah berawan. Kondisi serupa diperkirakan berlanjut hingga Kamis pagi, sehingga cuaca secara umum masih berada dalam kategori stabil.
BMKG mencatat suhu udara di wilayah Jawa Barat berkisar antara 16 hingga 35 derajat Celsius. Sementara kelembapan udara diperkirakan berada pada rentang 30 hingga 90 persen, dengan arah angin bertiup dari timur hingga tenggara berkecepatan sekitar 5 sampai 40 kilometer per jam.
Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Barat mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan potensi peningkatan kecepatan angin yang dapat terjadi di sejumlah wilayah.
“Secara umum cuaca diprakirakan cerah hingga cerah berawan. Namun masyarakat tetap perlu mewaspadai adanya peningkatan kecepatan angin di sebagian wilayah Jawa Barat,” tulis BMKG dalam informasi prakiraan cuaca yang diperbarui pada Rabu (15/7/2026).
Masyarakat Sukabumi, terutama yang beraktivitas di kawasan terbuka, pesisir, maupun daerah pegunungan, diimbau lebih berhati-hati terhadap hembusan angin yang berpotensi lebih kencang. BMKG juga mengajak masyarakat untuk rutin mengikuti informasi cuaca terbaru melalui kanal resmi sebagai langkah antisipasi apabila terjadi perubahan kondisi atmosfer secara tiba-tiba.






