Lingkarpena.id, SUKABUMI – Tembok Penahan Tanah (TPT) Sekolah Dasar (SD) Negeri Cisarua, Desa Purabaya, Kecamatan Purabaya, Kabupaten Sukabumi kembali ambruk. Sebelumnya, TPT dengan tinggi 10 meter dan lebar 22 meter itu, pernah ambruk satu bulan lalu dan belum diperbaiki.
TPT yang letaknya tepat di bahu jalan Provinsi Purabaya-Sagaranten ini, ambruk akibat kontur tanahnya tidak stabil akibat tertimpa derasnya hujan yang terus mengguyur wilayah Sukabumi.
“Ambruknya bangunan TPT itu sudah satu bulan lebih. Kami sudah melaporkan kepada pihak kecamatan. Bahkan sudah dibuatkan proposal melalui Pemerintah Kecamatan Purabaya, termasuk ke PU Provinsi Jawa Barat. Namun, hingga saat ini tidak ada realisasinya,” ujar Kepala SD Negeri Cisarua, Urif saat dihubungi Lingkarpena.id, Minggu (6/12/2020).
Baca juga: Pemdes Kalibunder Manfaatkan Banprov Rp90 Juta Bangun TPT Makam
Baca juga: Takut Longsor, SDN Pasirbandera Minta Pemda Bangun TPT Depan Sekolah
Urif menjelaskan, di tahun 2020 ini TPT tersebut sudah tiga kali ambruk dan yang paling parah pada 20 Oktober 2020 lalu. Kondisinya semakin parah seperti yang terlihat sekarang ini.
“Bukan tidak diusahakan untuk memperbaikinya, tetapi kami sudah berupaya melalui proposal, tapi belum ada jawaban hingga saat ini,” jelasnya.
Lanjut Urif, jika melihat kondisi pembangunan yang dilakukan oleh CV yang ditunjuk tersebut pembangunannya terkesan asal-asalan. Maka dari itu, pihak sekolah meminta pihak CV untuk kembali memperbaikinya.
Baca juga: Pemdes Bojonggaling Prioritaskan Empat Pembangunan Infrastruktur
Baca juga: Diguyur Hujan Angin, MI Darul Ulum Rambay Ambruk
“Lain sekali jika pembangunan dilakukan melalui swakelola akan lebih bertanggungjawab soal kualitas dan kuantitas pekerjaan.
“Selama ini pembanguanan TPT selalu CV yang ditunjuk oleh dinas yang mengerjakan. Tetapi hasilnya, setiap tahun pula TPT itu ambruk. Kalau bisa kami minta pihak dinas tidak asal menunjuk CV dalam mengerjakan pekerjaan TPT SDN Cisarua. Kami ingin sekolah nyaman, pengguna jalan pun tidak terganggu,” tandasnya.
Reporter : Akoy Khoerudin
Redaktur : Garis Nurbogarullah






