TPT di Aliran Sungai Cisuda Kota Sukabumi Ambruk, Dua Rumah Terdampak

LINGKARPENA.ID | Tembok Penahan Tanah (TPT) di Jalan Baros, Kampung Tugu RT 05 RW 04, Kelurahan Jayaraksa, Kecamatan Baros, Kota Sukabumi, ambruk pada Jumat (3/4/2026) dini hari sekitar pukul 02.15 WIB. Kejadian ini mengakibatkan dua unit rumah warga terdampak serta material longsoran menutup sebagian aliran Sungai Cisuda.

 

Berdasarkan laporan Pusdalops-PB BPBD Kota Sukabumi, peristiwa tersebut diduga dipicu oleh kondisi TPT yang sudah mengalami keretakan. Selain itu, adanya bangunan tepat di atas TPT menambah beban struktur, ditambah rembesan air sungai yang memperlemah konstruksi hingga akhirnya ambruk.

Baca juga:  TNI Turut Serta Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lodaya 2025 Kota Sukabumi

 

Tim BPBD Kota Sukabumi menerima laporan kejadian pada pukul 06.49 WIB dan langsung melakukan asesmen serta penanganan awal sekitar pukul 07.00 WIB. Petugas gabungan yang terdiri dari BPBD, Tagana Dinas Sosial, Babinsa Kelurahan Jayaraksa, serta warga setempat diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pengecekan, pendataan, dan koordinasi penanganan.

 

Akibat kejadian tersebut, dua rumah warga mengalami kerusakan pada bagian dapur dan kamar mandi. Rumah pertama mengalami kerusakan dengan ukuran sekitar 5 x 7 meter, sementara rumah kedua terdampak pada area dapur dengan ukuran sekitar 3 x 3 meter. Selain itu, material longsoran TPT sepanjang kurang lebih 12 meter dengan tinggi 3,5 meter menutupi sebagian aliran Sungai Cisuda, sehingga berpotensi menimbulkan risiko banjir jika tidak segera ditangani.

Baca juga:  Dinding TPT Jalan Nasional ruas Surade - Tegalbuleud Sukabumi Ambrol Tergerus Air

 

Tercatat satu kepala keluarga dengan tiga jiwa terdampak dalam kejadian ini. Tidak ada laporan korban jiwa maupun warga yang mengungsi.

 

Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Yosef Sabaruddin, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan langkah cepat dalam penanganan awal di lokasi kejadian.

 

“Kami telah melakukan asesmen dan koordinasi dengan unsur terkait. Saat ini kondisi sudah terkendali, namun material longsoran masih menutupi sebagian aliran Sungai Cisuda. Ini menjadi perhatian serius karena berpotensi menimbulkan banjir jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi,” ujarnya.

Baca juga:  Pria Bertato Kota Sukabumi Ditemukan Sudah Menjadi Tengkorak di Semak Belukar

 

Ia menambahkan, kebutuhan mendesak saat ini meliputi terpal dan material bangunan seperti semen, batu, dan pasir untuk penanganan sementara serta perbaikan.

 

Hingga laporan terakhir pada pukul 08.40 WIB, proses asesmen telah dinyatakan selesai. Namun, kondisi aliran Sungai Cisuda masih tertutup sebagian oleh material longsoran dan membutuhkan penanganan lanjutan secepatnya guna mencegah dampak yang lebih luas.

Pos terkait