Tangani Sampah, DLH Sukabumi Perkuat Edukasi dan Kolaborasi untuk Atasi Persoalan Sampah

LINGKARPENA.ID | Persoalan sampah hingga kini masih menjadi tantangan serius di Kabupaten Sukabumi. Menyikapi hal tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi terus melakukan berbagai upaya untuk mengatasi masalah tersebut, salah satunya melalui edukasi masyarakat dan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemuda, pemerintah lokal, dan organisasi non-pemerintah.

 

Kepala DLH Kabupaten Sukabumi, Prasetyo, menjelaskan bahwa edukasi menjadi kunci utama dalam menciptakan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.

 

“Kami terus mengedukasi masyarakat, terutama generasi muda, tentang cara menangani sampah di lingkungannya, mulai dari membuang sampah pada tempatnya hingga mendaur ulang,” ujar Prasetyo.

Baca juga:  Sambut Tahun Baru Islam, Tunas Muda Citaritih Surade Sukabumi, Gelar Doa Bersama

 

Sejauh ini, kata Prasetyo, DLH Kabupaten Sukabumi secara aktif melibatkan para pemuda dalam upaya penanganan sampah. Sehingga Ia meyakini bahwa pemuda memiliki peran strategis dalam menginspirasi perubahan perilaku masyarakat.

 

“Kami menggandeng berbagai elemen termasuk para pemuda karena mereka adalah agen perubahan,” jelasnya.

 

“Harapannya, mereka dapat menjadi contoh dan menginspirasi lebih banyak orang untuk ikut berpartisipasi dalam menjaga kebersihan lingkungan sehari-hari,” sambung Prasetyo.

Baca juga:  29 Bhabin Polres Sukabumi Terima Penghargaan

 

Melalui program-program edukasi, lanjut Prasetyo pemuda diajak untuk memahami pentingnya memilah sampah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta memanfaatkan sampah organik untuk kompos.

 

“Ini bukan hanya tentang kebersihan, tetapi juga tentang menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan,” tambah Prasetyo.

 

Selain edukasi, DLH Sukabumi juga membangun kolaborasi dengan pemerintah lokal dan organisasi non-pemerintah (NGO) untuk menciptakan kebijakan yang mendukung lingkungan bersih dan berkelanjutan.

Baca juga:  Warga Cisaat Temukan Bayi Baru Lahir di Teras Rumah Kontrakan

 

Prasetyo menegaskan bahwa penanganan sampah tidak bisa dilakukan sendirian, tetapi memerlukan sinergi dari berbagai pihak.

 

“Kami bekerja sama dengan Pemerintah Desa, Kecamatan, dan NGO untuk mengembangkan program-program pengelolaan sampah yang inovatif. Misalnya, pembangunan bank sampah, pengolahan sampah menjadi energi, serta kampanye zero waste,” tuturnya.

 

“Setiap langkah kecil, seperti mengurangi penggunaan plastik atau memilah sampah, adalah investasi besar bagi masa depan. Mari kita jaga alam ini untuk generasi mendatang,” ajaknya.

Pos terkait