UPTD Dalduk Surade Sosialisasikan Sekolah Siaga Kependudukan di SMPN 5 Surade, Bekali Pelajar Wawasan Kependudukan

UPTD Dalduk Surade saat menggelar sosialisasi Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) di SMPN 5 Surade, Sabtu (18/7).[foto: Jajang/lp]

LINGKARPENA.ID | UPTD Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dalduk) Wilayah Surade menggelar kegiatan Sosialisasi Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) di SMP Negeri 5 Surade, Kamis (16/7/2026). Kegiatan ini dihadiri Kepala UPTD Dalduk Wilayah Surade beserta tim, Kepala SMPN 5 Surade, dewan guru, serta diikuti oleh siswa-siswi SMPN 5 Surade dan calon peserta didik.

 

Sosialisasi tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai isu-isu kependudukan, pembangunan keluarga, serta keluarga berencana sebagai bekal dalam merencanakan masa depan yang berkualitas.

 

Dalam pemaparannya, Kepala UPTD Dalduk Wilayah Surade, Irma Yuniani, menjelaskan bahwa Sekolah Siaga Kependudukan merupakan program strategis yang diintegrasikan ke dalam dunia pendidikan formal untuk membangun kesadaran peserta didik terhadap berbagai persoalan kependudukan.

Baca juga:  Ayep Zaki Gagas Ekosistem Pertanian, Kakorbinmas Polri Berikan Dukungan

 

“Sekolah Siaga Kependudukan merupakan program strategis yang dirancang untuk menanamkan pemahaman tentang kependudukan, kesehatan reproduksi, dan perencanaan keluarga kepada generasi muda. Melalui program ini, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga sikap dan keterampilan agar mampu menjadi generasi yang peduli terhadap isu kependudukan serta dapat merencanakan masa depan keluarga yang berkualitas,” ujar Irma Yuniani.

 

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga diperkenalkan dengan materi-materi yang akan diintegrasikan dalam program SSK. Materi tersebut terbagi ke dalam tiga kelompok utama, yakni Kependudukan, Pembangunan Keluarga, dan Keluarga Berencana.

 

Pada materi Kependudukan, siswa diberikan pemahaman mengenai jumlah dan struktur penduduk, dinamika kependudukan seperti fertilitas, mortalitas, dan migrasi, mobilitas serta persebaran penduduk, data kependudukan, bonus demografi, fenomena penuaan penduduk (aging population), hingga isu child free serta dampak kependudukan terhadap aspek politik, ekonomi, sosial, budaya, agama, dan lingkungan.

Baca juga:  Kacab ESDM Provinsi Jabar Hentikan Aktivitas Tambang Ilegal di Sukabumi Masyarakat Wajib Lapor

 

Sementara pada materi Pembangunan Keluarga, peserta dikenalkan pada konsep dan fungsi keluarga, pola asuh (parenting), perencanaan masa depan, pendewasaan usia perkawinan, ketahanan dan kesejahteraan keluarga, serta berbagai isu yang berkembang seperti pernikahan dini, perceraian, fenomena fatherless, permasalahan remaja, hingga pencegahan perundungan (bullying).

 

Adapun materi Keluarga Berencana meliputi pengertian dan konsep dasar keluarga berencana, hak reproduksi, kesehatan reproduksi, perilaku seksual berisiko, konsep 4T (terlalu muda, terlalu tua, terlalu dekat, dan terlalu banyak dalam kehamilan), penyakit menular seksual, serta berbagai materi pendukung lainnya.

Baca juga:  Memaknai Momentum Hari Sumpah Pemuda, Versi Hera Iskandar

 

Irma menambahkan, keberhasilan implementasi SSK memerlukan dukungan seluruh unsur sekolah agar pendidikan kependudukan dapat diterapkan secara berkelanjutan.

 

“Penguatan Sekolah Siaga Kependudukan di SMPN 5 Surade melalui kolaborasi erat antara Dinas Dalduk, pihak sekolah, guru, dan siswa merupakan langkah strategis untuk menyiapkan generasi muda yang berwawasan kependudukan. Program ini menjadi sarana edukasi yang menumbuhkan karakter, tanggung jawab, dan literasi demografis di kalangan pelajar. Kami berharap SMPN 5 Surade dapat menjadi contoh sekolah yang turut berkontribusi dalam pembangunan demografi yang berkelanjutan di Kecamatan Surade,” pungkasnya.(adv).

Pos terkait